<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434</id><updated>2011-08-01T19:42:40.828+03:00</updated><title type='text'>Majlis Padang Pasir</title><subtitle type='html'>Alhamdulillah Washsholaatu Wassalamu 'Alaa Rosulillah al habiibil musthofaa Muhammad Wa'alaa Alihii washohbihii Wasallim.Blog ini sengaja di buat sekedar untuk pembelajaran diri bagi pemiliknya,untuk menulis dan menuangkan apapun materi yang sekiranya bisa bermanfaat khususnya untuk penulis sendiri dan umumnya bagi siapapun yang membaca tulisan-tulisan saya.Salam damai buat semuanya dari "Wong dermayu".</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-3194043652272109616</id><published>2010-05-31T04:03:00.003+03:00</published><updated>2010-08-24T17:39:49.275+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS 14</title><content type='html'>HADITS MUDROJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudroj diambil dari kata "idroj",artinya menyisipkan.Yaitu memasukkan sesuatu yang bukan dari keasliannya dalam sesuatu yang asli.Dalam istilah hadits,yang di maksud hadits mudroj ialah apabila seorang rowi mwnyisipkan ucapannya sendiri dalam suatu hadits,sehingga disangka oleh orang lain bahwa ucapannya tersebut bagian dari hadits atau keaslian hadits.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya yang disisipkan itu berupa keterangan dari suatu kata yang ada dalam lafadz hadits.Atau ringkasnya dia menambah kata-kata dalam hadits tersebut.Jika yang disisipkan dalam matan hadits,maka disebut idroj fil matni,yakni menyisipkan dalam matan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyisipan dalam matan tersebut adakalanya di permulaan,ditengah dan di akhir matan.Sebagai contoh saja,berikut adalah terjadinya idroj di tengah matan hadits;"كان النبي صلى الله عليه وسلم يتحنث فى غار حراء,وهو التعبد الليالى ذوات العدد".Artinya:"Nabi SAW pernah yatahannats dalam gua hiro',yaitu beribadah pada malam hari,beberapa malam lamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits diatas idrojnya ialah kata-kata Wa huwa atta'abbudullayaalii,artinya "beribadah pada malam hari".kata-kata ini sebenarnya bukan termasuk hadits yang di ucapkan oleh rowi yang di atasnya (dimana dia menerima hadits tersebut dari rowi sebelumnya yang tidak terdapat kalimat wa huwa atta'abbudullayaalii) tersebut.Kalau kita tidak cermat,bisa jadi kita menganggap bahwa kata-kata tersebut adalah bagian dari hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain idroj terjadi pada matan,juga bisa terjadi dalam sanad.Yaitu menambahkan rowi dalam sanad,padahal yang di tambahkan tersebut sama sekali tidak ikut meriwayatkan.Penambahan rowi dalam sanad ini di sebut idroj fii sanadil hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian hadits mudroj itu terbagi dua,yaitu mudroj fil matni dan mudroj fis sanadi.Karena masing-masing terjadi penambahan,maka hadits mudroj ini tidak dapat di jadikan dalil dalam agama.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-3194043652272109616?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/3194043652272109616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=3194043652272109616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/3194043652272109616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/3194043652272109616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/05/dirosah-hadits-14.html' title='DIROSAH HADITS 14'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-6524566817412233961</id><published>2010-05-04T01:19:00.003+03:00</published><updated>2010-05-04T01:38:55.305+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS 12 dan 13</title><content type='html'>HADITS MUDALLAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudallas diambil dari kata "tadlis" artinya menggelapkan atau menipu.Arti Hadits Mudallas adalah hadits yang dalam sanadnya ada rowi yang tidak menyebutkan nama rowi yang lain,lalu menukar nama rowi lain itu dengan nama lain lagi.Maksud rowi yang mentadliskan itu ialah supaya hadits yang di riwayatkan oleh dia adalah hadits yang sama sekali tidak ada cela atau supaya dianggap hadits yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentadliskan tersebut ada dua macam.Yaitu Tadlis sanad dan Tadlis syuyukh.Tadlis sanad ialah membuang rowi yang dianggap lemah atau tidak masyhur lalu ditukar dengan nama rowi lain yang tsiqoh atau terpercaya serta masyhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Tadlis Syuyukh ialah mereiwayatkan hadits dari guru yang dianggap lemah atau kurang terpercaya,kemudian nama atau gelar gurunya sendiri dihilangkan dan diganti dengan nama atau gelar seorang guru yang masyhur dan terpercaya dikalangan para ahli hadits.Oleh karena itu hadits mudallas ini didalamnya ada penggelapan dan penipuan sehingga tidak boleh di jadikan dalil dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS MUDLTHORIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudlthorib berasal dari kata "idl-thirob" artinya semrawut,bergoncang,ruwed atau kacau.Hadits Mudlthorib ialah hadits yang diriwayatkan seorang rowi dalam suatu susunan hadits,sedangkan rowi tersebut juga meriwayatkan hadits lain yang senada tapi berlainan dan berbeda makna serta pengertiannya.Apabila yang berlainan tersebut berupa susunan kata-kata (kalimat) yang terdapat dalam matan hadits,maka disebut hadits Mudlthorib pada matan.Sedangkan jika yang berlainan tersebut terdapat pada sanad maka disebut hadits Mudlthorib pada sanad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab adanya kekacauan atau idlthirob dalam suatu hadits,baik dalam matan maupun sanadnya,maka hadits semacam ini oleh para ahli hadits tidak bisa dijadikan dalil dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung maning Insya Allah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-6524566817412233961?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/6524566817412233961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=6524566817412233961' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6524566817412233961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6524566817412233961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/05/dirosah-hadits-12-dan-13.html' title='DIROSAH HADITS 12 dan 13'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-6421537890665103866</id><published>2010-04-24T17:26:00.003+03:00</published><updated>2010-08-24T17:47:37.244+03:00</updated><title type='text'>Jawaban soal tuduhan "kesalahan seputar kubur"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S9WW8vhRa9I/AAAAAAAAAD0/h2Mm73uc5jc/s1600/Image072.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S9WW8vhRa9I/AAAAAAAAAD0/h2Mm73uc5jc/s320/Image072.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464439693176302546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MASALAH SEPUTAR KUBURAN&lt;br /&gt;Oleh:Mochammad Fuady Abdullah ZM&lt;br /&gt;(tulisan ini sebagai jawaban soal tuduhan “kesalahan seputar kubur” yang di kirim melalui mailist muslim dukhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا ومولانا وشفيعنا الحبيب المصطفى محمد صلى الله عليه وأله وصحبه وسلم. أما بعد:&lt;br /&gt;Tulisan berikut ini sebagai sebuah masukan dan ilmu untuk kita semua.Bacalah dengan hati yang jernih dan renungkan sebaik-baiknya.Semoga apa yang akan saya tulis bisa sedikit mengurai kebingungan dan ketidakmengertian kita dalam menyikapi sebuah persoalan.Karena tidak jarang kita mendengar orang begitu mudahnya menuduh salah,sesat,musyrik dan sejenisnya kepada saudaranya yang muslim.Hal tersebut bisa terjadi karena merasa pendapatnyalah yang paling benar,hingga tidak mampu menerima perbedaan,atau mungkin karena kurang luasnya ilmu yang di miliki,atau bisa karena ta’ashshub/fanatik buta terhadap kelompoknya sehingga apa yang disampaikan kesannya di dorong hawa nafsu dengan berlindung di balik dalil2 agama secara parsial untuk menjustifikasi pembenaran pendapatnya.Semoga Allah ‘Azza Wa Jalla menghindarkan kita semua dari sifat-sifat demikian.Semoga Allah memberikan hidayah-Nya agar kita bisa mengamalkan syariat agama ini tanpa harus menyakiti dan mendzolimi saudara muslim yang lain dengan anggapan dan tuduhan yang tidak terpuji.Ya Allah bersihkan hati kami,jernihkan fikiran kami.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang fadhilah membaca Alqur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي أمامة الباهلى رضي الله عنه قال:قال رسول الله صلي الله عليه وسلم:إقرؤوا القرأن فإنه يأتى يوم القيامة شفيعا لأصحابه.(رواه مسلم)&lt;br /&gt;Dari Abi Umamah Albahily RA,Nabi SAW dawuh;”Bacalah Alqur’an karena ia akan memberi syafa’at bagi orang yang membacanya”.(HR Muslim).&lt;br /&gt;Dalam hadits ini kita diperintahkan oleh Baginda Nabi SAW untuk senantiasa membaca Alqur’an,agar kita kelak mendapatkan syafa’atnya hari kiamat.Hadits ini bersifat ‘Aam (umum) soal tempat dan waktunya.Jika ada dalil yang bersifat umum maka harus ditempatkan sesuai keumuman makna hadits tersebut,kecuali jika ada qorinah (tanda/sandaran) sebagai istitsna’ atau pengecualiannya.Biasanya sebuah perintah atau anjuran yang bersifat umum,lalu muncul istitsna’ (pengecualian),maka pengecualian tersebut akan langsung disampaikan oleh Rosulullah SAW,karena beliaulah yang membawa syari’at agama ini.Misalkan kita dilarang membaca alqur’an ditempat2 kotor seperti WC dan saat buang hajat dan lainnya.Pelarangan semacam ini langsung oleh Rosulullah SAW.walaupun larangan tersebut oleh kebanyakan para Fuqoha (Ulama ahli fiqh) dipandang hanya sebatas makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu selain yang dikecualikan Nabi SAW maka kita diperbolehkan membaca Alqur’an,termasuk di area kuburan,karena tak ada satu dalilpun dari Rosululah SAW pembawa risalah dan syari’at ini yang mengharamkannya.Bahkan dalam sebuah hadits Nabi SAW menganjurkan agar kita membacakan surah yasin untuk orang2 yang mati.Lengkapnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن معقل بن يسار رضي الله عنه قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:إقرؤوا يس على موتاكم"(رواه أبو داود وابن ماجه والنسائ).&lt;br /&gt;Dari Ma’qol bin Yasar berkata:Kanjeng nabi SAW dawuh:bacalah surat yasin atas orang2 mati kalian”.(HR Abu dawud,Ibnu Majah dan Annasa’i).Terlepas dari kontradiksi pendapat para ulama soal dho’if dan tidaknya nilai hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan masalah waktu.oleh Rosulullah SAW hal tersebut tidak dibatasi,bahkan Alqur’an mengatakan:”فاذكروا الله ذكرا كثيرا".Berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya.Dan membaca Alqur’an adalah termasuk dzikir.bahkan para Ulama mengatakan membaca Alqur’an adalah paling utama2nya dzikir.Membaca alqur’an diwaktu pagi,siang,malam adalah anjuran agama,saat dalam kesendirian maupun banyak orang.Termasuk juga saat sebelum wafat dan meninggalnya seseorang,kitapun tetap diperbolehkan membaca Alqur’an karena tidak ada dalil yang mengharamkannya,yang ada justru anjuran untuk senantiasa membaca Alqur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat aneh kemudian kalau ada yang berani dari umatnya melarang membaca Alqur’an dikuburan,apalagi sampai mengaku bahwa mereka adalah pengikut Rosulullah SAW dan salafussholeh,tapi kemudian mendustai sunah Rosul SAW sendiri.Coba perhatikan baik2 riwayat berikut:&lt;br /&gt;عن ابن عباس رضي الله عنه قال:ضرب بعض أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم خباءه على قبر وهو لا يحسب أنه قبر,فإذا فيه إنسان يقرأ سورة الملك حتى ختمها.فأتى النبي صلي الله عليه وسلم فأخبره,فقال رسول الله صلي الله عليه وسلم:"هي المانعة,هي المنجية,تنجيه من عذاب القبر".(رواه الترميذى وحسنه).&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas RA berkata:”Ada sebagian sahabat Rosulullah SAW yang membuat tenda (kemah) di atas kuburan,ia tidak tahu kalau tempat itu adalah kuburan.Ternyata disitu ada seseorang yang sedang membaca Alqur’an Surat Al Mulk sampai selesai.Lalu ia mendatangi Rosulullah SAW dan menghabarkan kejadian tersebut kepada beliau.lalu Rosulullah SAW bersabda:”Itu adalah surat yang bisa mencegah dan menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur”.(HR Attirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini Hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana definisi hadits yang disepakati para ulama adalah perkatan,perbuatan dan taqrir (ketetapan)Nabi SAW.Melihat hadits diatas adalah merupakan taqrir,dimana setelah Nabi SAW diberi informasi ada seseorang membaca alqur’an di kuburan,lalu Nabi SAW sama sekali tidak melarangnya.Oleh karena demikian hukum membaca Alqur’an di area pekuburan langsung di taqrir Nabi SAW pembolehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ini sangat jelas bahwa Nabi SAW tidak melarang orang membaca Alqur’an di kuburan.Juga terdapat riwayat dalam “Sunan” Al Baihaqy dengan sanad Hasan,bahwa Ibnu Umar RA menganjurkan untuk membaca awal dan akhir surat Albaqoroh di kuburan setalah mayit di kubur dan bukan sebelumnya.Untuk lebih jelasnya teks bahasa arabnya sebagai berikut:”وروينا فى سنن البيهقى بإسناد حسن أن ابن عمر رضي الله عنه استحب أن يقرأ على القبر بعد الدفن أول سورة البقرة وخا تمتها".  (Lihat Al Adzkaar Annawawiyyah 135).Tentunya Ibnu Umar RA lebih faham daripada kita dalam sola ini.makanya tidaklah heran kalau kemudian beliau memerintahkan untuk membacakan Alqur’an setelah mayyit di kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar (Abdullah Bin Umar Bin Khtthob RA) lahir setahun sebelum bi’tsah (diangkatnya Nabi SAW menjadi Rosul),beliau masuk islam sejak masih kecil,tidak sempat ikut perang badar,dalam perang uhud pun beliau tidak disertakan Nabi SAW untuk ikut ambil dalam perang karena masih berumur 14 tahun,baru kemudian rosulullah SAW mengizinkannya ikut perang Khondaq,karena sudah masuk umur 15 tahun.Setelah itu beliau tidak pernah tertinggal ikut dalam setiap pertempuran baik gozwah (perang di mana Nabi SAW ikut serta) maupun sariyyah (Nabi SAW tidak ikut serta didalamnya).Sebagian ulama mengatakan beliau melaksanakan ibadah haji hingga 60 kali dan umroh 1000 kali.Diriwayatkan bahwa beliau mendapat hadits dari Nabi SAW sebanyak 1630 hadits.Imam Bukhori dan muslim ittifaq mendapat hadits yang sanadnya hingga Ibnu Umar ada 170 hadits,dan secara pribadi Imam bukhori mendapat 80 hadits dan Imam Muslim 31 hadits.Ibnu Umar Rodhiyallohu anhu wafat di makkah pada usia 86 tahun.(lihat Dalil Al faalihiin Lituruqi Riyaadhissholihin karya Ibnu AllanAshshiddiqy Asyyafi’y Al Makky 1/65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan doa Nabi SAW yang mengatakan: اللهم لا تجعل قبرى وثنا يعبد....   Ya Allah jangan kau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah”.(Al Muwaththo Imam Malik).kalimat doa Rosulullah SAW sangat bisa difahami,yaitu Nabi SAW melarang kuburannya dijadikan berhala yang disembah.Bisa diperjelas bahwa yang dilarang Nabi SAW adalah menjadikan kuburan beliau sebagai tuhan yang disembah. Karena hakikatnya hanya Allah ‘Azza Wa jalla sajalah yang berhak disembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sholat di area kuburan?..Sholat di area kuburan itu sudah di contohkan Rosulullah SAW,dimana Nabi SAW mensholati jenazah seorang wanita hitam dikuburnya.Coba perhatikan hadits shohih berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبى هريرة رضي الله عنه ان امرأة سوداء كانت تقم المسجد,ففقدها رسول الله صلى الله صلى الله عليه وسلم,فسأل عنها.فقالوا :ماتت.قال: أفلا أذنتمونى؟,قال:فكأنهم صغروا أمرها,فقال:دلونى على قبرها.فدلوه فصلى علييها".(رواه البخارى ومسلم).&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA,sesungguhnya ada seorang wanita hitam yang biasa sholat di masjid.Rosulullah SAW merasa kehilangan saat tidak lagi melihat wanita tersebut.Lalu beliau SAW bertanya kepada para sahabat perihal wanita itu.Para sahabat menjawab:”Ia telah meninggal dunia ya Rosulullah”.lalu Nabi SAW dawuh:”Kenapa kalian tidak cerita sebelumnya kepadaku?seakan para sahabat menganggap hal tersebut (kematian wanita hitam) tidaklah penting bagi Nabi SAW.Lalu Nabi SAW bertanya:”Tunjukkan padaku,dimana kuburnya?”.Kemudian para sahabat menunjukkan kuburan wanita itu,Maka sholatlah Nabi SAW didepan kuburan tersebut”.(HR Bukhori dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hibban menambahkan bahwa dalam riwayat Hammad bin Salamah Bin Tsabit,Nabi SAW berkata setelah mensholati jenazah seorang di kuburnya:”إن هذه القبور مملوءة على أهلها وإن الله ينورها بصلاتى عليهم"..Sesungguhnya kuburan ini sangatlah gelap didalamnya.sesungguhnya Allah memberikan cahaya didalamnya dengan sebab sholatku ini atas mereka”.Bahkan dalam riwayat lain melalui jalan Khorijah Bin Zaid Bin Tsabit dari pamannya Yazid Bin Tsabit dalam kisah yang sama,didalam riwayat tersebut terdapat kalimat seperti ini:ثم أتى القبر فصففنا خلفه وكبر عليه أربعا  Artinya:Kemudian Nabi SAW tiba di kuburan dan kamipun berbaris dibelakang beliau SAW dan kamipun bertakbir 4 kali/sholat.(lihat kitab “Almawahib Alladunniyyah Al qostholani 3/268).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hukumnya berdoa dan bersedekah untuk mayyit?.Jawaban dalam hal ini sebenarnya sudah sering saya sampaikan.Berdoa untuk orang yang sudah meninggal sangatlah bermanfaat dan ini diperintahkan oleh syari’at.dalam Alqur’an Allah berfirman:”والذين جاءوا من بعدهم يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان...".”.Artinya:”dan orang-orang yang datang sesudah mereka (muhajirin dan anshor),mereka berdoa:”Ya Tuhan kami,ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman yang telah mendahului kami..”(QS Al Hasyr 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Shohih Riwayat Muslim,Nabi SAW berdoa saat berziarah kubur:”اللهم اغفر لأهل بقيع الغرقد". “Ya Allah ampunilah para para penghuni kubur baqi’ Alghorqod”.(HR Muslim).dalam hadits lain dari abu Hurairah RA,Nabi SAW berdoa:”اللهم اغفر لحينا وميتنا وصغيرنا وكبيرنا.....".Ya Allah ampunilah kami yang masih hidup dan orang2 kami yang telah mati,kecil maupun besar….”(HR Abu dawud,Attirmidzi,Albaihaqy dan Al hakim).Menurut Imam hakim dalam “Al Mustadrok” hadits ini adalah shohih dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan Bukhori dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dalil-dalil tersebut diatas,baik Ayat Alqur’an maupun hadits  telah memberi contoh kepada kita agar kita selalu mendoakan orang2 mukmin yang telah wafat.Jadi sudah cukup sebagai dalil bahwa doa orang-orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia diperbolehkan bahkan di syariatkan oleh syari’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan amalan lain seperti sodaqohnya orang hidup yang dihadiahkan kepada orang mati bisa dengan jelas kita lihat dalilnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;عن عائشة رضي الله عنها,أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال:"يا رسول الله إن أمى افتلتت نفسها ولم توصى وأظنها لو تكلمت تصدقت,أفلها أجر إن تصدقت عنها؟" قال :"نعم".(رواه مسلم).&lt;br /&gt;Dari Aisyah RA bahwa ada seorang lelaki datang kepada Rosulullah SAW dan berkata:”Ya Rosulalloh,Ibuku telah meninggal dan beliau tidak meninggalkan wasiat apapun,aku mengira seandainya dia bisa bicara,maka ia akan shodaqoh.Ya Rosulallah,apakah ia mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?”.Nabi SAW menjawab:”Ya”.(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن إبن عباس رضي الله عنهما أن سعد بن عبادة توفيت أمه وهو غائب عنها.فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال:يا رسول الله إن أمي توفيت وأنا غائب عنها,فهل ينفعها شيئ إن تصدقت عنها؟ قال:"نعم".(رواه البخارى)&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas RA,sesungguhnya Sa’d Bin Ubadah ditinggal mati ibunya,sedang ia tidak ada dirumahnya.lalu ia pun datang kepada Rosulullah SAW dan berkata:”Ya Rosulalloh,Ibuku meninggal sedang aku tidak ada di rumah,Apakah bermanfaat baginya jika aku bersedekah untuknya?”.Lalu Nabi SAW menjawab:”Ya”.(HR Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن سعد بن عبادة رضي الله عنه أنه قال:"يا رسول الله إن أم سعد ماتت فأي الصدقة أفضل؟"قال:"الماء":فحفر بئرا وقال:"هذه لأم سعد".(اخرجه ابو داود وابن ماجه).ولفظ إبن ماجه,قلت:يا رسول الله أي الصدقة أفضل؟ قال :"سقي الماء".&lt;br /&gt;Dari Sa’d Bin Ubadah RA,sesungguhnya dia bertanya kepada Nabi SAW;”Ya Rosulalloh,Ibuku telah meninggal dunia,shodaqoh apakah yang lebih utama untuknya?”.Nabi SAW menjawab:”Air”.Kemudian Sa’d menggali sumur dan berkata:”Ini untuk ibuku”.(HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).Sedangkan dalam riwayat terpisah dari Ibnu Majah,Sa’d berkata:”Ya Rosulalloh,shodaqoh apakah yang lebih utama untuk ibuku?”.Nabi SAW menjawab:”Memberi air minum”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalil-dalil tersebut sudah cukup bagi kita bahwa doa dan amalan orang hidup (shodaqoh) untuk orang yang sudah meninggal dunia adalah sesuatu yang disyari’atkan agama dan bermanfaat bagi si mayit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang ziarah kubur hukumnya jelas adalah sunah muakkadah,karena bukan hanya sabda kanjeng Nabi SAW yang menunjukkan perintah ziarah kubur,tapi juga perbuatan Nabi SAW yang seringkali menziarahi kuburan.Inilah yang kemudian oleh para ulama dihukumi sunah muakkadah.Hukum tersebut disepakati oleh para ulama bagi kaum laki-laki.Sedangkan ziaroh kubur bagi perempuan para ulama berbeda pendapat,sebagian ada yang memakruhkan dan sebagian lagi tetap mensunahkan.Para ulama menetapkan hukum tersebut tentu dengan melihat berbagai dalil-dalil yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil disunahkannya ziarah kubur sangat banyak,diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة رضي الله عنها قالت:كان رسول الله صلى الله عليه وسلم كلما كان ليلتها من رسول الله صلى الله عليه وسلم يخرج من أخر الليل إلى البقيع فيقول:"السلام عليكم دار قوم مؤمنين وأتاكم ما توعدون غدا مؤجلون وإنا إن شاء الله بكم لاحقون اللهم اغفر لأهل بقيع الغرقد".(رواه مسلم)&lt;br /&gt;Dari Aisyah RA berkata,Rosulullah SAW ketika bertepatan waktu gilirnya,bahwa Rosulullah SAW (selalu) keluar di akhir malamnya menuju pekuburan baqi’,lalu beliau mengucap salam:”Salam sejahtera untuk kalian………(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن عائشة رضي الله عنها أيضا أنها قالت:كيف أقول يا رسول الله؟- تعنى فى زيارة القبور- قال:قولي:"السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين ويرحم الله المستقدمين منكم ومنا والمستأخرين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون".(رواه مسلم).&lt;br /&gt;Dan dari Aisyah RA,Aisyah bertanya kepada Nabi SAW:”Ya Rosulalloh apa yang aku ucapkan ketika aku ziarah kubur?”.Nabi SAW menjawab:”Ucapkanlah السلام على أهل الديارالخ..... (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبى هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج الى المقبرة فقال:"السلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون".(رواه أبو داود والنسائى وابن ماجه)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA bahwa Rosulullah SAW keluar menuju kuburan,lalu Nabi SAW mengucap salam sebagai berikut السلام عليكم دار قوم مؤمنين إلخ......(HR Abu Dawud,Annasa’I dan Ibnu majah).Menurut Imam Nawawi Riwayat ini seluruh sanadnya shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:"كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تذكر الأخرة".(رواه مسلم)&lt;br /&gt;Kanjeng Nabi SAW dawuh:”Aku pernah melarang kalian ziarah kubur,tapi sekarang aku perintah kalian berziarah kubur karena hal itu bisa mengingatkan tentang akhirat”.(HR Muslim).Bahkan Imam Thowus berkata:”jangan tinggalkan mayit selama tujuh hari sejak kematiaanya,karena mereka sedang di uji dan di hisab selama tujuh hari itu”.(Lihat kitab Irsyad Asysaary Syarah shohih Bukhori karya Imam Al qostholany 3/358).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hadits Nabi SAW:”لعن الله زوارات القبور.... Artinya:Semoga Allah melaknat para perempuan yang berziarah kubur”.Hadits ini melaknat perempuan2 yang berziarah kubur dengan menjerit2,menyobek baju dan lain sebagainya yang diharamkan oleh Rosulullah SAW.Dalilnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبى موسى الأشعرى رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم برئ من الصالقة والحالقة والشاقة".(رواه البخارى ومسلم).&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al Asy’ary RA,sesungguhnya Rosulullah SAW terbebas dari (melarang) wanita mengeraskan (menangis dan menjerit-jerit) suaranya,mencukuri rambutnya dan menyobek-nyobek bajunya saat tertimpa musibah”.(HR Bukhori dan Muslim).Bahkan oleh para ulama dalam hal ini sepakat mengharamkannya jika terjadi perbuatan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut dalil-dalil shohih dimana wanita diperbolehkan ziarah kubur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة رضي الله عنها قالت:"كيف أقول يا رسول الله؟" - تعنى فى زيارة القبور- قال: قولى"السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين ويرحم الله المستقدمين منكم ومنا والمستأخرين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون".(رواه مسلم).&lt;br /&gt;Dari Aisya RA berkata:”Ya Rosulallah apa yang harus saya ucapkan ketika saya ziarah kubur?.Nabi SAW menjawab:”Ucapkanlah       السلام على أهل الديار......(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال:"مر النبي صلى الله عليه وسلم بامرأة تبكى عند قبر.فقال:إتقي الله واصبرى............(رواه البخارى).&lt;br /&gt;Dari Anas Bin Malik RA berkata:”bahwa Nabi SAW pernah lewat di area pekuburan dan melihat seorang wanita sedang menangis disamping kuburan tersebut.lalu Nabi SAW bersabda kepada wanita itu:”Bersabarlah dan tetaplah bertakwa kepada Allah!”.(HR Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa untuk para wanita tidak boleh terlalu sering berziarah kubur.Demikian menurut Imam Alqurthuby menyikapi pendapat para ulama yang menghukumi makruh bagi wanita berziarah kubur yang melandaskan dalilnya pada hadits Abu Hurairah RA dengan riwayat Attirmidzi,dimana Imam Attirmidzi menilai haditsnya hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu saja.Semoga bermanfaat.Tidak perlu lagi berdebat,karena masing-masing sudah ada pada keyakinannya bahkan semua referensinya sudah jelas..Insya Allah ilmu kita barokah dan manfaat…Istajib Yaa Mujiibadda’awaat Wa Yaa Mujibbassaailiin..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mochammad Fuady ZM.&lt;br /&gt;DUKHAN.State of Qatar.Rampung ditulis sebelum shubuh.sabtu  10  جمادى الأولى 1431 هجرية/24 april 2010 M.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-6421537890665103866?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/6421537890665103866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=6421537890665103866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6421537890665103866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6421537890665103866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/04/jawaban-soal-tuduhan-kesalahan-seputar_24.html' title='Jawaban soal tuduhan &quot;kesalahan seputar kubur&quot;'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S9WW8vhRa9I/AAAAAAAAAD0/h2Mm73uc5jc/s72-c/Image072.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-7951005618681931695</id><published>2010-04-16T21:27:00.003+03:00</published><updated>2010-04-16T21:40:38.775+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS 11</title><content type='html'>HADITS MU'ALLAQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama terhenti,kini kita lanjutkan dirosah singkat ilmu hadits.Sekarang kita masuk ke pembagian hadits yang ke 11.Yaitu Hadits Mu'allaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Mu'allaq adalah hadits yg tidak dijelaskan seorang rowi atau lebih di permulaan sanadnya.Adapun maksud tidak disebutkannya tersebut adakalanya hendak meringkas atau bisa jadi sebab lain.Misalnya seorang mudawwin hadits seperti Imam Bukhori misalnya beliau berkata:"malik meriwayatkan hadits dari G,G dari F dan begitu seterusnya sampai kpd Rosulullah SAW,Lalu disebutkan :"Nabi SAW bersabda" dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh tersebut ada satu hal yg tidak mungkin terjadi,yaitu bahwa Imam Bukhori secara langsung menerima hadits dari Imam Malik,karena keduanya tidak hidup dalam satu masa.Imam Bukhori dilahirkan dilahirkan pada tahun 194 H dan wafat pada tahun 255 H,Sedangkan Imam Malik lahir pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H.Jadi jarak waktu antara kedua Imam tersebut adalah 15 tahun.yaitu antara wafatnya Imam Malik dengan lahirnya Imam Bukhori.Jadi jelas tidak mungkin bertemu,maka sudah tentu ada rowi lain yang tidak disebutkan,yaitu pada permulaan sanad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada juga Mudawwin yang membuang hampir semua rowinya.Misalkan dengan langsung disebutkan:Abu dawud berkata:"Ibnu Umar berkata bahwa Rosulullah SAW itu begini,begini dll".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-7951005618681931695?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/7951005618681931695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=7951005618681931695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7951005618681931695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7951005618681931695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/04/lanjutan-dirosah-hadits.html' title='DIROSAH HADITS 11'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-8084235524568809032</id><published>2010-02-22T23:43:00.006+03:00</published><updated>2010-08-24T17:51:14.538+03:00</updated><title type='text'>Adikku....teruslah menulis...</title><content type='html'>Sekedar info,artikel di bawah ini bukan tulisan saya,tapi tulisan Khusni Mubarok adik saya yang no 2.&lt;br /&gt;&lt;div id="kiriisi"&gt;&lt;div class="bannerB2"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div id="kananisi"&gt;       &lt;div id="isiberita"&gt;     &lt;div class="petunjuk"&gt;   &lt;a href="http://suarapembaca.detik.com/opini"&gt;Opini Anda&lt;/a&gt;   &lt;/div&gt;      &lt;span class="date"&gt;Kamis, 18/02/2010 18:30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="judul"&gt;Integrasi Sosial Masyarakat Beragama dalam Perspektif Tafsir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reporter"&gt;  &lt;strong&gt;Khusni Mubarok&lt;/strong&gt; - suaraPembaca&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;img src="http://suarapembaca.detik.com/images/content/2010/02/18/471/20100218-khusni-mubarok-d.jpg" border="0" hspace="0" vspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;      &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;                        &lt;!--&lt;p&gt;--&gt;  &lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Agama, dalam bentuknya yang bagaimana pun adalah Way of Live yang menghubungkan manusia dengan suatu Dzat di luar dirinya yang dianggap absolute, Tuhan. Dalam proses interaksi dirinya dengan Dzat dimaksud, agama dianggap memberikan panduan untuk menuju titik komunikatif antara keduanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan hidup, itulah barangkali yang memberikan agama sebagai Syari'at (asal kata assari' yang berarti jalan besar-raya). Untuk dapat melalui jalan besar itu pada fitrahnya manusia memilih jalan kecil (al-thariq: jalan kecil-gang) yang mereka anggap lebih cepat untuk sampai ke syariat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini dapat diilustrasikan bahwa syariat adalah jalan besar yang secara langsung menuju tujuan utama (Tuhan), dan al-thariq adalah jalan-jalan kecil yang menghubungkan manusia menuju jalan besar (syariat) tersebut. Di jalan itu terdapat banyak lajur kendaraan yang berbeda pula. Bahkan, ada yang lebih senang melewati jalur-jalur alternatif, atau bahkan jalan tol untuk lebih cepat sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kendaraan yang dipakai pun macam-macam. Dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga ke bus besar. Warna dan mereknya pun berbeda. Namun, semua kendaraan itu menuju satu tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap cara pandang di atas akan dapat menumbuhkan kesadaran pada setiap pemeluk agama untuk saling menghormati sesame pengguna jalan (syariat) hidup beragama. Dengan memahami dan menghormati jenis dan bahkan "merk" kendaraan yang dipakai dengan tidak mengatakan mereka yang berbeda dari sebagiannya adalah tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, dalam prakteknya perbedaan jalan ini memunculkan banyak persinggungan yang tak jarang berujung konflik (adu jotos-mungkin). Realitas ini semakin membiaskan konsepsi universal tentang satu tujuan yang sma, Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terminologi Integrasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia integrasi diartikan sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan. Kesatuan sendiri dengan demikian mengisyaratkan perhimpunan elemen-elemen berbeda. Ilmu sosiologi memaknai sebagai perhatian terhadap nilai kemajemukan pada tingkat perilaku individual (behavioral) atau satuan-satuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi sosial meliputi interaksi individu dengan semua arti yang berhubungan dengan komunikasi simbolik, penyesuaian timbal balik, kerja sama atau konflik dan pola penyesuaian (adaptation) atau yang berhubungan satu sama lain terhadap lingkungan yang lebih luas dan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks masyarakat beragama, integrasi sosial dengan demikian mencakup segala proses penyatuan kelompok beragama dalam kapasitas sosialnya (bukan keyakinannya-madzhab sekali pun) ke dalam kesatuan sosial lebih dari sikap mengedepankan simbol atau identitas golongan. Al-Quran mengingatkan dalam surat al-Imran ayat 102 dan 103:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benarnya takwa (yaitu dengan mentaati dan bukan mendurhakai. Mensyukuri dan tidak kufur nikmat, mengingat dan tidak melupakanNya. Kata para sahabat; wahai rasulallah, siapakah yang sanggup melaksanakan ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ayat ini dinasakhkan dengan firmanNya; "bertakwalah kamu kepada Allah menurut kemampuanmu", dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (bertauhid kepada Allah). Berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah (agamanya) ke semuanya, dan janganlah kamu berpecah belah (setelah menganut Islam) serta ingatlah nikmat Allah (karuniaNya) kepadamu ketika kamu dulu (sebelum islam) bermusuh-musuhan, maka dirukunkanNya (dihimpunNya) di antara kamu (melalui Islam) lalu jadilah kamu berkat nikmatNya bersaudara (dalam agama dan pemerintahan) padahal kamu telah berada di pinggir jurang neraka (sehingga tak ada lagi jalan kecuali terjerumus ke dalamnya dan mati dalam kekafiran) lalu diselamatkannya kamu dari padanya (melalui iman kalian), demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya supaya kamu memperoleh petunjuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara Ijmali, Al-Maraghi menafsirkan ayat di atas dengan kewajiban berpeganag teguh kepada kitab dan janji Allah yang telah dijanjikanNya. Dalam perjanjian itu menurut Al-Maraghi terkandung perintah hidup rukun dan bermasyarakat (bernegara) untuk taat kepada Allah dan rasulNya dan melaksanakan perintahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks asbabunnuzul, Al-Faryabi dan abi Hatim  bersumber dari Anas r.a meriwayatkan ayat ini katika kaum Aus dan Khajraj terlibat dialog tentang kegagahan-kehebatan masing-masing dari keduanya sebelum disatukan oleh Islam (jahiliyah). Hingga ahirnya terpola pada egoisme-primordial keduanya, sehingga kedua kelompok ini saling tuding dan hendak berhadapan satu sama lain sebelum akhirnya berita ini terdengar oleh Rasulullah SAW dan diwahyukanNya ayat ini pada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suratal-An'am ayat 153 Allah lagi-lagi menegaskan tentang pentingnya integrasi dalam kehidupan manusia. "Dan bahwa yang kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia: jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud tali Allah dalam ayat ini adalah jalan yang lurus; perpecahan itu dengan demikian adalah jalan yang tidak boleh ditempuh. Jalan-jalan yang lain dimaksud adalah agama-agama dan kepercayaan yang selain Islam. Kecaman Allah bagi mereka yang mengikuti jalan lain itu dapat disimak dalam surat yang sama ayat 159 yang artina:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi berpecah belah (bergolongan), tidak ada sedikit pun tanggung jawab kamu terhadap mereka, sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, di sisi yang lain, perbedaan adalah Sunnatullah. Setiap manusia diberikan kebebasan untuk menggunakan akal dan nuraninya unuk mencari jalan yang terbaik menuju Allah. Dalam term ini, Islam (Syariah) sebagai sistem nilai yang idiil hampir menemukan kemapanannya. Tentunya kesatuan tauhid akan keesaan Allah dan kerasulan Muhammad SAW adalah mutlak. Kemapanan ini akan berbeda ketika sudah memasuki wilayah sosiologis masyarakat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kesatuan Tauhid itu dalam pencapaiannya sebagai sunnatullah sering kali menimbulkan perbedaan. Perbedaan dalam proses inilah yang memicu terjadinya konflik sosial masyarakat beragama sesuai dengan latar belakang sosiologis mereka masing-masing dalam menangkap pemahaman tauhid. Klaim paling benar dalam perbedaan itulah yang dikecam Allah SWT. Karenanya secara an sich siapa yang paling benar nantinya hanya hak Allah untuk menentukannya sebagai hak absolitesmeNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Integrasi: Antara Pluralitas dan Konflik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Cara pandang yang sempit terhadap makna dan hakikat agama. Dus, kurangnya sikap menerima perbedaan sebagai sunnatullah an sich akan memicu konflik dalam beragama (masyarakat beragama), atau bahkan intern komunitas agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik sebagai suatu pertentangan yang terjadi dalam masyarakat antara individu dan kelompok muncul karena adanya perbedaan cara pandang dan penyikapan atasnya yang diperparah dengan berbedanya latar belakang sosial budaya, pengetahuan, keyakinan, norma dan nilai-nilai yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritik konflik berangkat dari adanya sesuatu yang tidak sama antara satu bagian dengan bagian lainnya yang menimbulkan ketegangan-pertentangan. Walau pada akhirnya menurut Paul B Horton (1996: 19) pertentangan itu akan membawa perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang Horton ini memusatkan perhatiannya pada perbedaan, ketegangan, dan perubahan yang dipaksakan oleh masing-masing pihak untuk mendapatkan keuntungan dari konflik dimaksud. Sosiolog Muslim era abad 13-an Ibn Khaldun kurang lebih memandang konflik memiliki potensi integratif. Ibn Khaldun memandang sisi positif dari konflik yang terjadi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, konflik it terjadi hanya karena persepsi keliru terhadap makna "ashabiah" sebagaimana terjadi pada masa jahiliyah sebelum kelahiran Islam. Persepsi keliru itu menafikan potensi nasionalisme semangat kesukuan untuk kesatuan yang lebih besar daripada kecintaan berlebih terhadap kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Khaldun konsep Ashabiah jahiliyah merupakan perilaku negatif yang timbul karena kesombongan, takabur, dan keinginan untuk menyokong-bergabung dengan suku yang lebih kuat dan terhormat sehingga sering kali menimbulkan konflik di antara kelompok-kelompok yang ada. Padahal konsep Ashabiah mengandung nilai-nilai solidaritas sosial berdasarkan nilai-nilai Islam, sesuai dengan makna "Ashab" yang berarti persahabatan atau "isabah" yang berarti ikatan mental sosial yang menghubungkan orang-orang secara kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Integrasi dan Pluralisme: Upaya Mencari Persamaan Persepsi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Prinsip religius plurality tidak melulu dimaknai sebagi pengakuan kebenaran semua agama. Akan tetapi pluralisme keagamaan itu menandaskan pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup mengingat semua agama pada mulanya menganut prinsip yang sama tenang ke-Esaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan demikian agama-agama iu baik karena dinamika internalnya sendiri atau karena persinggungan satu sama lain akan secara berangsur-angsur menemukan kebenaran asalnya sendiri. Sehingga, semua akan bertumpu pada satu titik pertemuan. Meminjam istilah Nurcholis Madjid Cammon Platform ini dalam al-Quran disebut dengan kalimatun sawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, pada saat syariat itu datang, ia tidak memonopoli beragam jalan keselamatan an sich hanya pada pemeluknya saja. Namun, keberagamannya diakui Islam. Baik metode-cara, syariat-syariat, dan agama-agama sebelumnya dalam kesatuan tauhid adan uluhiyyah dus mengakui konsep iman kepada hari pembangkitan dan berperilaku baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menempatkan pluralitas pada posisi ini pluralitas dapat melahirkan pengayaan peradaban dan budaya. Sebut saja sebagai contoh. Islam dalam potret masyarakat Timur Tengah tidak mesti sama dengan Islam di Asia, atau Islam Jawa dengan Islam di luar Jawa memiliki corak yang tidak persis sama. Dinamiknya bentuk keberagamaan ini tentunya masih dalam kesatuan tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT dalam surat Hud ayat 118-199 menegaskan: "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisiah pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'id Ibn Jubair (45-95 H / 665-714 M) menafsirkan "ummatan waahidatan" dengan agama Islam atau syari'at Islam semata. Sedangkan Mujahid Ibn Jubair al-Maliki (21-104 H / 624-722 M) dan Qhatadah Ibn Duamah as-Sadusi (61-118 H / 680-736 M) menafsirkan ayat "tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat" dengan keniscayaan manusia selalu berada dalam syari'at-syari'at yang beraneka ragam. Dan, Hasan al-Basyri (21-110 H / 642-628 M), Muqatil Ibn Sulaiman (150 H / 761 M), dan Atha Ibn Dinar (126 H / 744 M) menafsirkan "dan untuk itulah Allah menciptakan mereka" sebagai pemafhuman atas indikasi adanya perbedaan, atau karena manusia berbedalah maka Allah SWT menciptakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana struktur Agama Islam yang dapat merangkum pluralitas dan keyakinan dalam beragama. Demikian juga dimensi universalisme-humanismenya yang diatur oleh kerangka ke-ummat-an, subtansi dan pemahamannya menjadi membesar dan terus elastifistik, futuristik, dan dinamik. Dengan demikian jika kesatuan umat dapat menaungi pluralitas syariat dan ahama-agama, dipastikan dapat juga menaungi pluralitas bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua warna pluralitas dan kemajemukan itu adalah satu ayat (kebesaran) Allah SWT. Keyakinan beragam yang berbeda menggariskan batas-batas lingkaran keyakinan-keyakinan yang berbeda dalam naungan kesatuan agama. Dan, bahasa-bahasa menggariskan batas-batas lingkaran kebangsaan yang beragam dalam naungan integrasi umat. Dalam al-Quran ditegaskan: "dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu, sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui" (ar-Rum : 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Integrasi Sosial dalam Strata Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bangsa yan besar ini dalam dimensi horizontal dapat disederhanakan dengan penandaan terhadap adanya kolektivisme sosial berdasarkan kesukuan, keagamaan, dan kedaerahan. Pada perjalanan sejarahnya sering kali terjadi gesekan sosial baik dalam terma kesukuan, keagamaan, maupun kedaerahan. Motif dan nuansanya juga beragam. Tak jarang perbedaan kedaerahan misalnya dipertajam dengan perbedaan adat istiadat atau juga kesenjangan ekonomi antar daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat beragama konflik sering kali disulut oleh "semangat membabi buta" antar kelompok agama, dan banyak lagi contoh kasus konflik sara lainnya yang terekam kuat dalam ingatan masyarakat bangsa ini. Singkatnya pekerjaan rumah seluruh elemen bangsa ini bagi tercapainya integritas sosial masyarakatnya untuk mencari solusi bagaiman konsep kesejahteraan berlaku aktif menembus batas-batas kedaerahan dengan berbagai manifestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik yang terus berkecamuk di daerah-darah rawan konflik beberapa waktu lalu seperti Ambon, Poso, maluku, Aceh, Timika, dan lainnya hanyalah percikan api dari belum tuntasnya proses integrasi nasional dalam tinjauan vertikalistik. Perlu kesadaran mendalam seluruh elemen bangsa ini untuk saling bergandengan tangan dengan semangat toleransi akan perbedaan untuk kesatuan nasional yang lebih baik di kemudian hari. Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khusni Mubarok&lt;br /&gt;Cirebon Jawa Barat&lt;br /&gt;khusni_mubarok@yahoo.com&lt;br /&gt;081324548779&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(msh/msh)&lt;/b&gt;  &lt;!--&lt;/p&gt;--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tetap update informasi di manapun dengan &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;http://m.detik.com&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dari browser ponsel anda! &lt;/em&gt;  &lt;div id="bannerE"&gt;   &lt;div class="bannerE1"&gt; &lt;div id="ox_2916a3a8f7963f82beae6a8116531fb0" style="display: inline;"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://openx.detik.com/images/180x125_13.swf" style="" id="Advertisement" name="Advertisement" quality="high" wmode="transparent" allowscriptaccess="always" flashvars="alink1=http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D4456__zoneid%3D258__cb%3Deab9e92d02__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fiklanbaris.detik.com%2F&amp;amp;atar1=_blank" height="125" width="180"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--// &lt;![CDATA[ var ox_swf = new FlashObject('http://openx.detik.com/images/180x125_13.swf', 'Advertisement', '180', '125', '9');     ox_swf.addVariable('alink1', 'http%3A%2F%2Fopenx.detik.com%2Fdelivery%2Fck.php%3Foaparams%3D2__bannerid%3D4456__zoneid%3D258__cb%3Deab9e92d02__maxdest%3Dhttp%3A%2F%2Fiklanbaris.detik.com%2F');     ox_swf.addVariable('atar1', '_blank');     ox_swf.addParam('wmode','transparent'); ox_swf.addParam('allowScriptAccess','always'); ox_swf.write('ox_2916a3a8f7963f82beae6a8116531fb0'); // ]]&gt; --&gt;&lt;/script&gt;&lt;div id="beacon_eab9e92d02" style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img src="http://openx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=4456&amp;amp;campaignid=2541&amp;amp;zoneid=258&amp;amp;channel_ids=,&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Fsuarapembaca.detik.com%2Fread%2F2010%2F02%2F18%2F183045%2F1302408%2F471%2Fintegrasi-sosial-masyarakat-beragama-dalam-perspektif-tafsir&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fsuarapembaca.detik.com%2Fopini&amp;amp;cb=eab9e92d02" alt="" style="width: 0px; height: 0px;" height="0" width="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="bannerE2"&gt;&lt;a href="http://openx.detik.com/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=4526__zoneid=259__cb=4321870ab3__maxdest=http://tanyasaja.detik.com/kategori/percintaan" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://openx.detik.com/images/tanyasaja.com_psikolog_cinta_280x125.gif" alt="" title="" border="0" height="125" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="beacon_4321870ab3" style="position: absolute; left: 0px; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img src="http://openx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=4526&amp;amp;campaignid=2593&amp;amp;zoneid=259&amp;amp;channel_ids=,&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Fsuarapembaca.detik.com%2Fread%2F2010%2F02%2F18%2F183045%2F1302408%2F471%2Fintegrasi-sosial-masyarakat-beragama-dalam-perspektif-tafsir&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fsuarapembaca.detik.com%2Fopini&amp;amp;cb=4321870ab3" alt="" style="width: 0px; height: 0px;" height="0" width="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;         &lt;h4&gt;Baca juga : &lt;/h4&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2010/02/16/180602/1300865/471/menggugat-fungsi-legislasi-dprd"&gt;Menggugat Fungsi Legislasi DPRD &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2010/02/16/081637/1300284/471/indonesia-hari-ini-tak-elok-dipandang-dan-tak-nyaman-dihuni"&gt;&lt;yoono-highlight onmouseout="___yoonoLink.onYoonoOut(this)" onmouseover="___yoonoLink.onYoonoOver(event,this)" keywords="Jakarta" class="yoono-link-hover"&gt;Jakarta&lt;/yoono-highlight&gt; Sebagai Model Otonomi Daerah&lt;br /&gt;Indonesia Hari Ini Tak Elok Dipandang dan Tak Nyaman Dihuni &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2010/02/12/140526/1298337/471/memanusiakan-pekerja"&gt;Memanusiakan Pekerja &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;             &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-8084235524568809032?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/8084235524568809032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=8084235524568809032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8084235524568809032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8084235524568809032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/02/adikkuteruslah-berkarya.html' title='Adikku....teruslah menulis...'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-1703443830263805004</id><published>2010-01-23T01:11:00.004+03:00</published><updated>2010-01-24T17:01:02.593+03:00</updated><title type='text'>Mari Ngaji tentang keutamaan Wudhu</title><content type='html'>KEUTAMAAN BERWUDHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wudhu adalah salah satu amalan dan ibadah yang fadhilahnya sangat luar biasa.keistimewaan ini hanya Allah berikan kepada umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.Diantara fadhilah wudhu ialah bahwa wudhu bisa mensucikan sang mutawadhdhi' (orang yang wudhu) dari kesalahan dan dosa,serta membersihkan anggota tubuh yang dibasuhnya dari kotoran-kotoran yang menempel.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;قال النبي صلي الله عليه وسلم :(( من توضأ وأحسن الوضوء خرجت خطاياه من جسده حتي تخرج من تحت أظفاره )) رواه مسلم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda:"Barang siapa berwudhu dan membaguskan wudhunya (menyempurnakan wudhu dengan memperhatikan fardhu dan sunah-sunahnya),maka keluarlah dosa-dosa dari jasadnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya".(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :" اذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر اليه بعينه مع الماء أو مع أخر قطر الماء.فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع أخر قطر الماء . فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع أخر قطر الماء حتي يخرج نقيا من الذنوب ."   (( رواه مسلم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari abu Hurairah RA berkata:"Bahwa Rosulullah SAW bersabda:"Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu lalu membasuh mukanya,maka keluarlah (diampunilah) dosa-dosa wajahnya dimana ia melihat maksiat dengan matanya bersama air atau akhir dari percikan air,ketika membasuh kedua tangannya,maka diampinilah dosa-dosa tangannya bersama air atau bersama percikan akhir yang terakhir,ketika ia membasuh kedua kakinya,maka diampunilah dosa-dosa kakinya bersama air atau bersama percikan air yang terakhir hingga ia benar-benar bersih dari segala dosa".(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang substansinya sama dengan hadits diatas juga terdapat dalam shohih Muslim,yaitu hadits yang juga agak panjang dari sohaby aljalil 'Amr bib 'Abasah RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana keistimewaan dan keagungan berwudhu,maka marilah kita senantiasa berwudhu setiap saat.Bukan hanya saat kita hendak sholat tapi mari kita berusaha untuk selalu mudawamah dalam keadaan berwudhu.Biasakan kita berwudhu sebelum tidur,mau berangkat kerja dan beraktifitas atau dalam keadaan santai kita.Pada prinsipnya berusahalah kita untuk sering melakukan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan lain yang sangat luar biasa adalah bagi siapa saja yang berwudhu kemudian membaca syahadat dan doa,maka pintu surga yang delapan akan dibukakan untuknya dan diberikan lisensi oleh Allah untuk memasuki melalui pintu manapun yang ia kehendaki.Karena kita semua tahu bahwa surga itu mempunyai delapan pintu dan masing-masing ada kekhususan bagi siapa yang memasukinya,misalnya kata Rosulullah SAW disurga itu ada pintu yang khusus untuk orang-orang yang ahli puasa namanya "Baab Arroyyan",ada lagi Baab Ashshodaqoh,Baab Almusholliin dan seterusnya.Nah bagi mutawadhdhi' (orang yang rajin berwudhu) dan selepas wudhu membaca syahadat dan doa ini,ia diberikan kebebasan untuk memasuki pintu manapun yang dikehendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shohih Muslim hanya terdapat bacaan syahadat saja setelah wudhu dan tanpa doa,sedangkan Riwayat Imam Attirmidzi ada bacaan doa setelah membaca syahadat.Haditsnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;عن عمر بن الخطاب رضي الله عبه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :" من توضأ فأحسن وضوءه ثم قال : أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله أللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين , فتحت أبواب الجنة الثما نية يدخلها  من أيها  شاء " .((  رواه التر ميذي      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar Bin Alkhoththob RA berkata:Bahwa Rosululah SAW bersabda:" Barang siapa berwudhu lalu membaguskan wudhunya,kemudian setelah itu membaca Asyhadu anlaa ilaaha illaalloh.....dst (Artinya Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah,satu,tiada sekutu bagi-Nya,dan saya bersaksi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya.Ya Allah jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat,dan bagian dari orang-orang yang mensucikan diri),maka dibukalah pintu surga yang delapan yang dapat ia masuki darimanapun pintu yang ia kehendaki".(HR Attirmidzi :55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-1703443830263805004?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/1703443830263805004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=1703443830263805004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1703443830263805004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1703443830263805004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/01/mari-ngaji-tentang-keutamaan-wudhu.html' title='Mari Ngaji tentang keutamaan Wudhu'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-6846068155026080380</id><published>2010-01-23T00:39:00.003+03:00</published><updated>2010-01-23T01:06:06.803+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS X</title><content type='html'>Mari kita lanjutkan dengan hadits berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13- HADITS MUNQOTHI'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Munqothi' ialah hadits yang tidak disebutkan seorang rowi sebelum sahabat atau jelasnya ada rowi yang digugurkan dan rowi ini selain sahabat.Termasuk hadits Munqothi' juga ialah jika dalam sanadnya ada dua orang rowi yang letaknya berselang,maksudnya dua rowi sebelum sahabat itu tidak berdekatan/beriringan dalam rangkaian sanad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14- HADITS MU'DHOL atau MU'ADHDHOL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Mu'dhol atau Mu'adhdhol ialah hadits yang dalam sanadnya tidak disebutkan dua orang atau tiga orang rowi yang berdekatan,maksudnya dua atau tiga rowi tersebut masing-masing sebelum sahabat itu tidak berselang dalam sanad hadits itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab sebuah hadits itu kadang-kadang mempunyai dua sanad atau lebih,maka adakalanya kalau ditilik dari sanad A misalnya,hadits itu jelas sebagai hadits mu'dhol,tetapi menurut  sanad B sebagai hadits maushul,sebab semua rowinya diterangkan.Juga adakalanya menurut riwayat C suatu hadits itu dianggap sebagai hadits mauquf,tetapi menurut riwayat D sebagai hadits marfu' sebab sanadnya bersambung terus sampai kepada Nabi SAW.Hal-hal semacam ini seringkali terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanyaberbagai sanad itu,para ulama ahli hadits adakalanya berselisih pendapat,kemudian masing-masing mentarjihkan yakni memenangkan salah satunya.misalnya saja kalau kita menemui kata-kata:"Imam Ahmad mentarjihkan rafa'nya",maksudnya suatu hadits yang diperselisihkan marfu' atau mauqufnya itu,dinyatakan lebih kuat marfu'nya oleh Imam ahmad,tetapi oleh imam lain bisa jadi ditarjihkan mauqufnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15-HADITS MU'AN'AN dan HADITS MUANNAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Mu'an'an ialah hadits yang diriwayatkan dengan kata-kata "'An"atau "dari",dan tidak disebutkan kata-kata semacam haddatsanaa,akhbaronaa,sami'tu atau sami'naa.Sebagai satu-satunya syarat yang wajib dipenuhi oleh hadits ini ialah bahwa antara orang yang meriwayatkan dan orang yang menerima hadits itu bertemu secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadits Muannan ialah hadits yang diriwayatkan dengan menggunakan kata-kata "anna" atau "sesungguhnya",tetapi adakalanya diterjemahkan dengan kata-kata "bahwasannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-6846068155026080380?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/6846068155026080380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=6846068155026080380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6846068155026080380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6846068155026080380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/01/dirosah-hadits-x.html' title='DIROSAH HADITS X'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-1464170351766111791</id><published>2010-01-17T22:08:00.004+03:00</published><updated>2010-01-17T22:57:49.181+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS IX</title><content type='html'>Kembali kita akan lanjutkan kajian mustholah alhadits yang sempat terhenti.Seperti pada dirosah sebelumnya kita masih berbicara tentang istilah nama-nama hadits.Namun perlu di catat bahwa apa yang saya sampaikan disini hanyalah secara singkat dan global saja.Pada dirosah sebelumnya kita berhenti pada penjelasan tentang hadits Mauquf.Sekarang mari kita ikuti hadits-hadits selanjutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10- HADITS MAUSHUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHadits maushul adalah hadits yang terhubung sanadnya kepada Nabi SAW atau sahabat,dan setiap rowi yang meriwayatkannya menggunakan kata "aku mendengar....berkata",Seperti:"Aku mendengar G berkata",lalu G mengatakan:"Aku mendengar F berkata",dan demikian seterusnya sampai kepada Nabi SAW atau sahabat.Hadits yang semacam ini disebut Hadits Maushul.Jadi yang dianggap cirikhas dalam Hadits Maushul ialah persoalan&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; ittishol&lt;/span&gt; atau bersambung sampai kepada Nabi SAW atau sahabat dan rowi-rowi dalam sanadnya selalu menggunakan kata-kata:"Aku mendengar si....berkata".Maushul artinya bersambung isnadnya dan oleh sebab itu hadits ini juga bisa disebut hadits&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Muttashilul Isnad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Maushul dapat pula digunakan untuk sanad atau riwayat ataupun atsar dari sahabat atau tabi'i yang tidak putus,yakni bersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11- HADITS MURSAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Mursal ialah hadits yang diriwayatkan seorang Tabi'i,yang tentunya tidak pernah bertemu dengan Nabi SAW,tetapi secara langsung diucapkannya dari beliau SAW,seolah-olah ia bertemu sendiri,padahal sudah tentu oleh Tabi'i itu diterima dari seorang sahabat yang oleh si Tabi'i tidak disebutkan nama atau orangnya.Hadits semacam ini tidak bisa dijadikan dalil dalam menetapkan hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apabila ada seorang yang belum baligh diwaktu Kanjeng Nabi SAW masih hidup dan mendengar suatu hadits yang berupa perkataan atau melihat sesuatu yang dilakukan atau ditaqrirkan oleh Kanjeng Nabi SAW,lalu meriwayatkannya sewaktu sudah baligh,maka haditsnya dapat diterima.Demikian pula seseorang yang masih menjadi kafir sewaktu hidupnya Kanjeng Nabi SAW,kemudian setelah wafatnya beliau SAW ia masuk islam,lalu meriwayatkan perkataan,perbuatan atau taqqir Kanjeng Nabi SAW,maka haditsnya juga dapat diterima.Inilah yang disebut Hadits Mursal sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi diantara hadits-hadits mursal itu ada yang dinamakan Mursal sahabat.Yaitu sahabat meriwayatkan hadits dari Nabi SAW,tetapi setelah diteliti,ternyata bahwa hadits yang diriwayatkannya itu tidak langsung dari Nabi SAW,atau belum dianggap karena berbagai sebab,misalnya dengan sebab masih kecil atau ia masih kafir atau karena ia tidak melihat atau mendengar sendiri hadits tersebut.Namun demikian hadits Mursal sahabat boleh juga dijadikan dalil.Dalam hadits Imam Bukhori terdapat pula Hadits Mursal sahabat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12- HADITS MAQTHU'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Maqthu' ialah ucapan,perbuatan atau taqrir seorang Tabi'i.Oleh sebab itu hadits ini tidak bisa dijadikan dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jelasnya perlu di kemukakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)- Hadits yang sanadnya bersambung terus sampai kepada Kanjeng Nabi SAW disebut hadits Marfu'.&lt;br /&gt;b)-Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada sahabat disebut hadits Mauquf.&lt;br /&gt;c)-Hadits yang ternyata sanadnya hanya sampai kepada Tabi'i disebut hadits Maqthu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-1464170351766111791?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/1464170351766111791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=1464170351766111791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1464170351766111791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1464170351766111791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2010/01/dirosah-hadits-ix.html' title='DIROSAH HADITS IX'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-7119789996693763177</id><published>2009-12-26T01:22:00.002+03:00</published><updated>2009-12-26T01:26:01.720+03:00</updated><title type='text'>ADA APA DI DALAM MUHARROM ?</title><content type='html'>ADA APA DALAM MUHARRAM ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Muharram akan tetap bergulir tiap tahun sepanjang nafas kehidupan dunia ada.Dalam bulan mulia ini didalamnya terdapat hari yang bersejarah bagi agama-agama samawi yakni tepat pada hari kesepuluh bulan Muharram,hari itu biasa disebut dengan hari ’Asyuro.Karena begitu kental nuansa sejarahnya,maka wong jawa (khususe wong Indramayu,cirebon dll….)biasa menyebut Muharram dengan wulan sura dimana mereka mempunyai tradisi puasa 2 hari yaitu tanggal 9 dan 10 muharrom dan saling bersedekah untuk berbuka puasa dengan membuat bubur sura,yaitu membuat bubur dengan aneka warna seperti merah,putih dan kuning,juga lauk pauk yang beraneka warna pula.Konon katanya mengenang peristiwa Nabi Nuh A.S ketika mengumpulkan berbagai sisa makanan dari para pengikutnya yang beriman saat Allah S.W.T mengeluarkan dan menyelamatkan Nabi Nuh A.S dalam kapal setelah terjadinya banjir besar.Menurut sebagian riwayat peristiwa itu terjadi tepat pada bulan muharrom tanggal 10 atau hari ’ Asyuro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa pada hari ’Asyuro ini berbagai peristiwa telah terjadi  seperti diampuninya Nabi Adam A.S oleh Allah SWT,turunnya Kitab Taurot kepada Nabi Musa A.S,Diselamatkannya Nabi Ibrahim A.S dari api saat dibakar Raja Namrudz (Menurut Ulama Ahlullughot dibaca Numrudz dengan dhommah nun nya..),Keluarnya Nabi Yusuf A.S dari penjara,Nabi Ayyub A.S sembuh dari segala macam penyakit,Nabi Yunus A.S diselamatkan Allah dikeluarkan dari perut ikan,Nabi Musa A.S beserta pengikutnya diselamatkan Allah dari kejaran fir’aun dengan dibelahnya laut untuk menenggelamkan fir’aun dan pasukannya,juga sebuah tradisi Jahiliyyah yang biasa mengganti kiswah atau kelambu ka’bah tiap tahun tepat pada hari ‘Asyuro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari ‘Asyuro pula terjadi peristiwa kelam yang biasa kita dengar dengan istilah “tragedi Karbala”.Sayyidina Husen R.A,Cucu Baginda Mulia Kanjeng Nabi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam telah menjadi Syahid beserta keluarga dan para pengikutnya di karbala (iraq) termasuk putra Sayyidina Husen R.A sendiri yaitu Ali Akbar.Pembantaian sadis orang-orang mulia ini atas perintah Ubaidillah bin Ziyad dan setiap kepala para syuhada tersebut dibawa dan di arak sampai ke kufah.Pembantaian sadis ini adalah sebuah noktah hitam dalam sejarah umat islam yang tidak bisa kita lupakan.Sayyidina Husen R.A wafat dalam peristiwa perang tak seimbang tersebut menurut Ahlussunnah terjadi pada hari jumat tanggal 10 Muharram (‘Asyuro) tahun 61 H dalam usia 54 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap kejadian ataupun peristiwa yang telah terjadi seyogyanya bisa kita jadikan ‘ibroh dan pelajaran.momen bersejarah dari peristiwa ke peristiwa layak kita peringati agar kita bisa mentafakkurinya,mentadabburi dan mengambil hikmahnya.Pembantaian keji yang diterima Sayyidinaa Husen R.A dan para pengikutnya,kaum muslimin di Bosnia yang juga pernah diberangus,penjajahan dan pembunuhan kaum muslimin palestina yang tak kunjung selesai,kebiadaban pasukan yang dipimpin raja Ferdinand V dan issabel ketika menghancurkan kaum muslimin diandalusia,Granada dan castila dispanyol,tragedi poso dan seterusnya dan seterusnya adalah menyadarkan kepada kita betapa perang,kekerasan,anarkisme,ambisi dan kedzoliman hanya akan melahirkan kepedihan dan luka pada akhirnya.Sudah saatnya kita wujudkan kedamaian dengan mengutamakan dialog dan tidak saling mencurigai,baik dalam internal umat islam atau dalam lintas agama.perang adalah pembelaan terakhir dan bukan solusi utama.Islam sesuai dengan maknanya adalah damai dan keselamatan dan Rosulullah SAW yang disifati Allah sebagai “rouufun rohiimun” lembut dan penuh kasih sayang adalah bukti yang real bahwa kita umat islam harus mampu mengedepankan akhlak,kasih dan kesantunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan lagi…ngelingaken maning…supaya aja klalen..&lt;br /&gt;Besok dan lusa adalah tanggal 9 dan 10 muharram.dalam 2 hari ini kita disunahkan untuk berpuasa.Jangan lupa kita juga disunahkan sahur dimalam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما:قدم رسول الله صلي الله عليه وسلم المد ينة  فرأي اليهود تصوم عاشوراء,فقال :ما هذا ؟ قالوا : هذا يوم صالح نجي الله فيه موسي وبني إسرائيل من عدوهم فصامه.فقال : أنا أحق بموسي منكم فصامه وأمر بصومه.(متفق عليه)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah Bin Abbas R.A bahwa ketika Rosulullah SAW tiba di Madinah melihat orang-orang yahudi berpuasa.lalu Rosulullah SAW bertanya kepada mereka,”Puasa apa kalian”?.Mereka menjawab bahwa hari ini adalah hari baik dimana Allah menyelamatkan Nabi Musa A.S dan Bani Israil dari musuh-musuhnya,maka kami bersukur dan berpuasa untuk mengenangnya.Lalu Rosulullah SAW bersabda:”Aku lebih berhak atas musa daripada kalian”.Lalu Kanjeng Nabi SAW berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.(H.R Bukhori &amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي قتادة رضي الله عنه قال: أن رسول الله صلي الله عليه وسلم سئل عن صيام يوم عاشوراء, فقال : يكفر السنة الماضية.(رواه مسلم 1162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu qotadah R.A Bahwa Rosulullah SAW pernah ditanya tentang keutamaan puasa ‘Asyuro,Beliau SAW menjawab:Puasa ‘Asyuro melebur dosa setahun yang sudah berlalu.(H.R Muslim 1162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن إبن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :"لئن بقيت إلي قابل لأصومن التاسع".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas R.A berkata:”Rosulullah SAW bersabda:”Kalau aku diberi umur panjang hingga tahun depan,maka akau akan berpuasa tanggal 9 nya juga (9 muharram).(H.R.Muslim 1134,134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Allah ‘Azza Wajalla telah memanggil kekasih-Nya tersebut pada tahun itu juga.Semoga kita semua bisa meluluskan niat Junjungan Mulia kita ini untuk puasa 2 hari 9 dan 10 Muharram.Disamping puasa kita juga dianjurkan untuk lebih banyak beramal sholih seperti sedekah,berdoa,membaca alqur’an dan lain sebagainya.Harapan kita,seemoga amal ibadah ini diterima Allah SWT dan terampunkannya dosa-dosa kita selama ini.Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..ingat guru kami Mbah Yai Umar Sholih تغمده الله برحمته وأسكنه فسيح جنته&lt;br /&gt;Al faaaatihah………&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-7119789996693763177?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/7119789996693763177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=7119789996693763177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7119789996693763177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7119789996693763177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2009/12/ada-apa-di-dalam-muharrom_26.html' title='ADA APA DI DALAM MUHARROM ?'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-4680635366266731530</id><published>2009-11-30T23:20:00.002+03:00</published><updated>2009-11-30T23:24:54.467+03:00</updated><title type='text'>nganggo arsip bae</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="4" align="middle" valign="top" width="256"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/index00.asp"&gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/logo.gif" alt="Click Here For The Peninsula Home Page" border="0" vspace="0" width="254" height="110" hspace="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;  &lt;table bgcolor="#dcdcdc" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/curve1.gif" border="0" vspace="0" hspace="0" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" style="color: rgb(45, 66, 135);" align="right" width="365"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;   &lt;span class="top"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/index00.asp" class="top"&gt;Home&lt;/a&gt; | &lt;!--&lt;a href="/editor_f.asp" class="top"&gt;Letters to the editor&lt;/a&gt; |--&gt; &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/feedback_f.asp" class="top"&gt;Site Feedback&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/contactus.asp" class="top"&gt;Contact Us&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" bgcolor="#dcdcdc" valign="bottom"&gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/curve2.gif" align="left" border="0" vspace="0" hspace="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="right"&gt;  &lt;script src="http://mybrandcentral.com/ads/?id=32560" language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;!-- Showing Internal Ad from Brand Central due to the following error on flight ID #32560: Flight #32560 of campaign #2252 is completed based on the booked impressions!--&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-5596792267210557"; /* 468x60 MYBC */ google_ad_slot = "7680937558"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60; //--&gt; &lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script&gt;google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);&lt;/script&gt;&lt;iframe name="google_ads_frame" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?format=undefinedxundefined&amp;amp;output=html&amp;amp;lmt=1259612097&amp;amp;ea=0&amp;amp;flash=10.0.22&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.thepeninsulaqatar.com%2FDisplay_news.asp%3Fsection%3Dlocal_news%26month%3Dnovember2009%26file%3Dlocal_news200911281242.xml&amp;amp;dt=1259612097460&amp;amp;correlator=1259612097463&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=89210486.1259612097&amp;amp;ga_sid=1259612097&amp;amp;ga_hid=1168173924&amp;amp;ga_fc=0&amp;amp;u_tz=180&amp;amp;u_his=11&amp;amp;u_java=1&amp;amp;u_h=1050&amp;amp;u_w=1400&amp;amp;u_ah=1020&amp;amp;u_aw=1400&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_nplug=18&amp;amp;u_nmime=64&amp;amp;biw=1400&amp;amp;bih=857&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.thepeninsulaqatar.com%2Fsite_search%2Fsitesearch1.asp%3Fqu%3Dindonesian%2Bembassy%26sites%3Dln%26x%3D45%26y%3D12%26mh%3D50%26sa%3Dwrite%26ae%3D1%26ct%3DD%253A%255Cwebsites%255Cd-peninsula%255Cwww%255Cdata%255C&amp;amp;fu=0&amp;amp;ifi=1&amp;amp;dtd=36" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" scrolling="no" width="" frameborder="0" height=""&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ff7714" valign="top"&gt; &lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/blank.gif" align="top" border="0" vspace="0" width="4" height="4" hspace="0" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;!--&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:black;"&gt; &lt;b&gt;Monday, November 30, 2009&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;!-----------------End Logo table----------------&gt;   &lt;!----------------------Main table------------------------&gt;  &lt;table border="0" width="760"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top" width="154"&gt; &lt;!----------------------1st links td----------------------&gt;  &lt;script language="javascript"&gt;  function check() {  if (document.f2.qu.value=="")  {   alert("Search words required")   document.f2.qu.focus()   return false  } return true } function openPhotos(xmlname,imgno)  { strin="http://www.thepeninsulaqatar.com/photo_gallery/gallery.asp?xmlfile="+xmlname+"&amp;imgno="+imgno var nuWin=window.open(strin,'Gallery','menubar=no,toolbar=no,location=no,resizable=no,scrollbars=yes,status=no,width=530,height=480'); }  function opendiscussion()  {  var newWin=window.open('http://www.thepeninsulaqatar.com/discussion/Homepage.html','desktop','menubar=no,toolbar=yes,location=no,resizable=yes,scrollbars=yes,status=no,maximize=yes,top=0,left=0,width=800,height=500') }  &lt;/script&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="154"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(233, 233, 233);"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Local_News" class="left"&gt;Qatar News&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(233, 233, 233);"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=World_News" class="left"&gt;World News&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(233, 233, 233);"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Business_News" class="left"&gt;Business News&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(233, 233, 233);"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Sports_News" class="left"&gt;Sports News&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(233, 233, 233);"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Entertainment_News" class="left"&gt;Entertainment&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg style="color:#e9e9e9;"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/features/display.asp" class="left"&gt;Features&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg style="color:#e9e9e9;"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/young_editors/young_editors.asp" class="left"&gt;Young Editors&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg style="color:#e9e9e9;"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/commentary/commentarypage.asp" class="left"&gt;Commentary&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bg style="color:#e9e9e9;"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/commentary/editorial.asp" class="left"&gt;Editorial&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td bg style="color:#e9e9e9;"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/photo_gallery/photogalhome.asp" class="left"&gt;Photo Gallery&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;a href="javascript:opendiscussion()" class="left"&gt;Discussion Forum&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/site_search/calendar1.asp" class="left"&gt;From Our Archives&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;table border="0" width="154"&gt; &lt;!--------Site Search---------&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" bg="" style="color: rgb(49, 71, 142);" width="154"&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;color:white;"   &gt;&lt;b&gt;Search&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" width="154"&gt; &lt;form action="/site_search/sitesearch1.asp" method="get" name="f2" onsubmit="return check()"&gt; &lt;input name="qu" size="20" type="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;select name="sites" width="20"&gt; &lt;option value="all"&gt;All Sections&lt;/option&gt; &lt;option value="ln"&gt;Local News&lt;/option&gt; &lt;option value="ww"&gt;World Watch&lt;/option&gt; &lt;option value="bb"&gt;Business Briefs&lt;/option&gt; &lt;option value="sc"&gt;Sports Corner&lt;/option&gt; &lt;option value="en"&gt;Entertainment&lt;/option&gt; &lt;/select&gt; &lt;input src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/searchbt.gif" border="0" type="image"&gt;    &lt;!-- max hits --&gt;    &lt;input name="mh" value="50" type="hidden"&gt;    &lt;!-- sort by hits --&gt;    &lt;input name="sa" value="write" type="hidden"&gt;    &lt;!-- allow enumeration --&gt;    &lt;input name="ae" value="1" type="hidden"&gt;    &lt;!-- catalog --&gt;    &lt;input name="ct" value="D:\websites\d-peninsula\www\data\" type="hidden"&gt;  &lt;/form&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;!--------weather report---------&gt; &lt;!------end weather report------&gt; &lt;table width="154"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(49, 71, 142);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Free Newsletter&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;color:black;"   &gt;e-mail:  &lt;applet codebase="/" code="sub" viewastext="" border="1" width="150" height="120"&gt;&lt;/applet&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td bg="" style="color: rgb(49, 71, 142);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Contact Us&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;span style="color: rgb(45, 68, 143);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/contactus.asp" class="left"&gt;Contact Details&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;span style="color: rgb(45, 68, 143);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/advertise_f.asp" class="left"&gt;Advertising&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;span style="color: rgb(45, 68, 143);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/subscription.asp" class="left"&gt;Newspaper Subscribe&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;span style="color: rgb(45, 68, 143);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/editor_f.asp" class="left"&gt;Letters To The Editor&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#e9e9e9"&gt;&lt;span style="color: rgb(45, 68, 143);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/feedback_f.asp" class="left"&gt;Site Feedback&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;!---------------------end 1st links td-----------------&gt; &lt;/td&gt;    &lt;td valign="top" width="450"&gt; &lt;!--------2nd content td---------&gt;  &lt;table cellpadding="4" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;b&gt;Live the spirit of Eid, Indonesian ambassador tells compatriots&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style=";font-family:arial;font-size:11;color:black;"   &gt; &lt;!--&lt;p&gt;Monday, November 30, 2009--&gt;&lt;br /&gt;Web posted at: 11/28/2009 1:24:2&lt;br /&gt;Source ::: The Peninsula &lt;/span&gt;  &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;By CHRIS V PANGANIBAN   &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;DOHA: Indonesian Ambassador to Qatar Rozy Munir has called on the faithful from their community in Qatar to be always willing to make sacrifices and sincerely uphold social and good relationships among them. &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;Munir was speaking to some 2,000 community members attending the Eid Al Adha prayer held at the school grounds of Language Institute yesterday which was jointly organised by the Indonesian Embassy and Permiqa (Indonesian Community Association in Qatar). &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;The prayer was led by Ustadz Fuady, a member of Indonesian community in Dukhan, who also delivered the sermon. In his sermon, Ustadz Fuady reminded the attendees that man should prepare to make sacrifices in obeying God’s command, as was experienced by Prophet Abraham. &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;Munir has encouraged community members to perform Haj since Qatar is just close to Saudi Arabia considering that there is a notable increase of 210,000 Indonesians pilgrims which constituted 7.5 percent of the total 2.5 million people who perform Haj this year. &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;The ambassador said he and his family wished Eid Mubarak to those who came for the prayer and at the same time expressed gratitude to the school management of Language Institute for allowing the use of the school premises and the Qatari government for their assistance and generosity. &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;On the occasion of Eid Al Adha, the Indonesian Embassy is closed, and it will resume its operation on Sunday.   &lt;/span&gt;      &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;color:black;"   &gt;  &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" height="100%"&gt;   &lt;!--&lt;img src="'images/orline1.gif'" width="1" height="100%" /&gt;--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;!-- --end 2nd content td-----&gt; &lt;/td&gt;  &lt;td valign="top" width="170"&gt; &lt;!--------3rd td---------&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td align="center" bgcolor="#c0c0c0" width="1"&gt;  &lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/dot.gif" width="1" /&gt;  &lt;/td&gt; &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff" width="2"&gt;  &lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/dot.gif" width="1" /&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td valign="top"&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;b&gt;Related Stories&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;        &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News2009113035121.xml" class="center"&gt;Qatar Airways hits hard at Boeing delays&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News2009113035110.xml" class="center"&gt;International School Olympics from Dec 7&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News2009113035028.xml" class="center"&gt;Animal welfare group praises sheep handling&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News200911303502.xml" class="center"&gt;Doha Zoo attracts 11,500 visitors on first day of Eid&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News2009113034918.xml" class="center"&gt;Workers line up at vaccination unit for H1N1 jabs&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News200911303490.xml" class="center"&gt;Private taxi operators make fast bucks as Karwa cabs are hard to get&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News2009113034839.xml" class="center"&gt;Philippine Muslim Federation elects office-bearers&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News200911303487.xml" class="center"&gt;Nation Briefs: Emir greets Albania on National Day&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News2009113033717.xml" class="center"&gt;Ex-French PM stresses vital role of research&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(1, 26, 107);font-family:arial;font-size:12;"  &gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/images/oarrow.gif" width="6" height="8" /&gt;       &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;subsection=Qatar+News&amp;amp;month=November2009&amp;amp;file=Local_News200911303371.xml" class="center"&gt;Construction firms under inspection for hiring unqualified engineers&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;!-------end 3rd td-------&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;style type="text/css"&gt; &lt;!-- .bottom {  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 8pt; font-style: normal; color: #ffffff; text-decoration: none; font-weight: bold}  A.bottom:hover {color:#2D4287;}  --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;hr style="font-size: 78%; color: black;" width="100%"&gt; &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#2d4287"&gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/blank.gif" border="0" width="8" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;  &lt;td align="center" bgcolor="#ff7714" width="100%"&gt; &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Local_News" class="bottom"&gt;Qatar News&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=World_News" class="bottom"&gt;World Watch&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Business_News" class="bottom"&gt;Business News&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Sports_News" class="bottom"&gt;Sports News&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Sectionpage.asp?section=Entertainment_News" class="bottom"&gt;Entertainment&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/features/display.asp" class="bottom"&gt;Features&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/young_editors/young_editors.asp" class="bottom"&gt;Young Editors&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/commentary/display.asp" class="bottom"&gt;Commentary&lt;/a&gt;  &lt;!--&lt;a href="#" class="bottom"&gt;Fun Zone&lt;/a&gt; |--&gt;| &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/photo_gallery/photogalhome.asp" class="bottom"&gt;Photo Gallery&lt;/a&gt; | &lt;a href="javascript:opendiscussion()" class="bottom"&gt;Discussion Forum&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#2d4287"&gt;&lt;img src="http://www.thepeninsulaqatar.com/blank.gif" width="8" height="1" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;hr   width="100%" style="font-size:78%;color:black;"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td valign="top" width="154"&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:11;color:RED;"   &gt;  &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/Display_news.asp?section=local_news&amp;amp;month=november2009&amp;amp;file=local_news200911281242.xml#top" class="left"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Back to the Top&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td valign="top" width="420"&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:11;color:BLACK;"   &gt;  &lt;b&gt;© 2001 The Peninsula.&lt;/b&gt; All Rights Reserved.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/contactus.asp" class="left"&gt;Contact Us&lt;/a&gt; for any content re-production.&lt;br /&gt;To advertise on the site, please get in touch with our &lt;a href="http://www.thepeninsulaqatar.com/advertise_f.asp" class="left"&gt;Ad. Manage&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-4680635366266731530?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/4680635366266731530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=4680635366266731530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4680635366266731530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4680635366266731530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2009/11/home-letters-to-editor-site-feedback.html' title='nganggo arsip bae'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-9121086940649840511</id><published>2009-10-04T02:53:00.002+03:00</published><updated>2009-10-04T03:04:18.043+03:00</updated><title type='text'>MEREKA ADALAH PARA SYUHADA...Insya Allah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERKAITAN DENGAN KORBAN GEMPA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bismillahirrohmaanirrohiim.Alhamdulillaahirobbil 'Alamiin,washsholaatu wassalaamu 'Alaa Sayyidilmursaliin Wa Khootamannabiyyiin Sayyidinaa wamaulaanaa wahabiibinaa Muhammadin,Wa 'alaa Aalihii washohbihii Ajma'iin.Ammaa Ba'du..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bil ikhtishor... secara singkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meninggal dunia secara syahid bukan hanya bagi mereka yang perang secara langsung dengan pasukan kafir.Melainkan juga ada yang meninggal dunia bukan disebabkan perang,tapi oleh Kanjeng Nabi Shollallohu 'alaihi Wa sallam disebut sebagai syahid atau bagian dari syuhada.Artinya seseorang yang mati syahid,kelak diberikan Allah 'Azza wa jalla pahala yang besar dan kemuliaan yang tinggi di sisi-Nya.Mari kita mengenal siapa saja mereka yang tergolong syuhada.Saya akan kutip dari kitab Shohih Muslim Syarah &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1254613640_0"&gt;Imam Nawawi&lt;/span&gt; rohimahumallooh, jilid 7,kitabu al imaroh,dalam bab Bayan Asysyuhada hal 70.Saya sedikit mengedit dalam  menterjemahkannya kedalam bahasa indonesia,supaya lebih ringkas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dari Yahya bin yahya,beliau berkata:Aku membacakan pada malik dari sumay,dari Abi Sholih,dari Abu Hurairah,bahwa Rosulullah SAW bersabda:"Diantara ada seorang laki-laki berjalan,ditengah perjalanannya dia menemukan sebatang duri yang tergeletak,lalu dia menyingkirkannya dari tengah jalan".Maka dengan hal tersebut Allah meridhoinya dan mengampuni dosa2nya.Dan Nabi SAW pun bersabda:"Assyuhada a khomsatun:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al math'un,walmabthun, wal ghoriq,washohibul &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline; font-style: italic;"&gt;hadmi,wasysahiidu fi sabiilillah 'azza wajalla&lt;/span&gt;".Artinya:"Syuhada itu ada lima,yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1).Almath'un. Artinya orang yang meninggal dunia disebabkan menderita penyakit pes,sampar,wabah. Hal ini juga diperkuat hadits dari Anas Bin Malik,bahwa Kanjeng Nabi SAW bersabda :"Aththoo'uunu Syahadatun likulli muslim",Artinya: Tho'un adalah syahadah bagi setiap muslim".(HR Bukhori 2830 dan Muslim 1916).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2).Al Mabthun.Artinya Orang yang meninggal dunia karena penyakit perut,atau dalam bahasa agama disebut Ishal,yang artinya Pembuangan isi perut dengan urus-urus atau mencret.Menurut Imam Al Qodhi 'Iyadh,Al Mabthun adalah orang yang kena penyakit muntah2 disebabkan penyakit perut.Ulama lain berkata bahwa Al Mabthun adalah orang yang mempunyai penyakit busung perut.Menurut pendapat lainnya Al Mabthun adalah orang yang mempunyai pnyakit perut secara mutlak,apapun bentuk penyakitnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3).Al Ghoriq.Artinya  orang yang meninggal tenggelam di air.Baik disungai,laut, sumur ataupun lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4).Shohib Al Hadmi.Orang yang mati tertimpa reruntuhan.apakah gedung,pepohonan dan lainnya,sebab gempa bumi,angin topan,tsunami, longsor dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5).Assyahiid fii sabilillah 'azza wa jalla.Orang yang mati dijalan Allah.Para &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1254613640_1"&gt;Ulama&lt;/span&gt; sepakat bahwa mati dijalan Allah ini sifatnya umum.Ada yang sebab perang konfrontasi secara langsung dengan pasukan kafir,sedang melaksanakan sholat,mengajar, bekerja ataupun amalan2 sholih lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Para Ulama bersandar pada sebuah hadits dalam Riwayat Imam Malik,yang dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa hadits tersebut Shohih dan keshohihannya bi laa khilaaf atau tidak diperselisihkan, artinya Muhadditsin sepakat hadits tersebut shohih,walaupun Imam Bukhori dan Muslim tidak mengeluarkannya. Teks hadits tersebut adalah sebagai berikut.Nabi SAW bersabda:"Man qutila fii sabiilillah fahuwa syahiid,Wa Man maata fii sabiililillah  fahuwa syahiid".Artinya :"Barang siapa yang terbunuh dijalan Allah,maka ia syahid,dan barang siapa meninggal dijalan Allah,maka ia syahid".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahkan diriwayatkan dalam KItab Al Muwaththo karya Imam Malik rohimahulloh sebuah hadits dari Jabir Bin 'Atik bahwa Syuhada itu ada 7 macam selain syahid perang.Yaitu Al Math'un,wa al Mabthun,wa alghoriq,wa shohib al hadmi,wa shohib dzaat aljanbi (orang yang punya luka bernanah disisi perut),wa al hariq (orang yang mati terbakar api),wa al mar'atu tamuutu bijum'in (wanita yang meninggal dalam keadaan hamil).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi jelasnya ada syahid sebab perang (syahid dunia wal akhirat),dan ada syahid yang disebabkan bukan karena perang.Hanya saja syahid akhirat ini (bukan karena perang) tetap dimandikan dan disholatkan jenazahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Para Ulama berkata:Mereka yang meninggal selain perang disebut syahid/syuhada, karena mereka kelak diakhirat akan mendapatkan pahala para syuhada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini semata-mata karena fadhol dan kemurahan Allah 'Azza wa jalla kepada umat Rosulullah Shollallohu 'alaihi wasallam ini.Begitu sayangnya Allah kepada kita,begitu perhatian dan cintanya Kanjeng Nabi kepada kita,maka mari kita banyak bersyukur kepada Allah dengan semakin tambah ta'at kepada-Nya,mencintai Rosulullah dengan mengikuti sunah-sunahnya secara istiqomah,bersholawat dan terus bersholawat. .Allohumma sholli wasallim 'alaa sayyidinaaa wa maulaanaa MUHAMMAD...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wa'alaa Alihii washohbihii Wasallim tasliiman katsiiroo..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gempa dan berbagai musibah lainnya adalah 'ibroh bagi kita kaum yang beriman untuk banyak bercermin,mengakui kelemahan dan khilaf kita selama ini.Musibah adalah sapaan buat kita dari Yang maha Kuasa,agar kita kembali dan lebih sering menghadap-Nya. Betapa kuat dan gagahnya Allah.Betapa perkasa dan luar biasanya kekuatan Allah...Yaa Qowiyyu ya Matiin...Yaa Qohhaaru Yaa Jabbaaar..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga kita bangsa indonesia diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi taqdir ini,dan menjadikan kita sadar bahwa selama ini kita jauh dari Allah,sering melupakan-Nya, baik dalam lisan maupun hati kita...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mudah2an bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wong Dermayu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-9121086940649840511?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/9121086940649840511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=9121086940649840511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/9121086940649840511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/9121086940649840511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2009/10/mereka-adalah-para-syuhadainsya-allah.html' title='MEREKA ADALAH PARA SYUHADA...Insya Allah'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-4463167448112056934</id><published>2009-09-03T03:24:00.003+03:00</published><updated>2009-09-03T05:13:24.432+03:00</updated><title type='text'>NIKAH MUT'AH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUKUM NIKAH MUT'AH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Oleh:Wong Dermayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini kita kembali mendengar ramainya nikah mut'ah atau kawin kontrak istilah kita.Bahkan film "kawin kontrak" sendiri sudah ada 2 jilid yang beredar.Dalam tulisan ini kita akan membahas seputar nikah mut'ah dipandang dari keyakinan Ahlussunah wal jama'ah.Karena kalau kita tengok dari pemahaman Syi'ah,ada diantara firqoh syi'ah yang masih melegalkan nikah mut'ah tersebut,yakni syi'ah Imamiyyah Itsna 'asyariyyah atau yang kita kenal sekarang syi'ahnya khomeini.Sementara dua firqoh besar syi'ah seperti syi'ah Isma'iliyyah dan Syi'ah Zaidiyyah,mereka cenderung seperti kita yang menolak adanya nikah mut'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-4463167448112056934?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/4463167448112056934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=4463167448112056934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4463167448112056934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4463167448112056934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2009/09/nikah-mutah.html' title='NIKAH MUT&apos;AH'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-3568580865710434558</id><published>2008-05-22T04:16:00.004+03:00</published><updated>2010-01-17T22:07:29.216+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS VIII</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.  HADITS MASYHUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits masyhur atau hadits mustafidh ialah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih dan disampaikan kepada tiga orang atau lebih dan selanjutnya hingga sampai kepada para mudawwin.Jadi hadits tersebut wajib memiliki sekurang-kurangnya tiga macam sanad yang berlainan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  HADITS SHOLIH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits sholih ialah hadits yang nilainya kurang daripada hadits hasan,akan tetapi tidak terlampau lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.  HADITS MUDHO'AF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits mudho'af ialah hadits yang lemah matan atau sanadnya,tetapi sebagian sanadnya menguatkan pada sanad yang sebagiannya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.  HADITS MUSNAD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits musnad ialah hadits yang bersambung sanadnya sampai kepada Nabi SAW atau sampai kepada sahabat.Mengenai rowi-rowi yang ada didalam hadits musnad tersebut adakalanya memenuhi persyaratan untuk menjadi hadits shohih dan adakalanya tidak.Oleh sebab itu hadits musnad kadang dapat digolongkan hadits shohih,hasan,dho'if ataupun hadits marfu'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.  HADITS MARFU'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits marfu' hadits yang disandarkan kepada Nabi SAW,baik ucapan,perkataan maupun taqrirnya.Apakah yang menyandarkan kepada beliau adalah sahabat atau tabi'in ataupun orang yang setelah sahabat dan tabi'in,begitu juga ittishol/bersambung sanadnya atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi jelaslah bahwa hadits marfu' tidak selalu ittishol/bersambung.Kadang hanya sampai kepada sahabat,dalam hal ini disebut mursal.atau ada yang terlepas satu dari sanadnya atau juga ada perowi yang mubham/samar,hingga dalam hal ini disebut munqothi',atau ada dua bahkan lebih yang disebut mu'adhdhol.Dalam keadaan seperti ini,maka hadits ini dinilai dho'if walaupun marfu'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi kesimpulannya hadits marfu' mesti diperiksa terlebih dahulu proses dan jalan kemarfu'annya agar bisa ditentukan shohih,hasan atau dho'ifnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10.  HADITS MAUQUF.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits mauquf ialah perkataan,perbuatan atau taqrir sahabat.Oleh karena itu masih belum dapat digunakan sebagai dalil untuk menentukan suatu hukum dalam agama.Kecuali kalau sudah disepakati oleh seluruh sahabat,lalu disebut ijma' shohabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERSAMBUNG.....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-3568580865710434558?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/3568580865710434558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=3568580865710434558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/3568580865710434558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/3568580865710434558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2008/05/dirosah-hadits-viii.html' title='DIROSAH HADITS VIII'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-7059798211605427860</id><published>2008-05-20T01:12:00.003+03:00</published><updated>2008-05-20T01:52:17.220+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS VII</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  HADITS HASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hasan makna asalnya adalah bagus atau baik.Yang dimaksud hadits hasan adalah hadits yang sebenarnya adalah shohih perihal persyaratannya sebagaimana telah diterangkan pada dirosah sebelumnya,hanya saja diantara rowinya ada yang kurang kuat hafalannya atau dianggap sebagai pelupa atau ada keragu-raguannya atau ada yang menyalahi rowi yang dianggap lebih kuat dari rowi itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebagaimana hadits shohih,maka hadits hasan itu juga dibagi 2.Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Hasan Lidzaatih,jika dengan dirinya sendiri sudah dapat dianggap sebagai hadits hasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. hasan Lighoirih,jika derajat hasannya sebab ada bantuan hadits-hadits lain yang semisal dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  HADITS DHO'IF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dho'if menurut arti asalnya adalah lemah.Yang dapat digolongkan hadits dho'if ialah hadits yang sanadnya tiidak bersambung (tidak ittishol) atau dalam sanadnya ada rowi yang dianggap tercela atau cacat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maksud tercela atau cacat disini adalah misalnya rowi itu belum baligh,berubah akal,majhul,buruk sekali hafalannya,sangat pelupa,sering menyamarkan atau menyembunyikan  nama rowi yang lain,pendusta atau dituduh sebagai pendusta,dianggap sebagai orang fasik tapi tidak sampai batas kekafiran atau yang riwayatnya itu menyalahi riwayat yang dikemukakan orang yang sudah terkenal baiknya,demikian pula yang diantara rowinya ada yang suka mengerjakan perbuatan dosa besar atau dosa-dosa kecil yang berulang-ulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  HADITS MUTAWATIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suatu hadits yang diriwayatkan orang banyak dan disampaikan kepada orang banyak pula,kemudian oleh orang-orang yang menerima itu disampaikan lagi kepada orang banyak juga dan demikian seterusnya hingga sampai kepada para mudawwin.Maka hadits ini disebut hadits mutawatir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi ringkasnya hadits mutawatir itu tentu mempunyai sanad yang banyak sekali dan mustahil sekali andaikata para perowinya  sama-sama bersepakat membuat dusta atas sabda/ucapan atau apa-apa yang dikerjakan  oleh Rosulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits mutawatir ada 2 macam,yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Mutawatir lafdzi,jikalau berupa sabda nabi SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Mutawatir 'Amali jikalau berupa perbuatan nabi SAW.Seperti bagaimana cara nabi SAW mengerjakan sholat,haji dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadits mutawatir itu dengan sendirinya lebih dapat diyakini dan lebih kuat untuk dijadikan alasan dan hujjah dalam menentukan hukum daripada hadits shohih.Bahkan tidak memerlukan syarat-syarat yang lazim ditetapkan untuk menentukan hadits shohih itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERSAMBUNG MANIIIIING..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-7059798211605427860?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/7059798211605427860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=7059798211605427860' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7059798211605427860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7059798211605427860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2008/05/dirosah-hadits-vii.html' title='DIROSAH HADITS VII'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-2317553859898391496</id><published>2008-04-22T20:32:00.002+03:00</published><updated>2008-04-22T21:23:21.059+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS III</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA MENGENAL SIFAT-SIFAT ROWI HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenal siapa para perowi hadits baik tentang sifat dan kehidupan mereka tentu kita harus mengetahui dan mengkajinya melalui buku-buku biografi yang banyak ditulis oleh para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perawi hadits sejak masa nabi SAW sampai dicatat atau dikumpulkannya hadits-hadits tersebut oleh para mukhorrij atau mudawwin,sudah pasti disebut-sebut keadaan pribadi rowi itu masing-masingnya.Baik rowi itu termasuk dari golongan sahabat,tabi'in dan orang-orang yang sesudah tabi'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kitab-kitab yang khusus menjelaskan tentang biografi para perowi hadits dari sejak kelahirannya sampai akhir hidupnya.Maka dari itu tak ada satupun biografi hidup seorang rowi yang terlepas dari sorotan ahlul hadits,karena hal itu sangat penting untuk bisa menilai derajat sebuah hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada memang satu atau dua rowi yang tidak diketahui sejarah hidupnya ataupun terlepas dari catatan sejarah.Rowi semacam ini disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rowi majhul &lt;/span&gt;yakni tidak diketahui atau dikenal.Maka jika ada hadits yang diriwayatkan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rowi yang majhul&lt;/span&gt;,haditsnya tentu tidak bisa diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab yang mencatat keadaan para rowi itu,maka setiap seorang rowi wajiblah dikenal minimal oleh dua orang ahli hadits pada masanya masing-masing yang benar-benar mengetahui hal ikhwal rowi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengarang kitab yang menyusun dan menguraikan sejarah hidup para rowi beserta sifat-sifatnya yaitu antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a- Imam Ibnu Hajar Al-'Asqolany.Beliau menyusun kitab-kitab sebagai berikut:&lt;br /&gt;     1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahdzibut-tahdzib&lt;/span&gt;,12 jilid dan memuat 12460 rowi.&lt;br /&gt;     2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ta'jiilul-manfa'ah.&lt;/span&gt;1 jilid.memuat 1733 rowi selain yang ada di  tahdzibut-tadzhib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     3. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Addurorul-kaminah&lt;/span&gt;.4 jilid,memuat 5320 rawi.&lt;br /&gt;     4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Ishobah,&lt;/span&gt;8 jilid,memuat 11279.Kitab ini lebih spesifik menguraikan                sejarah para sahabat Rosulullah SAW.&lt;br /&gt;     5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lisanul mizan&lt;/span&gt;,6 jilid,memuat 14343 rowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b- Imam Adz-dzahabi.Beliau menyusun kitab bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mizanul-I'tidaal,&lt;/span&gt;3 jilid dan memuat 10907 rowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c- Imam Bukhori menyusun kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;At-Tarikhul-kabir&lt;/span&gt;.6 jilid dan memuat 9048 rowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d- Imam Ibnun nadin.Beliau menyusun kitab Al-Fihrist 10 jilid,7202 rowi.&lt;br /&gt;e- Imam Abdul hayy Al-Hasani menyusun kitab  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nuzhatul-Khawatir&lt;/span&gt;,3 jilid dan memuat 807 rowi.&lt;br /&gt;f- Imam Ibnu Abi Hatim menyusun kitab Al-Jarhu wat-ta'diil,9 jilid,18040 rowi.&lt;br /&gt;g- Ibnul Atsir,menyusun kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usudul-ghobah&lt;/span&gt;,4 jilid,memuat 6500 para sahabat rosulullah SAW.&lt;br /&gt;h- Imam ASy-Syaukani,menyusun kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al badruth-tholi'&lt;/span&gt;,2 jilid dan memuat 441 rowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau-beliau itulah yang digelari oleh para ulama sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rijalul hadits &lt;/span&gt;atau para pahlawan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung deui....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-2317553859898391496?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/2317553859898391496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=2317553859898391496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/2317553859898391496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/2317553859898391496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2008/04/dirosah-hadits-iii.html' title='DIROSAH HADITS III'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-671500535898992897</id><published>2008-04-22T20:28:00.000+03:00</published><updated>2008-04-22T20:29:39.241+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS II</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SYARAT-SYARAT YANG WAJIB DIMILIKI OLEH ROWI.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Setiap Rowi hadits haruslah memiliki kriteria-kriteria sebagai  berikut,agar hadits yang diriwayatkannya bisa dijadikan hujjah dan kuat.Karena  ini sangat menentukan nilai dan derajat hadits yang diriwayatkannya.Diantara  kriteria tersebut adalah:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;a-&lt;em&gt; Bulugh&lt;/em&gt; artinya ia sudah baligh menurut ketentuan  agama.Artinya bahwa ia sudah baligh ketika meriwayatkan hadits yang  bersangkutan,sekalipun waktu menerimanya masih kecil atau belum mencapai  baligh.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;b- &lt;em&gt;Islam&lt;/em&gt;.artinya saat ia menyampaikan hadits ia dalam  keadaan islam,walaupun waktu menerimanya masih beragama lain.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;c-&lt;em&gt; ‘Adalah&lt;/em&gt;.Yakni orang islam,aqil baligh (berakal) dan tidak  terjangkit penyakit gila,juga tidak pernah melakukan dosa besar serta tidak  membiasakan melakukan dosa kecil.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;d-&lt;em&gt;Dhobath&lt;/em&gt;.yaitu dapat menangkap apa yang diterima dan  didengar,kuat hafalannya dan bukan pelupa,sehingga dimana dan kapan saatnyapun  jika diperlukan maka ia dapat mengulang kembali dan menyebutkan hadits yang  diterima olehnya itu dengan baik dan lancar.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;e- &lt;em&gt;Ittishol&lt;/em&gt;.yakni bersambung.artinya rowi yang menerima  hadits itu bertemu langsung dengan rowi yang diatasnya,jadi seperti rawi G  bertemu dengan F,rowi F bertemu dengan rowi E,E bertemu D demikian seterusnya  hingga rowi A bertemu sendiri dengan Rosulullah SAW.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;f- &lt;em&gt;Ghiru syadz&lt;/em&gt;.yakni tidak ganjil.Maksudnya hadits yang  diriwayatkan tidak berlawanan dengan hadits lain yang lebih kuat dan juga tidak  berlawanan dengan Al qur’an.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Demikianlah beberapa syarat yang perlu dimiliki oleh setiap rowi  hadits.Selain syarat-syarat tersebut diatas,untuk memberi nilai bahwa hadits itu  benar-benar shohih atau hasan masih diperlukan syarat-syarat yang lain yang  insya Allah kita akan bahas pada tulisan-tulisan selanjutnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-671500535898992897?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/671500535898992897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=671500535898992897' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/671500535898992897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/671500535898992897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2008/04/dirosah-hadits-ii.html' title='DIROSAH HADITS II'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-8392009647180831273</id><published>2008-04-22T20:24:00.000+03:00</published><updated>2008-04-22T20:27:41.927+03:00</updated><title type='text'>DIROSAH HADITS</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KITAB-KITAB HADITS DAN TINGKATANNYA.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kitab-kitab hadits yang biasa disebut-sebut dalam mengemukakan alasan  untuk menentukan sutu hukum agama itu banyak sekali.Tetapi yang masyhur  diantaranya ialah Shohih bukhori,shohih Muslim,Jami’ Imam Tirmidzi,Shohih Ibnu  Hibban,Shohih Ibnu Khuzaimah,Almuwaththo’ Imam Malik,Sunan Abu Dawud,Sunan Abu  Dawud,Sunan Ibnu Majah,Sunan An Nasa’i,Sunan Al Baihaqy,Al-Mustadrok Imam  Hakim,Musnad Imam Syafi’ie,Musnad Ahmad,Al-Mu’jam Thobroni (terdiri dari tiga  macam,shoghir,awsath dan kabir),dan Shohih Ibnu ‘Awanah Rodhiyallohu ‘anhum wa  wardhoohum ajma’iin.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari uraian diatas kita dapat mengetahui bahwa diantaranya ada yang  disebut Musnad,sunan atau tidak menggunakan kedua kata tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan antara musnad dan sunan adalah sebagai  berikut:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama : Musnad artinya yang disandarkan.Jadi kalau dikatakan sanad  berarti rangkaian para perawi dari mukhorrij atau mudawwin paling akhir sampai  rowi yang pertama langsung menerima dari Rosulullah SAW.Misalkan Musnad Imam  Syafi’ie,maka itu artinya hadits-hadits yang dikumpulkan Imam Syafi’ie,sedang  cara pengumpulannya ialah tiap-hadits yang diriwayatkan oleh sahabat secara  berurutan,misalnya sahabat Ibnu Abbas,lalu Umar,Aisyah,Abu Hurairah dan demikian  seterusnya.Oleh karena itu kitab hadits yang bernama Musnad,fasal-fasalnya tidak  berurutan seperti kitab fiqih,misalnya fasal thoharoh dulu,baru fasal  sholat,zakat,fasal haji.Kemudian dilanjutkan fasal Mu’amalat seperti jual beli  dan lain-lain.Diteruskan dengan fasal Munakahat atau yang berhubungan dengan  pernikahan,perceraian,fasakh nikah,ruju’ dan sebagainya.Kemudian masuk bab  Jinayat atau pelanggaran undang-undang dan masing-masing hukuman yang wajib  diberikan terkait dengan pelangaran-pelanggaran tersebut,lalu disambung dengan  bab-bab fiqih yang lainnya hingga selesai.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nah jadi jelas kitab musnad itu isinya tidak beraturan dan berurutan  masalah demi masalah yang diketengahkannya.Bab-bab dalam musnad  itu,fasal-fasalnya adalah perihal rowi-rowinya yang diutamakan,maka didalamnya  terdapat fasal Aisyah,fasal Abdullah bin Umar,Abu Hurairah,Abdullah bin Abbas  dan seterusnya dari mulai rowi yang terbanyak meriwayatkan hadits sampai yang  paling sedikit.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua: Sunan ialah kitab hadits yang bab-babnya diurutkan menurut  urutan fasal-fasal yang berhubungan dengan fiqh,seperti bab thoharoh dulu,lalu  mu’amalat,munakahat,jinayat dan sampai akhirnya menurut rangkaian urutan  persoalan-persoalan fiqh.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selanjutnya apabila kitab hadits itu bukan disebut musnad atau  sunan,maka cara perurutannya adalah berbeda-beda.ada yang menyerupai musnad dan  ada pula yang menyerupai sunan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bersambung…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-8392009647180831273?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/8392009647180831273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=8392009647180831273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8392009647180831273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8392009647180831273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2008/04/dirosah-hadits.html' title='DIROSAH HADITS'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-4808606500651191490</id><published>2008-04-15T22:03:00.005+03:00</published><updated>2008-04-16T01:50:23.680+03:00</updated><title type='text'>TENTANG QOUL QODIM DAN JADID IMAMUNA AL SYAFI'IE RA</title><content type='html'>A. Al QOULUL QODIM.(Pendapat/fatwa lama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdillah Muhammad bin Idris Al syafi'ie (Imam Syafi'ie ra) memulai konsentrasi dan menciptakan karya2 besarnya di iraq kira2 tahun 198 H.yaitu sesudah usia beliau mencapai 48 tahun dan sesudah memulai masa belajar selama lebih kurang 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya di iraq beliau mengarang kitab ushul fiqh yang diberi nama Ar risalah.Menurut satu riwayat hal itu karena permintaan Syekh abdurrahman bin mahdi di mekkah.Di mana Syekh Abdurrahman  meminta kepada beliau agar menerangkan suatu kitab yang mencakup ilmu tentang arti Al Qur'an,hal ihwal yang ada di dalam al qur'an,tentang soal ijma',soal nasikh dan mansukh dan tentang hadits-hadits Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini setelah dikarang dan disalin oleh murid2nya lantas dikirim ke mekkah ,disamping ada pula yang di sebar di iraq.Tentang kitab Ar risalah karangan Imam Syafi'ie ini,Imam Fakhrurrozy dalam kitab "Manaqib As Syafi'ie" mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adalah umat islam sebelum Imam Syafi'ie ra,membicarakan masalah-masalah fiqh,mereka mengambil dan membantah dalil-dalil,tapi tidak ada suatu peraturan umum yang dapat dipedomani dalam menerima dan menolak dalil-dalil itu.Imam Syafi'ie ra menciptakan ilmu baru yang dinamai Ushul al fiqh;dimana beliau meletakkan dasar-dasar dan peraturan2 umum yang dapat dipakai dalam menyelidiki derajat dalil-dalil syari'at islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muzani berkata:"Saya membaca kitab Ar risalah 500 kali.maka setiap kali membaca,saya dapati didalamnya satu ilmu baru yang saya belum mengetahui sebelumnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Al Karabisi murid Imam Syafi'ie di baghdad menceritakan:"kami ( di baghdad) pada hakikatnya tidak mengetahui cara-cara pemakaian dalil dari Alqur'an,dari hadits,dari ijma',sampai datang kepada kami Imam Syafi'ie ra,maka kami akhirnya mengetahui cara-cara tersebut dari sang Imam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abu Tsur Al Kalaby (murid Imam Syafi'ie di baghdad):"Tatkala kami mendengar fatwa Imam Syafi'ie ra,maka beliau menerangkan tentang lafadz "amm (perkataan umum) dalam Alqur'an,tetapi dimaksudkan khusus,lafadz khusus tapi yang dimaksud umum.Kami mulanya tidak tahu hal ini tapi setelah datangnya sang Imam maka kami akhirnya mengetahui".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid Imam Syafi'ie ra Syekh Abu 'Ali bin Husein Al karabisi pada suatu ketika berkata:"Ketika Imam Syafi'ie berada di baghdad saya datang dan meminta kepada beliau kiranya beliau mengizinkan saya membaca sebuah kitab karangannya.Beliau menjawab:"Ambilah kitab "Az Za'faran,saya beri ijazah kitab itu padamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al karabisi ini kemudian menjadi penyambung lidah Imam Syafi'ie ra.Beliau meninggal dunia tahun 240 H.Yaitu 36 tahun setelah wafatnya Imam Syafi'ie ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Imam Syafi'ie selain dikarang dalam bentuk buku,juga ditablighkan kepada umum,sehingga makin banyaklah murid2 imam syafi'ie di baghdad.Fatwa-fatwa yang dikeluarkan Imam Syafi'ie ra ketika berada di baghdad inilah yang dinamai "Al Qoulul Qodim"ata Fatwa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MURID-MURID IMAM SYAFI'IE RA DI BAGHDAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid Imam Syafi'ie banyak sekali di baghdad,tetapi yang masyhur sebagai penyambung lidah beliau adalah sebagai berikut"&lt;br /&gt;1- Syekh Abu Ali Al Hasan As Shobah Az za'faran.(wafat tahun 260 H).&lt;br /&gt;2- Syekh Husein bin Ali Alkarabisi.(wafat tahun 240 H).&lt;br /&gt;3- Imam Ahmad bin Hanbal.(wafat tahun 240 H).&lt;br /&gt;4- Imam Abu Tsur Alkalabi.(wafat tahun 240 H).&lt;br /&gt;5- Syekh imam ishaq bin rohaweh/rahuyah.(wafat tahun 277 H).&lt;br /&gt;6- Syekh Ar robi' bin sulaiman al Murody.(wafat tahun 270 H).&lt;br /&gt;7- Abdullah bin Zuber Al Humaidy.(wafat tahun 219 H).&lt;br /&gt;dan lain-lain.&lt;br /&gt;Khusus Syekh Ar robi' bin sulaiman almurody dan Abdullah bin zubaer,keduanya ikut Imam Syafi'ie ke mesir dan ikut membantu menyebarkan pandangan sang Imam di mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. AL QOULUL JADID (Pendapat/fatwa baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'ie sebagaimana riwayat menyebutkan,beliau pindah ke mesir pada tahun 198 H.Di mesir tinggal disebuah rumah sahabatnya yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam dan mengajar di masjid 'Amr bin "ash yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di mesir ini selama 5 tahun beliau berfatwa dan mengembangkan madzhabnya dihadapan umum dengan lisan dan tulisan dan mendapat sambutan yang sangat baik dari dunia islam saat itu.Kitab-kitab yang dikarang beliau sangat banyak sekali,kemudian disalin oleh murid-muridnya dan dibawa ke negeri lain untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab yang dikarang Imam Syafi'ie ketika dimesir antara lain:&lt;br /&gt;1- Ar risalah.(Ar risalah al jadid),karena sebelumnya sang Imam juga mengarang Ar risalah al qodim sewaktu di baghdad.&lt;br /&gt;2- Kitab Ahkamil Qur'an&lt;br /&gt;3- Kitab Ikhtilaful hadits.&lt;br /&gt;4- Kitab Ibtholul istihsan.&lt;br /&gt;5- Kitab Jima'ul "ilmi.&lt;br /&gt;6- Kitab al-qiyas.&lt;br /&gt;7- Kitab Al Umm dalam Ilmu Fiqh.&lt;br /&gt;8- Kitab Al Musnad.&lt;br /&gt;9- Kitab Mukhtashor Al Muzany.&lt;br /&gt;10-Kitab Harmalah.&lt;br /&gt;11-Kitab Jami'al Muzani Al Kabir.&lt;br /&gt;12-Kitab Jami'al muzani As Shoghir.&lt;br /&gt;13-Kitab Istiqbalul Qiblatain.&lt;br /&gt;14-Kitab Mukhtashor Al Buwaithi.&lt;br /&gt;15-Kitab Al amaali.&lt;br /&gt;16-Kitab Al Qossamah.&lt;br /&gt;17-Kitab Al Jizyah.&lt;br /&gt;18-Kitab Qital Ahlil Baghyi&lt;br /&gt;dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Qodhi Imam Abu Muhammad bin Husein bin Muhammad Al marudzi,salah seorang murid Imam Syafi;ie ra:"Imam Syafi'ie telah mengarang 113 (seratus tiga belas) kitab dalam ilmu ushul,tafsir,fiqh,adab,sastra dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu di mesir inilah Imam Syafi'ie ra meninjau kembali fatwa-fatwa yang dikeluarkan beliau saat di baghdad.Ada yang diantaranya ditetapkan dan ada pula yang direvisi bahkan di mansukhnya.Karena itulah timbul istilah Qoul Qodim dan Qoul Jadid.Qoul Qodim adalah yang di fatwakan di baghdad dan Qoul Qodim dimesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MURID-MURID IMAM SYAFI'IE RA DI MESIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Imam Syafi'ie ra dimesir mengembangkan madzhabnya,beliau mempunyai ratusan bahkan ribuan murid yang datang dan mengaji kepada beliau dari segala penjuru dunia.Hanya saja yang dekat,mendengar dan menulis dan membantu Imam Syafi'ie dalam menyusun kitab tidak terlalu banyak.Diantara adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Ar robi' bin sulaiman al muradi yang datang bersama Imam Syafi'ie ra dari baghdad.(wafat tahun 270 H).&lt;br /&gt;2- Abdullah bin Zubeir Al Humaidi,yang juga datang bersama sang Imam dari baghdad.(wafat tahun 219 H).&lt;br /&gt;3- Al Buwaithy.Lama lengkapnya adalah Abu Ya'qub yusuf bin Yahya Al Buwaithi.(wafat tahun 232 H).&lt;br /&gt;4- Al Muzany.Nama lengkapnya adalah Abu Ibrahim isma'il bin Yahya Almuzany (wafat tahun 264 H).&lt;br /&gt;5- Arrobi' bin Sulaiman Al Jizy.(wafat tahun 256 H).&lt;br /&gt;6- Harmalah bin Yahya At Tujiby (wafat tahun 243 H).&lt;br /&gt;7- Yusuf bib Abdil A'laa (wafat tahun 264 H).&lt;br /&gt;8- Muhammad bin Abdullah bin abdul Hakam (wafat tahun 268 H).&lt;br /&gt;9- Abdurrahman bin abdullah bin Abdul Hakam (wafat tahun 268 H).&lt;br /&gt;10-Abu Bakar Al Humaidy (wafat tahun 229 H).&lt;br /&gt;11-Abdul 'Aziz bin Umar (wafat tahun 234 H).&lt;br /&gt;12-Abu 'Utsman,muhammad bin Syafi'ie (anak kandung Imam Syafi'ie wafat 232 H).&lt;br /&gt;13-Abu Hanifah Al Aswani (orang mesir asal qibthi.wafat tahun 271 H).&lt;br /&gt;dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perantaraan murid-murid beliau inilah pelajaran-pelajaran imam Syafi'ie ra tersiar luas ke seluruh pelosok dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syekh Muhammad bin Hamdan bin Sufyan Al Baghdady:"Pada suatu hari saya datang ke rumah Ar robi' bin Sulaiman,maka saya dapati di muka rumahnya 700 kendaraan yang membawa orang-orang yang akan mengaji dan mempelajari kitab-kitab Imam Syafi;ie ra".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di riwayatkan bahwa Imam Al Buwaithi telah menggantikan Imam Syafi'ie mengajar dalam halaqoh sang Imam sesudah sang Imam wafat selama kurang lebih 27 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula bahwa Imam Al Muzani telah menggantikan Al Buwaithi setelah wafatnya.Imam Al Muzani menggantikan Al Buwaithi hingga wafat tahun 264 H.Yaitu 60 tahun setelah wafatnya Imam Syafi'ie ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid Imam Syafi'ie yang bernama Ar robi' bin sulaiman almuradi adalah orang yang menulis kitab Ar risalah Al jadidah dan kitab Al-Umm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-4808606500651191490?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/4808606500651191490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=4808606500651191490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4808606500651191490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4808606500651191490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2008/04/tentang-qoul-qodim-dan-jadid-imamuna-al.html' title='TENTANG QOUL QODIM DAN JADID IMAMUNA AL SYAFI&apos;IE RA'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-7367794248274862361</id><published>2007-10-19T21:24:00.000+03:00</published><updated>2007-10-20T21:14:46.419+03:00</updated><title type='text'>SEPUTAR  IJTIHAD,FATWA,MADZHAB DAN TAQLID</title><content type='html'>SEPUTAR IJTIHAD,FATWA,MADZHAB DAN TAQLID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Mochammad Fuady Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fatwa Agama pada zaman Rosulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Rosulullah SAW,setiap hukum yang dibutuhkan masyarakat akan mudah langsung dijawab oleh nabi SAW.Baik jawaban itu melalui wahyu dari Allah SWT melalui malaikat jibril yang disebut Alqur'an maupun jawaban yang langsung diberikan dan diputuskan oleh nabi SAW sendiri,dalam hal ini disebut hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya hukum sholat dan membayar zakat.Allah SWT memerintahkan dengan wahyu melalui jibril AS langsung kepada nabi SAW.Setelah menerimanya lalu menyampaikannya kepada para sahabat yang hadir ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Allah SWT berfirman "wa aqiimushsholaata wa aatuzzkaata warka'uu ma'arrooki'iin.." Artinya:"dan dirikanlah sholat dan keluarkanlah zakat serta ruku'lah bersama-sdama orang yang ruku'".(QS Albaqarah 43).Pada ayat ini Alah SWT memerintahkan sholat dan mewajibkan zakat.Kemudian nabi SAW menyampaikn atau menfatwakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam sebuah ayat,katakanlah dalam ayat tadi ada perintah sholat dan zakat,lalu cara sholat sendiri belum jelas,apa syarat rukunnya,sunah dan batalnya,juga perintah tadi hukumnya wajib atau hanya sekedar anjuran.Maka umat akan menanyakannya kepada nabi SAW.Begitu juga zakat,apa saja macam zakat itu,apa saja yang mesti dizakati,kepada siapa harus diberikan,berapa banyak harta yang wajib dizakati dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menjelaskan semuanya dan menerangkan sejelas2nya apa maksud Allah dengan wahyu Nya itu,karena tugas nabi selain menympaikan wahyu kepada umat juga menjelaskan maksud wahyu itu sendiri.Inilah Maksud firman Allah SWT :"Yaa ayyuharrosuulu balligh maa unzila ilaika min robbika...."&gt;Artinya : Wahai rosul,sampaikanlah apa-apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu".(QS Al Maidah 67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG INSYA ALLAH......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-7367794248274862361?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/7367794248274862361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=7367794248274862361' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7367794248274862361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/7367794248274862361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/10/seputar-ijtihadfatwamadzhab-dan-taqlid.html' title='SEPUTAR  IJTIHAD,FATWA,MADZHAB DAN TAQLID'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-8897696408293838785</id><published>2007-10-09T21:31:00.000+03:00</published><updated>2007-10-10T04:00:45.168+03:00</updated><title type='text'>TENTANG ULAMA BESAR AL IMAM SYAFI'I ROHIMAHULLOH TA'ALAA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/Rwvc6RFAfqI/AAAAAAAAAA8/uxZRG3gvULY/s1600-h/Image(248)-003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119428295011630754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/Rwvc6RFAfqI/AAAAAAAAAA8/uxZRG3gvULY/s320/Image(248)-003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;IMAM SYAFI'I DAN SEJARAH RINGKASNYA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh ; Mochammad Fuady Abdullah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;1. NASAB IMAM SYAFI'I RA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nama beliau yang mulia ini adalah Muhammad bin Idris Bin Al 'abbas Bin Utsman Bin Syafi' Bin Al Saaib Bin Ubaed Bin 'Abd Bin Yazid Bin Hasyim Bin Abdul Muththolib Bin Abdi Manaf Bin Qushoy Bin Kilab Bin Murroh Bin Ka'ab Bin Luay Bin Gholib Bin Fihr Bin Malik Bin Al Nadhr Bin Kinanah Bin KhuzaimahBin Mudrikah Bin Ilyas Bin mudhor Bin Nizar Bin Ma'add Bin "adnan Bin Udd Bin Udad.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam riwayat lain menyebutkan sedikit perbedaan Yakni Muhammad Bin Idris Bin Al 'abbas Bin Utsman Bin Syafi' Bin Al Saaib....Bin Abu yazid Bin Hasyim Bin Abdul Muthllib dst..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalau menurut riwayat pertama,Abdu manaf bin Qushoy adalah Kakek Imam Syafi'i yang ke 10,sedangkan pada riwayat kedua,Abdu manaf Bin Qushoy adalah kakek ke 9.Nah Abdu Manaf bin Qushoy ini adalah kakek ke 4 dari Nabi Muhammad SAW.Karena sebagaimana kita tahu bahwa nasab Rosulullah SAW adalah Muhammad SAW Bin Abdullah Bin Abdul Muththolib Bin Hasyim Bin Abdu Manaf Bin Qushoy Bin kilab ...dst.Jadi jelaslah bahwa Imam kita yang mulia ini Assyafi'i ra senenek moyang dengan Baginda Rosulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Adapun Ibunda Imam Syafi'i ra adalah Fathimah Binti Abdullah Bin Hasan Bin Husen Bin Ali Bin Abi Tholib ra.Jadi Ibunda Imam kita ini adalah cucu dari cucu sayyidina "ali Bin Abi tholib,menantu dan sahabat Rosulullah SAW dan khalifah ke IV dalam khulafaa Arroosyidin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kitab "Wafayaat Al A'yaan" juz III/163 disebutkan bahwa kakek ke 4 imam Syafi'i ra yang bernama Al Saaib adalah salah seorang pembawa bendera Bani Hasyim pada waktu perang Badar.Sedangkan gelar "SYAFI'I" diambil dari kakek yang ke 3 yaitu Syafi' Bin Al Saaib.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;2-&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;KELAHIRAN IMAM SYAFI'I RA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Imam Syafi'i ra lahir di gazza (Ghazzah) palestina pada tahun 150 H.Ada riwayat lain bahwa beliau lahir di 'Asqolan dan ada juga yang mengatakan diyaman.Namun yang Rojih dan kuat bahwa imam Syafi'i ra lahir di gazza sebagaimana yang dikatakan Ibnu Khollakan dan Yaquut Al Hamawy.(lihat wafayaat al A'yaan 4/165).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beliau ditinggal wafat ayahnya saat masih kecil.Syafi'i yang yatim ini sekitar dua tahun hidup bersama ibundanya diantara gazza dan 'asqolan,lalu dibawa ibundanya ke makkah dan hidup disana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada sejarah dan peristiwa besar menjelang dan pasca kelahiran sang imam kita ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;a ). Sewaktu Imam Syafi'i masih dalam kandungan,Ibunya bermimpi bahwa sebuah bintang telah keluar dari perutnya dan terus naik membumbung tinggi,kemudian bintang itu pecah bercerai dan berserakan menerangi daerah2 disekelilingnya.Ahli mimpi menta'birkan bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang kelak ilmunya akan memenuhi jagat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hal itu sekarang telah menjadi kenyataan bahwa ilmu Imam Syafi'i ra telah memenuhi dunia,bukan hanya di wilayah arab dan timur tengah,tapi juga masuk benua afrika,asia tengah hingga sampai ketimur jauh indonesia,malaysia,thailand,philipina dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;b ). Sejarah mencatat bahwa ditahun dimana imam Syafi'i dilahirkan telah terjadi sedikitnya 2 musibah besar bagi kaum muslimin saat itu yakni Allah SWT telah mewafatkan 2 Imam besar dan agung dizamannya yaitu Imam Abu Hanifah ra(pendiri madzhab Hanafy) di iraq,dan Imam Ibnu Jurej Al Makky,mufti hijaz waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menurut firasat hal ini adalah suatu pertanda bahwa anak yang terlahir ini akan menggantikan yang meninggal dalam hal ilmu dan kemuliaannya.Alhamdulillah akhirnya menjadi sebuah kenyataan bahwa Imam Syafi'i ra walaupun kini beliau yang mulia juga sudah menghadap sang Kholiqnya namun ilmu dan kebesaran namanya tetap indah dan harum sepanjang masa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Allohummanfa'naa bi'uluumihi fiddaroini..amiin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bersambung.......&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Marooji':&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;-Adaab Al Syafi'i wamnaaqibihii li Abi Hatim Al rozy&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;-Al Adzkiyaa lil jauzy&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;-Al irsyad fii ma'rifati ulama al hadits li al kholily&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;-dll&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-8897696408293838785?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/8897696408293838785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=8897696408293838785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8897696408293838785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8897696408293838785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/10/tentang-ulama-besar-al-imam-syafii.html' title='TENTANG ULAMA BESAR AL IMAM SYAFI&apos;I ROHIMAHULLOH TA&apos;ALAA'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/Rwvc6RFAfqI/AAAAAAAAAA8/uxZRG3gvULY/s72-c/Image(248)-003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-1220999619882029258</id><published>2007-10-08T21:18:00.000+03:00</published><updated>2007-10-08T22:26:41.949+03:00</updated><title type='text'>DIALOG ROSULULLAH SAW DENGAN MU'ADZ BIN JABAL</title><content type='html'>Rosulullah SAW suatu ketika pernah berdialog dengan Mu'adz bin Jabal.Seorang sahabat yang hendak diutus ke yaman untuk menjadi muballigh dan mufti disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat itu selengkapnya dalam riwayat Abu Dawud sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mu'adz bin Jabal ra,bahwa Rosulullah SAW ketika akan mengirimnya ke yaman bertanya :"ya mu'adz bagaimana caranya engkau memutuskan perkara yang dibawa orang kepadamu?".."saya akan memutuskannya menurut yang tersebut dalam kitabullah"..Jawab mu'adz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bertanya lagi:"Kalau engkau tak menemukan hal itu dalam kitabullah,bagaimana?".Mu'adz menjawab:"saya akan memutuskannya menurut sunah rosul Nya".Lalu nabi SAW bertanya lagi:"Kalau hal itu tidak ditemukan juga dalam keduanya,yakni Kitabullah dan sunah rosul,bagaimana?".&lt;br /&gt;Lalu mu'adz menjawab:"Jika tidak terdapat dalam keduanya saya akan berijtihad tanpa ragu sedikitpun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu,nabi Muhammad SAW lalu meletakkan kedua tangannya kedada mu'adz dan berkata:"Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq utusan rosulullah,sehingga menyenangkan hati rosul-Nya".&lt;br /&gt;(HR Imam Tirmidzi dan Abu Dawud).Lihat kitab shohih tirmidzi juz II/68 dan Sunan Abu Dawud juz III/303.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Riwayat diatas menunjukkan adanya ijtihad dan urgensinya jika dalam beberapa hal tidak kita temukan dalil yang shorih baik dalam Al qur'an maupun hadits.Hanya saja diperbolehkannya seseorang untuk berijtihad tentu dengan beberapa syarat yang harus ditempuhnya.Apalagi soal hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang boleh berijtihad tapi tidak semua orang bisa melakukannya.Ilmu adalah faktor terpenting yang harus dimiliki oleh mujtahid.Keihlasan,niat dan tujuannya benar2 karena Allah SWT.Iman,ilmu dan takwa seakan menjadi standart mutlak bagi yang hendak berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dinamika kehidupan yang terus berjalan,maka semakin banyak pula persoalan dan problematika yang muncul dihadapan dan sekitar kita.Hal ini harus mampu dijawab.Hususnya dalam masalah keagamaan maka layaklah "fas aluu ahladzdzikri in kuntum laa ta'lamuun"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan mutusin sekarepe wudele dewek..ngalor ngidul ora nggenah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-1220999619882029258?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/1220999619882029258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=1220999619882029258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1220999619882029258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1220999619882029258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/10/dialog-rosulullah-saw-dengan-muadz-bin.html' title='DIALOG ROSULULLAH SAW DENGAN MU&apos;ADZ BIN JABAL'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-5721811182668987559</id><published>2007-09-23T05:45:00.001+03:00</published><updated>2007-10-09T21:30:55.053+03:00</updated><title type='text'>ARTIKEL ILMU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/RwvHyxFAfpI/AAAAAAAAAA0/doc1zU_Oe6Y/s1600-h/fhotoku+007.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119405076418428562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/RwvHyxFAfpI/AAAAAAAAAA0/doc1zU_Oe6Y/s320/fhotoku+007.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;PERKARA WAJIB LEBIH BAIK&lt;br /&gt;DARI PERKARA SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang disibukkan dengan amalan&lt;br /&gt;fardlu (wajib) sehingga tidak sempat&lt;br /&gt;mengamalkan yang sunnah maka ia dimaafkan,&lt;br /&gt;dan orang yang disibukkan dengan amalan&lt;br /&gt;sunnah dan mengabaikan amalan fardhu maka ia&lt;br /&gt;tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar ibn Abdul Aziz mengatakan: "Amalan&lt;br /&gt;yang tidak didasarkan atas ilmu, maka kerusakan yang&lt;br /&gt;ia timbulkan lebih banyak dari kebaikan".&lt;br /&gt;Thariqah (tarekat) yang belakangan ini&lt;br /&gt;banyak digandrungi oleh masyarakat kita sebagai&lt;br /&gt;sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;adalah sebuah amalan yang baik, namun bila&lt;br /&gt;tarekat itu dilakukan tanpa didasari ilmu yang&lt;br /&gt;benar maka seseorang akan mudah terjerumus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya tidak sedikit kita temukan tarekattarekat&lt;br /&gt;yang pada awalnya murni, bersih dari&lt;br /&gt;penyimpangan-penyimpangan dari syari'at Islam&lt;br /&gt;dan dirintis oleh ulama-ulama sufi yang hakiki,&lt;br /&gt;kini banyak mengalami perubahan yang mengarah&lt;br /&gt;kepada penyimpangan dari ajaran syari'at Islam.&lt;br /&gt;Ini semua terjadi karena dangkalnya ilmu orang&lt;br /&gt;yang menjalankan tarekat tersebut. Hingga&lt;br /&gt;sebagian orang meyakini bahwa tarekat adalah&lt;br /&gt;wajib atau dzikir secara mutlak adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam beberapa tarekat menyebar paham&lt;br /&gt;Hulul (keyakinan bahwa Allah menempati&lt;br /&gt;makhluk-Nya) dan Wahdatul Wujud (keyakinan&lt;br /&gt;bahwa Allah menyatu dengan makhluk-Nya) yang&lt;br /&gt;merupakan salah satu bentuk kekufuran yang&lt;br /&gt;sangat keji dan parah, lebih parah dari kekufuran&lt;br /&gt;orang nasrani sekalipun seperti dijelaskan oleh&lt;br /&gt;Imam as-Suyuthi dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarekat adalah upaya untuk meneladani&lt;br /&gt;akhlak para Ahlullah; para wali dan orang-orang&lt;br /&gt;saleh dan merutinkan dzikir-dzikir tertentu&lt;br /&gt;dengan cara tertentu yang tidak menyalahi syara'&lt;br /&gt;yang dicetuskan oleh pendiri tarekat. Tarekat&lt;br /&gt;bermuara kepada ketakwaan dan kesalehan yang&lt;br /&gt;sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarekat adalah pelengkap, modal&lt;br /&gt;utamanya adalah bertakwa, yaitu melaksanakan&lt;br /&gt;kewajiban dan menjauhi hal-hal yang&lt;br /&gt;diharamkan. Tarekat hukumnya sunnah artinya&lt;br /&gt;baik dilakukan tetapi tidak berdosa jika&lt;br /&gt;ditinggalkan. Kita jangan sampai menjadi orangorang&lt;br /&gt;yang tertipu karena mengikuti tarekat lalu&lt;br /&gt;amalan-amalan yang hukumnya wajib cenderung&lt;br /&gt;kita abaikan, seperti menuntut ilmu agama yang&lt;br /&gt;pokok misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut ilmu agama jauh lebih besar nilai&lt;br /&gt;pahalanya dari pada mengamalkan tarekat, karena&lt;br /&gt;menuntut ilmu agama hukumnya wajib bagi&lt;br /&gt;setiap muslim dan muslimah.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman&lt;br /&gt;melalui lisan Rasul-Nya:&lt;br /&gt;"Dan tidaklah ada amalan seorang hamba untuk&lt;br /&gt;mendekatkan diri kepada-Ku lebih Aku cintai dari&lt;br /&gt;amalan yang Aku wajibkan" (H.R. al Bukhari) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman...&lt;br /&gt;Buletin yang ada di tangan anda saat ini adalah salah satu&lt;br /&gt;ceramah seorang ulama besar, ahli hadits masa&lt;br /&gt;kini yang berasal dari daerah Habasyah di&lt;br /&gt;Somalia. Beliau adalah Syekh Abdullah al Harari&lt;br /&gt;al Habasyi. Meski singkat namun isinya sangat&lt;br /&gt;bermanfaat untuk kita jadikan bahan perenungan&lt;br /&gt;lalu kita amalkan. Selamat membaca !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENUNTUT ILMU AGAMA&lt;br /&gt;LEBIH DIDAHULUKAN DARI&lt;br /&gt;TAREKAT, DZIKIR DAN WIRID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta'ala memuji ilmu dalam beberapa&lt;br /&gt;ayat al Qur'an dan menganjurkan untuk&lt;br /&gt;menuntutnya. Rasulullah shallallahu 'alayhi&lt;br /&gt;wasallam juga menjelaskan keutamaan ilmu. Ini&lt;br /&gt;dikarenakan ilmu, yakni ilmu agama dibutuhkan&lt;br /&gt;oleh seluruh lapisan masyarakat. Ilmu agama&lt;br /&gt;dibutuhkan oleh para penguasa, orang tua; ayah&lt;br /&gt;dan ibu. Tidak ada satu lapisan masyarakat-pun&lt;br /&gt;yang tidak membutuhkan ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya begitu urgen ilmu agama ini, terutama&lt;br /&gt;di masa sekarang yang dipenuhi dengan&lt;br /&gt;kebodohan. Ketidaktahuan tentang ilmu halal&lt;br /&gt;dan haram betul-betul telah mengenai secara&lt;br /&gt;merata terhadap segenap perbuatan dan aktivitas&lt;br /&gt;masyarakat. Ketika di masa lalu, di masa-masa&lt;br /&gt;kejayaan, masa para sahabat, tabi'in, atba' at&lt;br /&gt;Tabi'in dan setelahnya, ilmu agama banyak&lt;br /&gt;dipelajari, maka kondisi ummat Islam jauh lebih&lt;br /&gt;baik dari kondisi kita di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya tuntutlah ilmu agama, jangan&lt;br /&gt;sampai tertipu oleh kebiasaan sebagian&lt;br /&gt;orang yang meninggalkan ilmu dan&lt;br /&gt;menyibukkan diri dengan tarekat, dzikir dan&lt;br /&gt;wirid. Dzikir jelas memerlukan ilmu, dzikir&lt;br /&gt;tidak bisa dilakukan tanpa ilmu. Demikian&lt;br /&gt;pula Ta'abbud, yakni memfokuskan diri&lt;br /&gt;berkonsentrasi untuk beribadah juga&lt;br /&gt;memerlukan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh jauh berbeda antara&lt;br /&gt;seorang 'Abid (ahli ibadah) dan seorang 'Alim.&lt;br /&gt;Cukup sebagai dalil untuk menjelaskan hal itu&lt;br /&gt;hadits Nabi shallallahu 'alayhi wasallam dalam Jami'&lt;br /&gt;at-Turmudzi yang diriwayatkan dengan sanad yang&lt;br /&gt;sahih dari Abu Umamah al Bahili –semoga Allah&lt;br /&gt;meridlainya- beliau mengatakan: "Ada dua orang&lt;br /&gt;di masa Rasulullah, satunya 'Abid dan satunya lagi&lt;br /&gt;'Alim, maka Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam&lt;br /&gt;mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keutamaan seorang 'Alim atas seorang&lt;br /&gt;'Abid adalah seperti keutamaanku di atas orang yang&lt;br /&gt;paling rendah derajatnya di antara kalian. Dan&lt;br /&gt;sesungguhnya Allah memberikan rahmat, para malaikat&lt;br /&gt;memohonkan ampun bahkan ikan-ikan di laut&lt;br /&gt;mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan&lt;br /&gt;kepada manusia" (H.R. at-Turmudzi) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan yang demikian besar ini&lt;br /&gt;dikarenakan dengan ilmu agama Allah ta'ala&lt;br /&gt;memperbaiki kerusakan yang parah dan dengan&lt;br /&gt;ilmu agama Allah menyelamatkan banyak orang&lt;br /&gt;dari kebinasaan dan kehancuran. Perbandingan&lt;br /&gt;yang disebutkan dalam hadits di atas adalah&lt;br /&gt;antara seorang 'alim yang benar-benar 'alim dan&lt;br /&gt;seorang 'abid yang benar-benar 'abid. Sedangkan&lt;br /&gt;jika seorang 'alim tidak betul-betul berilmu dan&lt;br /&gt;beramal maka dia tidak memperoleh keutamaan&lt;br /&gt;tersebut. Demikian pula seorang 'abid jika&lt;br /&gt;ibadahnya tidak berdasarkan kaedah-kaedah syara'&lt;br /&gt;dan tidak sesuai dengan aturan hukum yang ada&lt;br /&gt;maka ibadahnya seperti tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi 'abid yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu&lt;br /&gt;'alayhi wasallam adalah seorang yang mengetahui&lt;br /&gt;cara yang membuat ibadahnya sah, bukan orang&lt;br /&gt;yang beribadah secara ngawur tanpa mengetahui&lt;br /&gt;bagaimana bisa sah sholatnya, bersucinya dan&lt;br /&gt;seterusnya. Yustru orang seperti ini berada dalam&lt;br /&gt;kerusakan yang sangat berbahaya. 'Abid yang&lt;br /&gt;diperbandingkan oleh Rasulullah shallallahu 'alayhi&lt;br /&gt;wasallam dengan 'alim adalah 'abid yang&lt;br /&gt;mengetahui cara ibadah yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena agungnya keutamaan seorang 'alim,&lt;br /&gt;Nabi Isa 'alayhissalam ketika menjelaskan ciri&lt;br /&gt;ummat Muhammad mengatakan:&lt;br /&gt;"(Mereka adalah) orang-orang yang 'alim, pemaaf, baik&lt;br /&gt;dan bertaqwa, seakan mereka seperti para nabi dari sisi&lt;br /&gt;kedalaman pemahaman mereka terhadap agama" (H.R.&lt;br /&gt;Abu Nu'aym dalam Hilyah al Awliya')&lt;br /&gt;Nabi Isa tidak mengatakan: "Seakan mereka seperti&lt;br /&gt;para nabi dari sisi ibadahnya", melainkan beliau&lt;br /&gt;mengatakan: "Seakan mereka seperti para nabi dari&lt;br /&gt;sisi kedalaman pemahaman mereka terhadap agama",&lt;br /&gt;agar diketahui betapa mulianya ilmu dan betapa&lt;br /&gt;tinggi kedudukan para ulama di atas para 'abid,&lt;br /&gt;tetapi memang jika digabungkan antara ilmu&lt;br /&gt;dengan ibadah maka akan menjadi sebuah derajat&lt;br /&gt;yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ilmu-lah yang menjelaskan tingkatantingkatan&lt;br /&gt;amal, amal yang utama dan yang paling&lt;br /&gt;utama, perbuatan yang haram dan yang makruh,&lt;br /&gt;maksiat yang termasuk tingkatan dosa besar dan&lt;br /&gt;dosa kecil, maka diketahui dengan jelas bahwa&lt;br /&gt;ilmu adalah amal yang paling baik. Ilmu lebih&lt;br /&gt;layak untuk menghabiskan waktu-waktu kita yang&lt;br /&gt;berharga dan ilmu adalah keinginan yang paling&lt;br /&gt;layak untuk diraih dan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya&lt;br /&gt;kalian harus meraih ilmu, meskipun karena itu&lt;br /&gt;kalian banyak tidak meraih hal-hal yang biasa&lt;br /&gt;diinginkan oleh nafsu manusia. Karena kewalian&lt;br /&gt;yang sesungguhnya adalah berilmu dan&lt;br /&gt;mengamalkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membaca sejarah&lt;br /&gt;para ahli fiqih di masa-masa lalu dan menelaah&lt;br /&gt;perjalanan kehidupan mereka akan mengetahui&lt;br /&gt;hal itu dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh seorang 'alim&lt;br /&gt;yang ahli dalam fiqih dan hadits Abu 'Amr ibn&lt;br /&gt;ash-Shalah asy-Syahrazuri ad-Dimasyqi yang&lt;br /&gt;hidup pada abad VI H. Pada sekitar dua puluh&lt;br /&gt;tahun yang lalu, kuburannya digali untuk&lt;br /&gt;dipindahkan karena di kawasan pekuburan&lt;br /&gt;tersebut hendak dibangun jalan yang baru. Ketika&lt;br /&gt;digali ditemukan jasad beliau yang masih utuh,&lt;br /&gt;tidak ada satupun bagian tubuhnya yang&lt;br /&gt;membusuk, bahkan kain kafan yang melilit&lt;br /&gt;jasadnya tidak rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad tersebut kemudian&lt;br /&gt;dipindahkan ke kawasan Al Maydan di Damaskus&lt;br /&gt;dan dikebumikan di sana. Ibnu ash-Shalah ini di&lt;br /&gt;kalangan ummat Muhammad tidak setingkat dan&lt;br /&gt;sepopuler Imam Syafi'i, imam Malik dan imam&lt;br /&gt;Ahmad, tingkatan beliau dibanding mereka masih&lt;br /&gt;sangat jauh. Meskipun Ibnu ash-Shalah terkenal&lt;br /&gt;sebagai seorang ahli hadits dan ahli fiqh Syafi'i,&lt;br /&gt;namun beliau tidak sepopuler dan sekaliber imam&lt;br /&gt;Syafi'i, semoga Allah meridlai mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ash-Shalah tidak memperoleh kemuliaan&lt;br /&gt;dan derajat yang tinggi ini kecuali dengan ilmu&lt;br /&gt;dan amal. Kisah tentang jasad Ibnu ash-Shalah&lt;br /&gt;yang masih utuh padahal telah berlalu ratusan&lt;br /&gt;tahun ini, diceritakan kepadaku oleh salah&lt;br /&gt;seorang ulama Damaskus, yaitu Syekh Abu&lt;br /&gt;Sulaiman az-Zabibi dan beliau mendengarnya&lt;br /&gt;dari Abdul Muta'aal, seorang penggali kuburan&lt;br /&gt;yang menyaksikan langsung peristiwa penggalian&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan&lt;br /&gt;dosa saudara-saudara kami yang beriman yang&lt;br /&gt;telah mendahului kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAREKAT TIDAK WAJIB .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pemahaman yang keliru adalah&lt;br /&gt;perkataan sebagian orang yang mengaku-aku sufi:&lt;br /&gt;"Tarekat adalah wajib".&lt;br /&gt;Tarekat adalah salah satu bid'ah yang baik&lt;br /&gt;(Bid'ah Hasanah). Bid'ah secara bahasa berarti hal&lt;br /&gt;baru yang diadakan tanpa ada contoh&lt;br /&gt;sebelumnya. Sedangkan dalam pengertian syara'&lt;br /&gt;bid'ah berarti hal baru yang tidak dinash dalam al&lt;br /&gt;Qur'an ataupun sunnah, Ibnu al 'Arabi&lt;br /&gt;mengatakan: "Bid'ah dan Muhdats (perkara baru)&lt;br /&gt;tidak dicela karena lafazh dan maknanya,&lt;br /&gt;melainkan Bid'ah yang dicela adalah yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan sunnah dan Muhdats yang&lt;br /&gt;dicela adalah yang membawa kepada kesesatan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama membagi bid'ah menjadi dua;&lt;br /&gt;bid'ah hasanah dan bid'ah sayyiah. Bid'ah hasanah&lt;br /&gt;adalah hal baru yang sesuai dengan al Qur'an dan&lt;br /&gt;sunnah. Bid'ah sayyiah adalah hal baru yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan al Qur'an dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian bid'ah ini diperkuat oleh hadits Nabi&lt;br /&gt;shallallahu 'alayhi wasallam:&lt;br /&gt;"Barang siapa merintis (memulai) dalam&lt;br /&gt;agama Islam perkara baru yang baik maka baginya&lt;br /&gt;pahala dari perbuatan tersebut juga pahala dari orang&lt;br /&gt;yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa&lt;br /&gt;berkurang sedikitpun pahala mereka, dan barang siapa&lt;br /&gt;merintis dalam Islam perkara baru yang buruk maka&lt;br /&gt;baginya dosa dari perbuatan tersebut juga dosa dari orang&lt;br /&gt;yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa&lt;br /&gt;berkurang dosa-dosa mereka sedikitpun" (H.R.&lt;br /&gt;muslim) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan bahwa hal baru dalam&lt;br /&gt;Islam ada dua macam; ada yang sesuai dengan&lt;br /&gt;syara' dan ada yang menyalahi dan bertentangan&lt;br /&gt;dengan syara'. Pada masa sahabat terjadi perkaraperkara&lt;br /&gt;baru yang tidak terdapat dalam al Qur'an&lt;br /&gt;atau sunnah, namun masuk pada pengertian&lt;br /&gt;bid'ah hasanah seperti dijelaskan oleh hadits&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam Shahih al Bukhari pada&lt;br /&gt;bab shalat tarawih: "Ibnu Syihab berkata:&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam meninggal&lt;br /&gt;dunia dan orang-orang (melaksanakan tarawih)&lt;br /&gt;seperti itu". Al Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan:&lt;br /&gt;"Yakni tidak berjama'ah dalam melaksanakan&lt;br /&gt;tarawih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Syihab&lt;br /&gt;menyempurnakan perkataannya: "Kemudian&lt;br /&gt;(pelaksanaan tarawih tetap) seperti itu pada masa&lt;br /&gt;khalifah Abu Bakar dan pada awal kekhalifahan&lt;br /&gt;Umar radliyallahu 'anhu". Menyempurnakan&lt;br /&gt;keterangan mengenai kejadian itu, dalam Shahih&lt;br /&gt;Bukhari diriwayatkan dari Abdullah ibn Abd al&lt;br /&gt;Qariy berkata: "Aku pergi ke masjid bersama&lt;br /&gt;Umar ibn al Khattab radliyallahu 'anhu pada salah&lt;br /&gt;satu malam bulan Ramadlan, di sana orang-orang&lt;br /&gt;terpisah-pisah dan berpencar-pencar, yang satu&lt;br /&gt;shalat sendiri dan yang lain shalat mengimami&lt;br /&gt;beberapa orang, kemudian Umar berkata: "Aku&lt;br /&gt;berpikir seandainya aku kumpulkan mereka&lt;br /&gt;dengan satu imam maka akan lebih bagus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian beliau mengumpulkan mereka dengan&lt;br /&gt;imam Ubayy ibn Ka'ab. Pada malam yang lain,&lt;br /&gt;aku keluar lagi bersama beliau, dan orang-orang&lt;br /&gt;melaksanakan shalat dengan diimami imam&lt;br /&gt;mereka; Ubayy ibn Ka'ab, Umar mengatakan:&lt;br /&gt;" sebaik-baik bid'ah adalah ini.&lt;br /&gt;Dalam riwayat al Muwattha' disebutkan dengan&lt;br /&gt;redaksi hampir sama tapi tidak berbeda maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh semacam ini sangat banyak&lt;br /&gt;ditemukan dari masa sahabat sampai masa&lt;br /&gt;sekarang ini, termasuk di antaranya: peringatan&lt;br /&gt;maulid Nabi shallallahu 'alayhi wasallam dan&lt;br /&gt;tarekat-tarekat yang dirintis oleh beberapa wali&lt;br /&gt;Allah seperti Tarekat Rifa'iyyah, Tarekat&lt;br /&gt;Qadiriyyah dan lain-lain yang berjumlah sekitar&lt;br /&gt;40-an tarekat, tarekat-tarekat ini pada dasarnya&lt;br /&gt;adalah bid'ah hasanah meski kemudian beberapa&lt;br /&gt;pengikut-pengikutnya ada yang menyimpang,&lt;br /&gt;namun begitu hal ini tidak membuat jelek tarekat&lt;br /&gt;yang asli seperti pada awal mulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa Tarekat&lt;br /&gt;Suhrawardiyyah, Tarekat Chisytiyyah, Tarekat&lt;br /&gt;Qadiriyyah, Tarekat Sa'adiyyah, Tarekat&lt;br /&gt;Syadziliyyah, Tarekat Naqsyabandiyyah, Tarekat&lt;br /&gt;Badawiyyah, Tarekat Dasuqiyyah, Tarekat&lt;br /&gt;Maulawiyyah, Tarekat Rifa'iyyah dan lain-lain&lt;br /&gt;adalah tarekat-tarekat yang benar dan diberkahi,&lt;br /&gt;termasuk bid'ah hasanah, yang membuktikan&lt;br /&gt;bahwa mereka berada pada jalan yang lurus dan&lt;br /&gt;benar, menuntun umat manusia kepada ajaran&lt;br /&gt;nabi mereka dan kepada haliyyah nabi mereka,&lt;br /&gt;mereka adalah orang-orang yang berilmu, ahli&lt;br /&gt;dzikir dan ahwal serta selalu ta'at kepada Allah&lt;br /&gt;ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan di atas -bahwa tarekat adalah&lt;br /&gt;wajib- sering diulang-ulang oleh seseorang yang&lt;br /&gt;mengaku-aku sebagai pengikut Tarekat&lt;br /&gt;Naqsyabandiyyah yang bernama Muhammad al-&lt;br /&gt;Khaznawi, ia adalah anak as-Syaikh al 'Alim al&lt;br /&gt;Jalil 'Izzudin ibn as-Syaikh al Waliy al Kabir&lt;br /&gt;Ahmad al Khaznawi rahimahumaallahu ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dikatakan kepadanya: "Ayahmu berkata:&lt;br /&gt;"Tarekat tidak wajib", tapi ia tetap saja&lt;br /&gt;mengulang-ulang perkataannya itu dan tidak mau&lt;br /&gt;bartaubat, hal ini disaksikan oleh banyak orangorang&lt;br /&gt;yang terpercaya (tsiqat), dan orang-orang&lt;br /&gt;yang mengaku pengikutnya juga sering&lt;br /&gt;mengucapkan perkataan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataannya bahwa tarekat adalah wajib&lt;br /&gt;(fardlu) adalah riddah (mengeluarkan dari Islam),&lt;br /&gt;karena mewajibkan sesuatu yang tidak wajib&lt;br /&gt;menurut umat Islam dan termasuk hal yang&lt;br /&gt;diketahui oleh seluruh umat baik yang alim atau&lt;br /&gt;yang awam bahwa sesuatu itu tidak wajib, maka&lt;br /&gt;itu adalah kemurtadan sebagaimana dikatakan&lt;br /&gt;oleh para fuqaha dalam kitab-kitab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab as-Sa'adah al Abadiyyah fi Ma Ja-a&lt;br /&gt;bihi an-Naqsyabandiyyah karangan Abdul Majid ibn&lt;br /&gt;Muhammad al Khani al Khalidi an-Naqsyabandi&lt;br /&gt;dan kitab al Hadiqah an-Nadiyyah Wal Bahjah al&lt;br /&gt;Khalidiyyah karangan al 'Allamah Muhammad ibn&lt;br /&gt;Sulaiman al Baghdadi al Hanafi an-Naqsyabandi&lt;br /&gt;termasuk khalifah Naqsyabandiyyah Khalidiyya terdapat keterangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang ketiga&lt;br /&gt;adalah bahwa Ibnu Hajar menyebutkan dalam&lt;br /&gt;Syahadat Fatawahu al Kubra bentuk-bentuk&lt;br /&gt;perjanjian (al 'Ahd) yang dibuat oleh para&lt;br /&gt;masyayikh terhadap orang yang bertaubat, dan&lt;br /&gt;beliau berkata dalam al Fatawa al Khaliliyyah bahwa&lt;br /&gt;membuat perjanjian taat (Akhdzu al 'Ahd –baiat&lt;br /&gt;tarekat-) adalah hal baik dan disenangi".&lt;br /&gt;Kemudian penulis mengatakan setelah&lt;br /&gt;perkataannya tersebut: "Apa yang kami sebutkan&lt;br /&gt;tadi telah cukup sebagai bukti tentang kebaikan&lt;br /&gt;membuat perjanjian (Akhdzu al 'Ahd –baiat&lt;br /&gt;tarekat-) dari para masyayikh yang selalu&lt;br /&gt;mengamalkan syari'at".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari sini, jelas bahwa&lt;br /&gt;Muhammad al Khaznawi telah menyalahi ijma'&lt;br /&gt;umat pada umumnya, dan khususnya dari&lt;br /&gt;kalangan an-Naqsyabandiyyah, dan perkataannya&lt;br /&gt;bahwa tarekat adalah wajib adalah upaya&lt;br /&gt;penyesatan terhadap seluruh umat Islam baik salaf&lt;br /&gt;atau khalaf sebelum abad ke-6 Hijriyyah, sebelum&lt;br /&gt;berdirinya tarekat-tarekat sebagaimana pengertian&lt;br /&gt;yang dikenal sekarang ini, perkataannya itu adalah&lt;br /&gt;penyesatan kepada kakeknya al Wali al Kabir as-&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad al Khaznawi, karena beliau&lt;br /&gt;tidak menyibukkan diri dengan tarekat dan&lt;br /&gt;wirid kecuali setelah mempelajari ilmu&lt;br /&gt;agama selama 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Muhammad&lt;br /&gt;ini mewajibkan perkara yang tidak wajib secara&lt;br /&gt;ijma', dan ini adalah kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI SINGKAT&lt;br /&gt;AL MUHADDITS SYEKH ABDULLAH&lt;br /&gt;AL HARARI&lt;br /&gt;NAMA DAN KELAHIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang alim besar, panutan para ahli tahqiq,&lt;br /&gt;rujukan para ahli tadqiq, pemuka ulama 'amilin, Al-Imam&lt;br /&gt;Al-Muhaddits, seorang yang bertaqwa dan zuhud,&lt;br /&gt;mempunyai keutamaan dan tekun beribadah, mempunyai&lt;br /&gt;keistimewaan yang agung, beliau adalah Syekh Abu Abd&lt;br /&gt;Al-Rahman Abdillah Ibn Yusuf Ibn Abdillah Ibn Jami'&lt;br /&gt;Al-Harari al-Syaibi Al-Abdari, mufti wilayah Harar.&lt;br /&gt;Beliau dilahirkan di kota Harar, sekitar tahun 1328&lt;br /&gt;H/1910 R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEHIDUPAN DAN RIHLAH ILMIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lahir dan dibesarkan dalam keluarga&lt;br /&gt;sederhana yang cinta ilmu dan ulama. Beliau membaca&lt;br /&gt;Al-Qur'an dengan tartil dan baik sejak umur 7 tahun,&lt;br /&gt;dan bahkan pada usia yang masih terbilang dini itu&lt;br /&gt;beliau hafal al-Qur'an 30 Juz di luar kepala. Beliau&lt;br /&gt;belajar dari ayahnya kitab Al-Muqaddimah al-&lt;br /&gt;Hadlramiyyah dan kitab Al-Mukhtashar ash-Shaghir,&lt;br /&gt;yang termasuk kitab fiqih yang masyhur di daerahnya.&lt;br /&gt;Kemudian beliau mendalami berbagai bidang keilmuan&lt;br /&gt;dengan menghafal berbagai matan ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau memfokuskan diri pada bidang&lt;br /&gt;hadits dan beliau hafal Al-Kutub Al-Sittah (6&lt;br /&gt;referensi induk dalam bidang hadits) dan kitab-kitab&lt;br /&gt;hadits lainnya beserta sanadnya hingga beliau&lt;br /&gt;diperbolehkan berfatwa dan meriwayatkan hadits&lt;br /&gt;dalam usia kurang dari 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak hanya belajar pada ulama negerinya&lt;br /&gt;dan sekitarnya, malainkan mengelilingi Habasyah dan&lt;br /&gt;Somalia untuk memperoleh ilmu dan mendengar&lt;br /&gt;langsung dari para ahlinya. Dalam perjalanannya&lt;br /&gt;mencari ilmu, beliau banyak menghadapi rintangan,&lt;br /&gt;namun hal itu tidak menjadikannya patah semangat.&lt;br /&gt;Bahkan setiap kali beliau mendengar adanya seorang&lt;br /&gt;alim, beliau langsung pergi menemui dan menimba ilmu&lt;br /&gt;kepadanya, sebagaimana kebiasaan ulama salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan dan kekuatan hafalannya yang luar biasa&lt;br /&gt;sangat membantu beliau untuk mendalami dan&lt;br /&gt;menguasai fiqih madzhab Syafi'i serta khilaf&lt;br /&gt;(perbedaan pendapat) yang ada dalam madzhab Syafi'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya beliau menguasai fiqh Syafi'i, demikian&lt;br /&gt;juga beliau menguasai madzhab Maliki, Hanafi dan&lt;br /&gt;Hanbali, sehingga beliau menjadi rujukan para ulama.&lt;br /&gt;Banyak yang datang kepadanya dari berbagai penjuru&lt;br /&gt;Habasyah dan Somalia hingga beliau diangkat sebagai&lt;br /&gt;mufti Harar dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau belajar fiqih Syafi'i dan ushulnya serta&lt;br /&gt;nahwu kepada seorang alim Al-'Arif billah Syekh&lt;br /&gt;Muhammad 'Abd As-Salam Al-Harari, Syekh&lt;br /&gt;Muhammad 'Umar Jami' Al-Harari, Syekh Muhammad&lt;br /&gt;Rasyad Al-Habasyi, Syekh Ibrahim Abi Al-Ghayts Al-&lt;br /&gt;Harari, Syekh Yunus Al-Habasyi, Syekh Muhammad&lt;br /&gt;Siraj Al-Jabarti. Di antara kitab-kitab yang beliau&lt;br /&gt;pelajari dari mereka adalah Alfiyyah Az-Zubad, At-&lt;br /&gt;Tanbih, Al-Minhaj, Alfiyyah ibn Malik, Al-Luma'&lt;br /&gt;karangan Asy-Syairazi dan kitab-kitab referensi&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau belajar ilmu-ilmu kebahasaan Arab secara&lt;br /&gt;khusus dari beberapa ulama, di antaranya Syekh yang&lt;br /&gt;shalih Ahmad Al-Bashir, Syekh Ahmad Ibn Muhammad&lt;br /&gt;Al-Habasyi dan ulama lainnya. Beliau mempelajari fiqih&lt;br /&gt;tiga madzhab dan Ushul fiqih-nya kepada Syekh&lt;br /&gt;Muhammad al 'Arabi al Fasi, Syekh Abdur Rahman al&lt;br /&gt;Habasyi. Beliau belajar ilmu tafsir kepada Syekh Syarif&lt;br /&gt;Al-Habasyi di Jimmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau belajar hadits dan musthalahnya dari&lt;br /&gt;beberapa ulama, di antaranya Syekh Abu Bakr&lt;br /&gt;Muhammad Siraj al-Jabarti; Mufti Habasyah, dan&lt;br /&gt;Syekh 'Abd 'Al-Rahman Abdullah Al-Habasyi.&lt;br /&gt;Beliau bertemu dengan Syekh yang shalih,&lt;br /&gt;seorang ahli hadits dan qori', Ahmad 'Abd Al-&lt;br /&gt;Muththalib Al-Jabarti Al-Habasyi, Syekh qira'at di&lt;br /&gt;Masjid Al-Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau belajar kepadanya 14 macam&lt;br /&gt;qira'at, mendalami ilmu hadits dan mendapat ijazah&lt;br /&gt;(sanad keilmuan) darinya. Kemudian ketika beliau di&lt;br /&gt;Damaskus, beliau menuntut ilmu dari Syekh Dawud Al-&lt;br /&gt;Jabardi Al-Qari' dan Syekh Al-Muqri' Mahmud Fayiz&lt;br /&gt;Al-Dir'athani, seoarang alim pendatang di Damaskus&lt;br /&gt;dan pakar qira'at sab'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia muda, beliau telah mengajarkan ilmu&lt;br /&gt;kepada muridnya yang dia ntara mereka ada yang&lt;br /&gt;usianya lebih tua dari beliau. Jadi disamping belajar&lt;br /&gt;beliau juga mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mempunyai keistimewaan dibanding ulama&lt;br /&gt;lainnya yang berada di negeri Habasyah dan Somalia&lt;br /&gt;dalam penguasaan tentang biografi periwayat hadits&lt;br /&gt;(ruwatul hadits), Thabaqot (tingkatan) mereka,&lt;br /&gt;menghafal matan-matan kitab, mendalami ilmu hadits,&lt;br /&gt;bahasa arab, tafsir, faraidl dan sebagainya, sehingga&lt;br /&gt;beliau tidak menemukan disiplin ilmu Islam kecuali&lt;br /&gt;mendalaminya dan mumpuni dalam bidang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang apabila beliau berbicara mengenai disiplin&lt;br /&gt;ilmu tertentu, orang yang mendengarnya akan mengira&lt;br /&gt;bahwa beliau hanya mendalami ilmu tersebut&lt;br /&gt;disebabkan kedalaman ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula apabila dikatakan kepadanya sesuatu&lt;br /&gt;yang beliau ketahui, maka beliau mendengarkannya&lt;br /&gt;dengan seksama dan penuh perhatian. Sebagiamana&lt;br /&gt;perkataan seorang penyair:&lt;br /&gt;"kau lihat dia mendengarkan perkataan orang&lt;br /&gt;dengan pendengaran dan hatinya, padahal bisa jadi dia&lt;br /&gt;lebih tahu tentang hal tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau pergi menuju Makkah dan&lt;br /&gt;berkenalan dengan para ulama Makkah, seperti As-&lt;br /&gt;Sayyid 'Alawi al Maliki, Syekh Amin al Kutbi, Syekh&lt;br /&gt;Muhammad Yasin al Fadani. Beliau juga menghadiri&lt;br /&gt;majelis Syekh Muhammad al 'Arabi at-Tabban. Beliau&lt;br /&gt;mendatangi Syekh Abdul Ghafur al Afghani an-&lt;br /&gt;Naqsyabandi dan mengambil darinya Tarekat&lt;br /&gt;Naqsyabandiyyah. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-5721811182668987559?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/5721811182668987559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=5721811182668987559' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/5721811182668987559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/5721811182668987559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/09/www.html' title='ARTIKEL ILMU'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/RwvHyxFAfpI/AAAAAAAAAA0/doc1zU_Oe6Y/s72-c/fhotoku+007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-1291724355249420608</id><published>2007-09-23T04:59:00.000+03:00</published><updated>2007-09-23T05:01:01.897+03:00</updated><title type='text'>dzikir jama'i</title><content type='html'>SEGELAS AIR TEH PANAS WASGITEL (wangi sepet legit dan kentel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S. Bagaimana hukumnya dzikir dengan mengeraskan suara dan berjamaah setelah sholat lima waktu?&lt;br /&gt;J. Hukumnya boleh dan tidak dimakruhkan bahkan  salah seorang ulama muhadditsin Al imam Assuyuthy  telah menyebutkan sekitar 25 hadits yang menerangkan kesunahan mengeraskan suara ketika berdzikir.&lt;br /&gt;Benar sekali kalau dalam Alqur’an sendiri ada beberapa ayat yang berkenaan dengan dzikir jahr/keras dan dzikir khofy/pelan.kedua-duanya diperbolehkan dan berdalil shorih.bahkan khususnya membaca Alquran&lt;br /&gt;Para ulama sepakat disunahkan untuk dibaca secara jahr atau keras.Diantara dalil mengeraskan suara &lt;br /&gt;Ketika berdzikir setelah sholat berjamaah adalah hadits Imam bukhori dan muslim dari Ibnu abbas,beliau&lt;br /&gt;Berkata:”Anna rofa’a ashshouti bidzdzikri hiina yanshorif Annaasu minal maktuubati kaana ‘alaa ‘ahdi Annabiyyi saw.wa qoola Ibnu Abbas :”Kuntu a’lamu idzanshorofuu bidzaalik”.Artinya : sesungguhnya mengeraskan suara dengan berdzikir ketika selesainya manusia dari sholat maktubah/lima waktu adalah telah terjadi pada zaman Rosulullah saw.Ibnu Abbas ra berkata :”aku tahu setelah selesainya mereka dari sholat denag suara dzikir yang keras tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam sebuah hadits qudsi hadits Imam Bukhori dari Abu hurairoh ra ;”Anaa ‘inda dzonni ‘abdii bii, wa anaa ma’ahuu idzaa dzakaronii.wa idzaa dzakaronii fii nafsihi,dzakartuhuu fii nafsii.Wa idzaa dzakaronii fii malain,dzakartuhuu fii malain khoirun minhu”.Artinya Aku menurut persangkaan hamba Ku kepada Ku.Aku bersamanya ketika ia mengingat Ku.Apabila ia menyebutKu dalam hatinya,maka Aku menyebutnya dalam dzatKu dan apabila dia menyebutKu dalam suatu perkumpulan,maka Aku menyebutnya didalam perkumpulan yang lebih baik dari perkumpulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafadz Malain dalam hadits diatas menunjukkan bahwa dzikir tersebut dikerjakan dengan berjamaah.(Ta’liq jawahir Albukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.Dinukil dari Ibnu Mas’ud bahwasanya beliau mengusir orang-orang yang mengeraskan bacaan tahlil dari dalam masjid.Keterangan ini perlu diteliti,apakah benar dari Ibnu Mas’ud?kalau seumpama benar,maka akan bertentangan dengan banyak hadits sebagaimana imam suyuthi nyatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji’/referensi dari kitab Al haawy lil fatawa 224  juga di jilid 1/274.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-1291724355249420608?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/1291724355249420608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=1291724355249420608' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1291724355249420608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1291724355249420608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/09/dzikir-jamai.html' title='dzikir jama&apos;i'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-4573903271410858273</id><published>2007-09-22T03:02:00.000+03:00</published><updated>2007-10-06T07:16:44.295+03:00</updated><title type='text'>RINGKASAN KHUTBAH 20 JULY 2007</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/RwcL-RFAfoI/AAAAAAAAAAs/0DWZaz_a0k0/s1600-h/Image(250).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118072665894059650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/RwcL-RFAfoI/AAAAAAAAAAs/0DWZaz_a0k0/s320/Image(250).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Assalamualaikum war wab&lt;br /&gt;Ringkasan khutbah jumat 20 july 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrohmanirrohiim&lt;br /&gt;Khotib masih berbicara tentang masalah yang masih ada kaitannya dengan khutbah yang lalu.Diantaranya menyitir sebuah hadits rosulullah saw”…wa idzasta’anta fasta’in billah…”.Artinya apabila engkau meminta,maka mintalah kepada Allah swt.Pengertian meminta disini adalah umum,yakni meminta pertolongan,taufik dll.Tapi tidak berarti memohon dan minta pertolongan kepada makhluk tidak diperkenankan.karena isti’anah (minta pertolongan) itu ada yang haqiqi dan ada yang majazy.Artinya bahwa manusia itu diberi kekuasaan oleh allah untuk berbuat dan berusaha,bersosial dan bermasyarakat,diperintah untuk saling tolong menolong sebagaimana alquran menjelaskan hal itu “wata’aawanuu ‘alal birri wattaqwaa…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Rosulullah saw di atas juga memberi pengertian kepada kita agar senantiasa berdoa dan memohon kepada allah swt.Dalam sebuah riwayat Rosulullah saw bersabda “ingatlah (berdoalah) kepada allah swt saat engkau bahagia dan lapang,maka allah akan mengingat (menolong) mu disaat menderita/kesusahan”…Orang yang senantiasa mengingat dan berdoa kepada Allah swt maka ia akan selalu berada dalam ingatan dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh adalah kisah jurej..kisah ini shohih..jurej adalah seorang ahli ibadah,dia punya tempat khusus untuk bermunajat dan beribadah dekat rumahnya,tempat tersebut biasa disebut dengan istilah ribath.jurej adalah orang sholih,dia mempunyai seorang ibu yang juga sholihah.Jurej terkenal luas ditengah masyarakat sebagai orang yang ahli ibadah.Hidup selalu dihabiskan untuk beribadah,bermunajat,uzlah dan berdua2an dengan allah.Tiada waktu selain untuk sholat,berdzikir dan berdoa.Pada suatu hari sang ibu memanggilnya..ya jurej..ya jureeej..”.tapi saat itu jurej sedang sholat.Dalam hati jurej berkata”Ummi washolaatii…Ummii washolaatii..”ibuku atau sholatku..ibuku atau sholatku..”.jurej tidak memenuhi panggilan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari/saat berikutnya ibunya memanggil lagi dan sebagaimana biasa jurejpun sedang sholat,dan diapun tetap meneruskan sholatnya.hal itu berulang sampai tiga kali.Akhirnya sang ibu berdoa..”ya allah jangan engkau wafatkan anakku sebelum engkau uji dia.Pada zaman itu tersebutlah seorang pelacur yang sangat cantik.dia mendatangi kaum dan berkata bahwa ia akan mampu menggoda jurej dan menjerumuskannya dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perempuan itu mendatangi tempat jurej dan memanggilnya.mendengar ada tamu memanggilnya.jurej keluar.Kemudian perempuan itu menggodanya,merayunya.dengan harapan jurej mau melayani ajakannya berzina.Tapi ternyata rayuannya tidak menggoyahkan jurej.Dengan penuh kekecewaan pelacur itu pergi dan meninggalkan jurej.Sampai pelacur itu bertemu dengan seorang pengembala kambing.Pelacur itupun mengajak berzina sang pengembala,karena pengembala itu buykan ahli ibadah maka ajakan itupun diturutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah berlalu berbulan2 dan pelacur itupun ahirnya melahirkan seorang bayi hasil berzina dengan si pengembala.Pelacur itu lalu datang membawa bayi ketengah masyarakat dan bercerita bahwa bayi yang dibawanya adalah hasil hubungannya dengan jurej.Akhirnya pelacur dan masyarakat mendatangi jurej,lalu memanggilnya keluar dan mereka menghancurkan ribath/tempat khusus ibadahnya jurej.bukan hanya itu mereka juga memukuli jurej.setelah itu mereka mendesak agar jurej mengakui perbuatannya telah berzina dengan pelacur itu yang menyebabkannya hamil dan sekarang telah melahirkan seorang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya jurejpun bertanya kepada si bayi yang masih orok itu..”ya shobiyy..man abuuka?..”wahai bayi siapa ayahmu?”..Dengan pertolongan allah si bayi menjawab dengan lugas dan jelas.”abii huwa arroo’I al ghonam lasta anta”..Ayahku adalah sipengembala kambing bukan engkau jurej”.Semua masyarakat terkejut dan ahirnya mereka minta maaf pada jurej dan mereka siap bangun kembali ribathnya denagn yang lebih baik dari semula.namun jurej hanya berkata “bangunlah dari tanah dan sederhana seperti asalnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah jurej tadi menunjukkan datangnya pertolongan allah pada saat2 susah dan menderita karena jurej selalu mengingat dan berusaha dekat dengan Allah swt dalam setiap kesempatannya.Semoga kita semua bisa membagi waktu,disela2 kesibukan kerja dan ditengah2 keluarga kita,kitapun bisa meluangkan waktu untuk bersimpuh dan berkholwah dengan allah swt.lebih2 di sepertiga malam yang kita lalui..agar kita tergolong orang2 yang pandai bersyukur sebagaimana ketika Aisyah bertanya kepada nabi saw “kenapa engkau begitu rajin sholat malam padahal Allah telah menjadikan engkau sebagai orang yang ma’shum dan terjaga dari dosa?”..Nabi saw hanya menjawab “justru karena nikmat2 itu aku ingin manjadi hamba Nya yang bersyukur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotib juga menjelaskan ketika pertolongan Allah swt datang kepada kaum muslimin dalam perang badar.Padahal jumlah kaum muslimin hanya sekitar 300 lebih sedikit dan kaum musyrikin berjumlah sekitar 950..Pertolongan itu datang tentu karena para sahabat2 itu selalu rajin sholat,berdoa dan beramal sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ringkasan khutbah jumat 20 july 2007 semoga bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmahnya serta berusaha agar kita semua kedepannya berubah lebih baik lagi dan Allah selalu memberi pertolongan dimana dan dalam kondisi apapun kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum war wab&lt;br /&gt;H.Mochammad Fuafy Abdullah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-4573903271410858273?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/4573903271410858273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=4573903271410858273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4573903271410858273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4573903271410858273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/09/ringkasan-khutbah-20-july-2007.html' title='RINGKASAN KHUTBAH 20 JULY 2007'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/RwcL-RFAfoI/AAAAAAAAAAs/0DWZaz_a0k0/s72-c/Image(250).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-165235505037410663</id><published>2007-09-22T02:57:00.000+03:00</published><updated>2007-09-22T03:00:22.948+03:00</updated><title type='text'>RINGKASAN KHUTBAH JUMAT 13 JULY 2007</title><content type='html'>Rangkuman khutbah jum’at 13 juli 2007&lt;br /&gt;Dalam khutbah jumat khotib menerangkan tentang do’a,adab dan hal2 lain yang berkaitan dengan doa.&lt;br /&gt;Dalam agama ditekankan agar kita memahami siapa kita dan siapa tuhan kita.agar kita mengerti kedudukan kita sebagai hamba yang harus tunduk,taat,berbakti dan merasa butuh terhadap sang pencipta,sehingga&lt;br /&gt;Upaya penyembahan dan pengabdian kita murni hanya untuk dan kepada Allah swt saja.Salah satu yang&lt;br /&gt;Ditekankan dalam ibadah yang sekaligus bagian/parsial dari ibadah itu sendiri adalah doa.Dalam sebuah&lt;br /&gt;Hadits,Rosulullah saw bersabda:”Idzaa sa’alta fas alillaaha,wa idzasta’anta fasta’in billaah”.artinya&lt;br /&gt;Jika engkau minta sesuatu,mintalah kepada Allah,jika engkau minta pertolongan,maka mintalah kepada Allah.Dalam Alquran,Allah swt berfirman:”wa qoola robbukumud’uunii astajib lakum”.Artinya Dan tuhanmu telah berfirman,”memohonlah padaku,niscaya aku kabulkan”.Jika Allah swt sendiri telah&lt;br /&gt;Menyatakan akan kabulkan doa,maka tinggal kita yang harus meraba dan melihat diri kita,apakah dalam&lt;br /&gt;Diri kita ada keyakinan,paling tidak telah muncul keyakinan akan firman-firman Nya?karena sesungguhnya&lt;br /&gt;Wajib bagi kita untuk meyakini setiap apa2 yang telah difirmankanNya.Alquran tak ada sedikitpun&lt;br /&gt;Keraguan didalamnya.Oleh karena itu Nabi saw bersabda:”Ud’ullooha wa antum muuqinuuna bil ijaabah”.&lt;br /&gt;Artinya:Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan ”.Di samping itu dalam hadits shohih,Rosulullah&lt;br /&gt;Bersabda:”Addu’aa huwal ‘ibaadah”.Artinya Doa adalah ibadah”.Dalam riwayat lain “Addu’a mukhkhul ‘ibadah”.Artinya doa adalah sumsum/otak ibadah”.jika doa itu sendiri ibadah,maka setiap kali kita berdoa maka kita peroleh pahala berdoa.Oleh karena itu jangan pernah malas untuk senantiasa berdoa kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya khotib juga menjelaskan adab2 berdoa.Diantara adab berdoa adalah sebelum berdoa kita bersuci,beristighfar,mengangkat kedua tangan,menghadap arah kiblat,tadhorru’,khusyu’,menghadirkan hati kita saat bermunajat,membaca sholawat diawal dan akhir doa,begitu juga memuji allah diawal dan akhirnya,semua adab2 berdoa ini adalah tuntunan dari Alquran dan sunnah rosulullah saw.Diantara pelajaran penting dalam hal ini,bisa kita lihat dalam surat alfatihah.Dimulai dengan bismaillah menyebut asma allah,lalu alhamdulillahirobbil ‘alamiin sampai maaliki yaumiddin adalah memuji allah swt,karena Allah lah yang berhak dipuji.alfatihah ayat 1-4 adalah bentuk iqror birrubuubiyyah yakni pengakuan kita terhadap kekuasaan allah secara mutlak.kemudian iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin.ayat ke 5 ini berisi tauhid,artinya hanya kepadaNya lah kita menyembah dan mohon pertolongan.kemudian baru ayat ke 6 -7 adalh doa,yakni ihdinaa ashshirootol mustaqiim sampai selesai.jadi jika melihat surat alfatihah ini maka bias kita ambil kesimpulan bahwa didalamnya terdapat adab2 berdoa,tauhid dalam penyembahan dan pengabdian dan pentingnya kita untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ringkasan isi khutbah syekh mahrus al mishry dalam khutbah jumat tanggal 13 juli 2007.semoga bermanfaat dan kita bisa mengamalkannya.Mulai dari mendengar,membaca,menghayati lalu kita coba untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.Semoga kita semua menjadi orang2 yang senantisa mendirikan sholat dan berdoa.warnailah hari2 kita dengan untaian doa dan membaca alquran agar hari2 kita semakin indah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB.mohon maaf jika ada keterangan khotib yg tidak sempat tertulis.di samping itu juga penulis masih belum mengerti benar bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum war wab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-165235505037410663?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/165235505037410663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=165235505037410663' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/165235505037410663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/165235505037410663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/09/ringkasan-khutbah-jumat-13-july-2007.html' title='RINGKASAN KHUTBAH JUMAT 13 JULY 2007'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-6434556330941441957</id><published>2007-09-22T02:54:00.000+03:00</published><updated>2007-09-22T02:55:26.025+03:00</updated><title type='text'>RAMADHAN DAN ALQURAN</title><content type='html'>RINGKASAN KHUTBAH JUMAT 21 SEPTEMBER 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAMADHON DAN AL QUR’AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman “Syahru romadhoonalladzii unzila fiihi alqur’aanu hudan linnaasi wabayyinaatin min alhudaa wa al furqoon…..”.Bulan ramadhan adalah bulan dimana diturunkannya al qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan2 …dst.(QS Albaqarah 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan bulan ramadhon diantaranya adalah Al quran diturunksn didalamnya.Sebuah mu’jizat besar sebagai tanda kenabian Muhammad SAW.Alquran adalah petunjuk hidup umat manusia yang mendambakan kebahagiaan dunia maupun akhirat.Didalamnya bukan hanya berisi ajaran2 mulia tapi alquran juga mampu menjadi obat dari berbagai macam penyakit baik dzohir maupun bathin.Alquran juga berfungsi sebagai penghibur hati ketika indra ilahiyyah itu mendengar firman2Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama salaf (era sahabat,tabi’in dan atba’ attabi’in) juga para ulama2 kholaf (ulama2 generasi setelah salaf) mempunyai kebiasaan yang sangat unik ketika datang bulan suci ramadhan.Mereka pada umumnya menghentikan atau mengurangi segala aktifitas yang lainnya dan menghususkan diri untuk bermanja2 dengan alquranul kariim.Diantara yang paling masyhur adalah mereka selalu menyibukkan dengan membaca alquran sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafussoleh misalnya,saat bulan ramadhan tiba siang dan malam,dirumah maupun dalam keadaan safar/bepergian selalu tak lepas dari mambaca alqur’an.Mereka mempunya kadar yang berbeda2 dalam menghatamkannyaDalam beberapa riwayat menyebutkan ada diantara mereka tiap 10 hari sekali,8 hari sekali,7 hari sekali,6 hari sekali,5,4 dan yang paling banyak 3 hari sekali.Banyak juga dari merka yang menghatamkan alquran sehari semalam 1x,sehari semalam 2x,dan ada yang 3x hatam dalam sehari semalam.Ada pula yang 8x sehari semalam,siang 4x dan malam 4x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ulama tabi’in bernama sayyid al jalil ibnu al katib alshufy menghatamkan alquran 8x dalam sehari semalam.Diriwayatkan dari al jalil ahmad  al durqy dengan isnadnya dari mansur bin zaadzan bin ‘ubad attabi’y beliau menhatamkan alquran antara dzuhur dan asar.Bahkan dalam sebuah riwayat dari Ibnu abi dawud dengan sanad yang shohih bahwa Mujahid ra menghatamkan alquran antara maghrib dan isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mereka yang menghatamkan alquran dalam setiap rokaat jumlahnya juga banyak sekali diantaranya adalah Usman bin Affan ra,tamim al daary dan sa’id bin jubair rdhiyallohu anhum wa ardhoohum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam malik saat ramadhan tiba,beliau menghentikan pengajian2nya dan mengarang kitab2nya dan menfokuskan diri membaca alquran hingga dalam sebuah riwayat beliau menghatamkan hingga 30x dalam satu bulan ramadhan.Imam syafi’I ra juga punya kebiasaan menghatamkan Alquran hingga 60x dalam satu bulan ramadhon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat para ulama2 menghususkan pada bulan ramadhan untuk membaca alquran?..Pertama karena bulan ramadhon adalah bulan alqur’an.sebagaimana ayat alquran diatas.Juga mengikuti Rosulullah SAW,beliau sibuk setiap malam tadarrus alquran bersama jibril as. Sebagaimana hadits shohih dari Ibnu Abbas ra,bahwa rosulullah SAW adalah seorang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi sat ramadhan datang dan malaikat jibril as setiap malam datang kepada Rosulullah SAW tadarrus bersama nabi SAW.(HR Bukhori 3220 muslim 2307).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits brosulullah SAW bersabda:”Allah SWT mempunyai keluarga khusus didunia ini”.Para sahabat bertanya siapakah mereka ya rosulallah?.Nabi SAW menjawab:”Mereka yang selalu membaca Alquran”.Dalam sebuah riwayat shohih dari Abu Umamah al bahily ra,beliau berkata:Aku mendengar Rosulullah SAW bersabda:”Bacalah Alqur’an,karena kelak hari kiamat alquran akan memberi syafaat bagi orang2 yang membacanya”.(HR Muslim 804).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Usman Bin affan ra berkata,bahwa Rosulullah SAW bersabda:”Sebaik-baik kalian adalah yang mau belajar alquran dan mengajarkannya”.(HR Bukhori 5027).Kalau kita melihat hadits shohih bukhori ini maka jelaslah bagi kita bahwa orang yang paling baik diantaranya adalah mereka yang mau belajar alqur’an dan mengajarkannya.Sebuah kehormatan dan kemuliaan tersendiri bagi mereka yang sibuk belajar dan mengajar alquran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan lain yang husus diberikan oleh rosulullah SAW bagi pecinta alquran adalah sebuah hadits shohih dari Aisyah.Aisyah ra berkata bahwa rosulullah SAW bersabda:”Orang yang membaca alquran sedangkan dia mahir/fashih sesuai hokum tajwidnya,maka dia bersama assafaroh alkiroomi albaroroh sedangkan orang yang mambaca alquran,sedangkan dia terbata-bata dan kesulitan membacanya maka dia mendapat dua pahala”.(HR Bukhri 4937,Muslim 798).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Assafaroh alkiroomi al baroroh dalam hadits tersebut menurut sebagian muhaddits/ahli hadits adalah Assafaroh diambil dari kata saafaro artinya malaikat yang selalu berjalan-jalan mencari orang2 yang membaca alquran dan mencatatnya.Alkiroom artinya mereka (malaikat) yang mulia/terjaga dari maksiat.Sedangkan al baroroh adalah yang taat.Kesimpulan dari mufrodat ini adalah Di akhirat nanti orang2 yang didunianya mahir dan rajin membaca alquran maka kelak mereka akan dikumpulkan bersama para malaikat2 yang mulia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan “dua pahala” bagi kelompok yang kedua,dalam  hadits diatas adalah  pahala qiroat/membaca dan pahala sabar dalam belajar membaca alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dulu terjemahan dan ringkasan khutbah jumat 21 september 2007.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wassalamualaikum war wab&lt;br /&gt;H.Mochammad Fuady&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-6434556330941441957?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/6434556330941441957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=6434556330941441957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6434556330941441957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/6434556330941441957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/09/ramadhan-dan-alquran.html' title='RAMADHAN DAN ALQURAN'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-4554129273156189394</id><published>2007-09-02T00:55:00.000+03:00</published><updated>2007-09-12T22:00:27.775+03:00</updated><title type='text'>SEBUAH TRADISI YANG MULIA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;SEBUAH TRADISI YANG MULIA&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh : H.Mochammad Abdullah ZM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita tolelir bersama bahwa setiap bangsa atau wilayah tertentu mempunyai tradisi yang berbeda-beda.bahkan dari zaman ke zaman hal itu selalu menjadi suatu momen penting bagi setiap individu maupun kolektif untuk melakukan dan memperingatinya.Hal itu sah sah saja,karena adat bukanlah agama.Sebagai orang yang beragama tentu ketika melihat sesuatu maka pertimbangan yang dilakukannya adalah apakah tidak keluar atau bahkan dianjurkan dari dan oleh agama.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita ambil contoh setiap negara didunia ini mulai dari barat hingga yang paling timur tiap tahun mereka selalu memperingati hari kemerdekaannya masing-masing.Dari Negara&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;kafir,muslim sampai yang anti tuhanpun ( komunis) melakukan hal2 semacam itu.Dalam hal ini tentu bukanlah sebuah masalah.Hanya sebagai orang yang beragama tentu cara peringatannyapun adalah dengan hal2 yang tidak melanggar agama.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitu juga dalam kehidupan masyarakat , khususnya dinegara kita Indonesia tercinta,banyak sekali tradisi yang berkembang bahkan terus dijaga keberlangsungannya.baik adat yang timbul dari masyarakat sendiri maupun dari instansi terkait dalam hal ini adalah negara.Misalnya peringatan 17 agustusan,hari pahlawan,hari kartini,apel upacara bendera disekolah tiap seminggu sekali dls.tentu bukan hal yang salah jika kita memperingatinya.Hanya sekali lagi,sebagai orang beragama tolok ukurnya apakah refleksi dari peringatan itu sesuai ataukah melanggar batasan2 agama.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian ada lagi tradisi yang timbul dari masyarakat itu sendiri seperti kenduri,nuju bulan kehamilan,ulang tahun kelahiran anak,kita sendiri atau orang lain,hari jadi perusahaan,pabrik dls.Hal itu juga bukan masalah karena agama tidak pernah melarangnya kecuali kalau cara memperingatinya dengan hal2 yang dilarang agama.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Rosulullah saw sebagai panutan dan uswah kita tidak pernah melarang sebuah tradisi kecuali jika didalamnya ada hal2 yang menyimpang syariat.Bahkan terkadang rosulullah saw meneruskan tradisi orang2/kaum sebelumnya,bukan menghilangkannya.Hanya saja rosulullah saw merubah sedikit saja tradisi itu untuk membedakan dengan mereka dan tatap tidak merubah bentuk peringatannya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Misalnya disebutkan dalam hadits bukhori no 2004 dan muslim no 1130 &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;bahwa suatu saat nabi datang kemadinah,beliau menjumpai orang2 yahudi sedang berpuasa ‘Asyuro ( tanggal 10 muharram).lalu nabi saw bertanya :”sedang berpuasa apa kalian?”.Mereka menjawab:”Pada hari ini Allah telah menenggelamkan fir’aun dan tentaranya kedalam laut dan menyelamatkan musa,jadi kami bergembira dan mensyukurinya”.Lalu nabi berkata bahwa aku lebih berhak dari kalian dalam hal ini.Kemudian Rosulullah saw berpuasa ‘Asyuro dan memrintahkan umatnya untuk berpuasa memperingati hari bersejarah “asyuro tersebut.Hadits bukhori muslim tersebut diatas dari Ibnu Abbas ra.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bahkan dijanjikan bagi mereka yang berpuasa ‘asyuro pahala yang besar,sebagaimana hadits shohih dari Abu Qotadah ra “bahwa ketika Rosulullah saw ditanya tentang puasa ‘asyuro,Rosulullah saw menjawab bahwa puasa ‘asyuro melebur dosa satu tahun yang telah lewat. (HR Muslim no 1262).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Melihat hadits shohih diatas maka memperingati hari2 tertentu dimana didalamnya terdapat peristiwa2 besar adalah diperbolehkan.Bahkan jika cara yang dipakai untuk memperingatinya adalah dengan hal2 yang baik maka akan memperoleh pahala.Tradisi kaum yahudi memperingati hari ‘asyuro tidak rosulullah larang,bahkan rosulullah saw pun ikut berpuasa dan memerintahkan umatnya berpuasa.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hanya kemudian rosulullah saw memerintahkan umatnya puasa 2 hari agar tidak sama dengan kaum yahudi.Lihatlah konteksnya sangat jelas bahkan cara peringatannya pun sama yakni dengan berpuasa.dalilnya hadits dari Ibnu Abbas ra,beliau berkata bahw rosulullah saw bersabda :”Kalau saja saya diberi umur panjang sampai tahun depan,maka saya akan puasa juga tanggal 9 nya.”(HR Muslim no 1134).Tapi Allah swt telah memanggil beliau pada tahun itu sebelum muharrom tahun depannya tiba.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;BERSAMBUNG…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-4554129273156189394?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/4554129273156189394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=4554129273156189394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4554129273156189394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/4554129273156189394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/09/sebuah-tradisi-yang-mulia.html' title='SEBUAH TRADISI YANG MULIA'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-8301314486096673751</id><published>2007-08-30T22:01:00.000+03:00</published><updated>2007-08-30T22:29:29.610+03:00</updated><title type='text'>TABARRUK</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kontributor: Munzir Almusawa (Tebet, Jakarta Selatan)&lt;br /&gt;@ 2007&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff6666;"&gt;Tabarruk(mengambil keberkahan dari bekas atau tubuh shalihin)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad saw, peninggalan-peninggalannya saw, ahlulbaitnya saw dan para pewarisnya yakni para ulama, para kyai dan para wali. Karena hakekat yang belum mereka pahami, mereka berani menilai kafir (sesat) atau musyrik terhadap mereka yang bertabarruk pada Nabi saw atau ulama.&lt;br /&gt;Mengenai azimat (Ruqyyat) dengan huruf arab merupakan hal yg diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dg tulisan ayat atau doa disebutkan pd kitab Faidhulqadir Juz 3 hal 192, dan Tafsir Imam Qurtubi Juz 10 hal.316/317, dan masih banyak lagi penjelasan para Muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat ayat Alqur’an.&lt;br /&gt;Mengenai benda-benda keramat, maka ini perlu penjelasan yg sejelas jelasnya, bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yg shalih, maka sebagaimana diriwayatkan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Para sahabat seakan akan hampir saling bunuh saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits no. 186)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka iapun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya dalam firman Nya SWT : “(berkata Yusuf as pada kakak kakaknya) PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA” (QS Yusuf 93), dan pula ayat : “MAKA KETIKA DATANG PADANYA KABAR GEMBIRA ITU, DAN DILEMPARKAN PADA WAJAHNYA (pakaian Yusuf as) MAKA IA (Ya’qub as) SEMBUH DARI KEBUTAANNYA” (QS Yusuf 96). Ini merupakan dalil Alqur’an, bahwa benda/pakaian orang orang shalih dapat menjadi perantara kesembuhan dengan izin Allah tentunya, kita bertanya mengapa Allah sebutkan ayat sedemikian jelasnya?, apa perlunya menyebutkan sorban yusuf dg ucapannya : PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA” . untuk apa disebutkan masalah baju yg dilemparkan kewajah ayahnya?, agar kita memahami bahwa Allah SWT memuliakan benda benda yg pernah bersentuhan dengan tubuh hamba hamba Nya yg shalih. kita akan lihat dalil dalil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar shiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yg sakit maka ia mencelupkan baju Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yg sakit (shahih Muslim hadits no.2069).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Rasul saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk pengobatan, sebagaimana sabda beliau : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit pada kami, dg izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413), ucapan beliau saw : “demi air liur sebagian dari kami” menunjukkan bahwa air liur orang mukmin dapat menyembuhkan penyakit, dg izin Allah swt tentunya, sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dg izin Allah pula tentunya, hadits ini menjelaskan bahwa rasul saw bertabarruk dg air liur mukminin bahkan tanah bumi, menunjukkan bahwa pd hakikatnya seluruh ala mini membawa keberkahan dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah dirumahnya, maka Rasul saw datang kerumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yg kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits no.1130).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Nabi Musa as ketika akan wafat ia meminta didekatkan ke wilayah suci di palestina, menunjukkan bahwa Musa as ingin dimakamkan dg mengambil berkah pada tempat suci (shahih Bukhari hadits no.1274).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Allah memuji Nabi saw dan Umar bin Khattab ra yg menjadikan Maqam Ibrahim as (bukan makamnya, tetapi tempat ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah yg dinamakan Maqam Ibrahim as) sebagai tempat shalat (musholla), sebagaimana firman Nya : “Dan mereka menjadikan tempat berdoanya Ibrahim sebagai tempat shalat” (QS Al Imran 97), maka jelaslah bahwa Allah swt memuliakan tempat hamba hamba Nya berdoa, bahkan Rasul saw pun bertabarruk dengan tempat berdoanya Ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Diriwayatkan ketika Rasul saw barusaja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasul saw, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata : “aku memintanya karena mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh Nabi saw dan kuinginkan untuk kafanku nanti” (Shahih Bukhari hadits no.5689), demikian cintanya para sahabat pada Nabinya saw, sampai kain kafanpun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Sayyidina Umar bin Khattab ra ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yg merobek perutnya dengan luka yg sangat lebar, beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra), "Pergilah pada ummulmukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra", maka ketika Ummulmukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra : "Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu” (dimakamkan disamping makam Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.1328). Dihadapan Umar bin Khattab ra Kuburan Nabi saw mempunyai arti yg sangat Agung, hingga kuburannya pun ingin disebelah kuburan Nabi saw, bahkan ia berkata : "Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Demikian pula Abubakar shiddiq ra, yang saat Rasul saw wafat maka ia membuka kain penutup wajah Nabi saw lalu memeluknya dengan derai tangis seraya menciumi tubuh beliau saw dan berkata : “Demi ayahku, dan engkau dan ibuku wahai Rasulullah.., Tiada akan Allah jadikan dua kematian atasmu, maka kematian yang telah dituliskan Allah untukmu kini telah kau lewati”. (Shahih Bukhari hadits no.1184, 4187).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469). Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : "aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri dibelakang beliau dan kulihat Tanda Kenabian beliau saw" (Shahih Muslim hadits no.2345).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul saw, maka ia berkata: “Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari hadits no.168). demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw dimata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Diriwayatkan oleh Abi Jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air bekas wudhu Rasul saw dan mengusap2kannya ke wajah dan kedua tangan mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu Rasul saw lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka” (Shahih Bukhari hadits no.369, demikian juga pada Shahih Bukhari hadits no.5521, dan pada Shahih Muslim hadits no.503 dengan riwayat yang banyak).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;• Diriwayatkan ketika Anas bin malik ra dalam detik detik sakratulmaut ia yg memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat Rasul saw dan beberapa helai rambut Rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu disertakan bersamanya dalam kafan dan hanut nya (shahih Bukhari hadits no.5925).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampaknya kalau mereka ini hidup di zaman sekarang, tentulah para sahabat ini sudah dikatakan musyrik, tentu Abubakar sudah dikatakan musyrik karena menangisi dan memeluk tubuh Rasul saw dan berbicara pada jenazah beliau saw, Tentunya umar bin khattab sudah dikatakan musyrik karena disakratulmaut bukan ingat Allah malah ingat kuburan Nabi saw, Tentunya para sahabat sudah dikatakan musyrik dan halal darahnya, karena mengkultuskan Nabi Muhammad saw dan menganggapnya tuhan sembahan hingga berebutan air bekas wudhunya, mirip dengan kaum nasrani yg berebutan air pastor!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah.. kita boleh menimbang diri kita, apakah kita sejalan dengan sahabat atau kita sejalan dg generasi sempalan. Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik. Sebagimana sabda Nabi saw : “Kebekahan adalah pada urang orang tua dan ulama kalian” (Shahih Ibn Hibban hadits no.559) Dikatakan oleh Al hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy menanggapi hadits yg diriwayatkan dalam shahih muslim bahw Rasul saw membaca mu’awwidzatain lalu meniupkannya ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh yg dapat disentuhnya, hal itu adalah tabarruk dg nafas dan air liur yg telah dilewati bacaan Alqur’an, sebagaimana tulisan dzikir dzikir yg ditulis dibejana (untuk obat). (Al Jami’usshaghiir Imam Assuyuthiy Juz 1 hal 84 hadits no.104)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telah dibuktikan pula secara ilmiah oleh salah seorang Profesor Jepang, bahwa air itu berubah wujud bentuknya dg hanya diucapkan padanya kalimat kalimat tertentu, bila ucapan itu berupa cinta, terimakasih dan ucapan ucapan indah lainnya maka air itu berubah wujudnya menjadi semakin indah, bila diperdengarkan ucapan cacian dan buruk maka air itu berubah menjadi buruk wujud bentuknya, dan bila dituliskan padanya tulisan mulia dan indah seperti terimakasih, syair cinta dan tulisan indah lainnya maka ia menjadi semakin indah wujudnya, bila dituliskan padanya ucapan caci maki dan ucapan buruk lainnya maka ia berubah buruk wujudnya, kesimpulannya bahwa air itu berubah dengan perubahan emosi orang yg didekatnya, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;apakah berupa tulisan dan perkataan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keajaiban alamiah yg baru diketahui masa kini, sedangkan Rasul saw dan para sahabat telah memahaminya, mereka bertabarruk dg air yg menyentuh tubuh Rasul saw, mereka bertabarruk dg air doa yg didoakan oleh Rasul saw, maka hanya mereka mereka kaum muslimin yg rendah pemahamannya dalam syariah inilah yg masih terus menentangnya padahal telah dibuktikan secara ilmiah, menunjukkan pemahaman mereka itulah yg jumud dan terbelakang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walillahittaufiq &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-8301314486096673751?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/8301314486096673751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=8301314486096673751' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8301314486096673751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/8301314486096673751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/08/tabarruk.html' title='TABARRUK'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-974637234280769434.post-1942171248029492178</id><published>2007-08-30T21:53:00.000+03:00</published><updated>2007-08-30T22:18:57.618+03:00</updated><title type='text'>BAB HAIDH</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;BAB HAIDH ( MENSTRUASI ),ISTIHADHOH DAN NIFAS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oleh. Ibnu Abdullah ZM&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bismillaah Alhamdulillaah washsholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah saw wa’alaa aalihii wasohbihii wa atbaa’ihii ajma’iin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB I. HAIDH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     Haidh adalah sebuah kebiasaan bagi tiap2 wanita dalam tiap bulannya.Bagi setiap muslimah wajib mengerti tentang masalah haidh ini.Mulai dari pertama kali menstruasi,seorang wanita muslimah sudah dikatakan balighoh dan mulai saat itulah dia disebut mukallaf,artinya dia harus siap menjaga tugas2nya sebagai seorang muslimah,beribadah kepada Allah swt dengan menjalankan perintah2 Allah dan menjauhi segala larangan2Nya.Dia sudah harus memikul tugas dan kewajiban2 agamanya hingga dia kembali pulang ke rahmatullah dan bertanggung jawab dengan segala amal perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Minimal usia wanita haidh itu apabila ia sudah umur 9 tahun qomariyyah dan bukan memakai kalender syamsiyyah atau nasional/umum.Hitungan mudahnya 9 tahun qomariyyah itu adalah 3189 hari lebih 1 jam 12 menit,ini dihitung mulai ia lahir dari ibunya.Jadi kalau ada seorang wanita mengeluarkan darah dari rahimnya dan dia belum berumur 9 tahun maka itu bukan darah haidh tetapi darah fasad atau penyakit.Dan itu tidak jadi ukuran untuk menetapkan bahwa dia sudah balighoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;strong&gt; DASAR HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN MASALAH HAIDH.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     Dalam Alqur’an al kariem Allah swt berfirman :”Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haidh.Katakanlah:”Haidh itu adalah kotoran”.Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkn diri (tidak boleh menjima’) dari wanita diwaktu haidh dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci (sebelum mandi jinabah).Apalabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allah kepadamu.Sesungguhnya Allah menyukai orang2 yang bertaubat dan menyukai orang2 ang mensucikan diri”.(Q.S.Al baqoroh 222).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebab turunnya ayat tersebut adalah bahwa orang2 yahudi kalau isterinya sedang haidh maka tidak boleh ada didalam rumah,harus keluar dari rumah,tidak boleh makan bersama suaminya dan lain2.Ahirnya para sahabat bertanya kepada Rosulullah saw,maka kemudian turunlah ayat tersebut.Lalu Rosulullah saw bersabda :”Ishna’uu kulla syai’in illaa annikaah…Artinya kalian boleh melakukan apa saja terhadap istri yang sedang haidh kecuali jima’/bersetubuh.Dalam hadits bukhori muslim nabi saw bersabda:”Haadzaa syai’un katabahullohu ‘alaa banaati aadam”..Artinya haidh adalah salah satu ketentuan dari Allah untuk setiap wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebelum kita masuk inti pembahasan haidh dan contoh2nya,berikut ini kita ketahui dulu apa2 saja yang diharamkan agama bagi setiap wanita yang sedang haidh.&lt;br /&gt;Sholat.Baik sholat fardhu ataupun sunah.Disamping haram sholatnyapun tidak sah.Wanita haidh tidak wajib mengqodho sholatnya.Dalil haramnya sholat bagi wanita haidh adalah Alquran,surat Annisaa 43 juga hadits dari Ibnu Umar ra bahwa beliau mendengar nabi bersabda:”Laa tuqbalu sholaatun bighoiri thuhuurin”.(HR Muslim 224).Artinya sholat tidak diterima dalam keadaan tidak suci.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Puasa.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baik puasa fardhu seperti romadhon,nadzar dan qodho romadhon juga puasa sunah seperti senin,kamis,tanggal 13,14,15 dll.Disamping haram haram puasanya juga tidak sah.Cuman saja wanita haidh ini wajib mengqodlo puasa.Karena ada hadits dari ‘Aisyah ra bahwa kami diperintahkan oleh rosulullah saw untuk mengqodho puasa tapi tidak diperintah mengqodho sholat.Dalilnya adalah hadits Rosulullah saw riwayat bukhori no 315 dan 298 juga dalam riwayat muslim hadits no 335 dan 80.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Membaca Al qur’an.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baik satu ayat atau lebih bahkan satu kalimatpun kalau diniatkan membaca alqur’an maka hukumnya haram.Dalilnya adalah sebuah hadits Rosulullah saw bersabda:”Laa taqro’I al junubu walal haaidhu syai’an minal qur’an”.Arinya Orang junub dan haidh tidak boleh membaca alqur’an.Kalau tidak bertujuan membaca alqura’an seperti membaca bismillahirrohmaanirrohim ketika mau makan,minum dll,atau mengucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun ketika terkena musibah maka hukumnya tidak haram.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Memegang mushaf (al qur’an).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalilnya adalah alqur’an :”Laa yamassuhuu illal muthohharuun”.(Al waaqi’ah 79).Artinya tidak menyentuhnya kecuali hamba2 yang disucikan.juga didukung sebuah hadits rosulullah saw :”Laa yamassul qur’an illaa thoohir”.Artinya tidak boleh memegang alquran kecuali dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Diam didalam masjid.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalilnya adalah hadits Rosulullah saw:”Laa uhillu almasjida li haa’idhin walaa junubin”.(HR Abu Dawud 232).Artinya Aku tidak halalkan masjid untuk orang haidh dan junub.Kalau hanya lewat dan yakin kalau darahnya tidak menetes dan jatuh dimasjid maka hukumnya boleh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Thowaf.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;baik thowaf rukun seperti thowaf ifadhoh atau thowaf wajib seperti thowaf wada’ (perpisahan/pamitan),ataupun thowaf sunah seperti thowaf qudum (pertama/selamat datang).karena thowaf hukumnya sama seperti sholat,artinya harus suci dari hadas.Dalilnya adalah hadits Rosulullah saw:”Aththowaafu bil baiti sholaatun,illaa annallooha ahalla lakum fiihi alkalaamu,faman takallama falaa yatakallam illaa bi khoirin”.Artinya Thowah di baitulloh adalah sholat,hanya saja Allah memperbolehkan bicara dalam thowaf,barang siapa berbicara saat thowaf,maka bicaralah yang baik.(HR Al Hakim 1/459 dengan isnad yang shohih).&lt;br /&gt;Jima’.yaitu bersetubuh dalam keadaan haidh.Dalilnya adalah Alquran :”Walaa taqrobuuhunna hattaa yathhurna…”.Artinya janganlah mendekati mereka (para istri) kecuali setelah mereka suci.(QS Al Baqoroh 222).Maksud dari kalimat jangan mendekati adalah jangan menjima’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MASA HAIDH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masa haidh itu ada yang disebut Al Aqoll atau masa minimal,ada yang disebut Al ghoolib atau masa yang umum dan ada yang disebut Al Aktsar atau waktu maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu minimal keluarnya darah haidh adalah sehari semalam atau dalam hitungan 24 jam,hal itu kalau darah terus merembes keluar,artinya jika diambil kapas dan ditempelkan kerahim maka darahnya nyata ada atau kelihatan.Jadi misalnya ada seorang wanita haidh mengeluarkan darah pada hari pertama 10 jam,hari kedua 8 jam,hari ketiga 6 jam.terus darah berhenti,jadi genap 24 jam.maka wanita ini berarti haidh pada masa Al aqoll.Wanita ini tidak wajib mengqodho sholatnya.Kalau dihitung sampai saat darah berhenti tadi kurang dari 24 jam,maka itu berarti bukan darah haidh tapi disebut darah penyakit,fasad atau istihadhoh.wanita yang seperti ini wajib mengqodho sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masa umumnya haidh adalah 6 atau 7 hari,walaupun darah yang keluar tidak terus menerus merembes keluar.Tapi darah yang tidak terus menerus keluarnya kemudian dihukumi darah haidh itu syaratnya masa keluarnya darah dalam 6 atau 7 hari itu kalau dihitung ada 24 jam atau lebih.kalau kurang dari 24 jam maka bukan darah haidh tapi darah fasad atau istihadhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh..umpamanya si desy mengeluarkan darah selama 7 hari,setiap sehari semalam hanya 3 jam,jadi kalau dihitung 3 jam x 7 hari =21 jam.berarti kurang dari 24 jam.maka darah selama 7 hari itu bukan darah haidh tapi darah penyakit atau istihadhoh.Karena bukan darah haidh maka si desy harus mengqodho sholat yang ditinggalkannya selama 7 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila si desy dalam 7 hari itu,setelah mengumpulkan dan menghitung masa masa keluarnya darah dan ternyata ada 24 jam atau lebih.maka masa 7 hari itu adalah haidh dan waktu2 yang sempat tidak mengeluarkan darah itu tetap dihukumi masa haidh.Jadi Desy tidak wajib mengqodho sholatnya selama 7 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan maksimal masa haidh adalah 15 hari walaupun darah yang keluar tidak terus menerus merembes.Tapi darah yang tidak terus menerus keluar dalam masa 15 hari ini dihukumi haidh syaratnya pada masa keluarnya darah apabila dikumpulkan dan dihitung ada 24 jam atau lebih.kalau tidak ada 24 jam maka bukan darah haidh tapi darah penyakit atau istihadhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Didalam masa 15 hari si ita mengeluarkan darah setiap harinya mengeluarkan darah hanya 1 jam,jadi dalam 15 hari hanya 15 jam.maka semua itu bukan darah haidh tapi darah penyakit atau istihadhoh.jadi si ita harus mengqodlo sholat yang ditinggalkannya selama 15 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila si ita dalam 15 hari itu setelah mengumpulkan dan menghitung masa keluarnya darah dan ternyata ada 24 jam bahkan lebih maka 15 hari itu dihukumi haidh dan masa masa kosong/tidak mengeluarkan darah didalam 15 hari itu tetap dihukumi masa haidh.Jadi ita tidak wajib mengqodho sholat selama 15 hari itu.&lt;br /&gt;Apabila darah masih keluar setelah 15 hari dan seterusnya,maka darah tersebut bukan darah haidh,tapi darah istihadhoh,jadi tanggal 16 ita harus mandi besar dan wajib sholat,puasa dan lain-lain,walaupun darah masih keluar.Sebab orang istihadhoh itu hukumnya adalah orang yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SUCI DARI HAIDH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Secara umum semua wanita tiap bulan pasti mengalami haidh dan suci.Minimal masa suci yang menengah2i antara dua haidh yaitu 15 hari.Karena maksimal masa haidh itu 15 hari,maka otomatis minimal masa suci antara dua haidh yaitu 15 hari.Kalau masa suci antara haidh dan nifas bisa saja kurang dari 15 hari.Suci antaranya haidh dan nifas ada yang haidh dulu lalu suci,kemudian nifas.Karena orang hamil juga ada yang mengalami haidh (menurut madzhab Syafi’ie).Dan ada yang nifas dulu lalu suci,kemudian haidh.Tapi keluarnya darah harus setelahnya nifas berjalan hingga 60 hari yaitu masa maksimal nifas.Karena kalau banyaknya nifas itu belum sampai 60 hari,kemudian wanita itu mengeluarkan darah,maka darah itu bukan darah haidh.Kecuali kalau antara berhentinya darah nifas dan keluarnya darah kembali (selanjut)nya itu ada masa 15 hari lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya suci yaitu sisanya masa 1 bulan setelah haidhnya menetapi keumuman.Jadi kalau seorang wanita haidh 6 hari,berarti sucinya 24 hari.kalau haidhnya 7 hari,berarti sucinya 23 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksimal masa suci itu tidak terbatas.Terkadang ada seorang wanita yang haidhnya hanya 1 kali kemudian tak pernah haidh lagi,dan kadang ada yang tidak haidh sama sekali seumur hidupnya,sehingga suci terus,seperti sayyidah maryam binti imron ibunda nabi Isa as dan sayyidah fathimah azzahro putri baginda rosulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG…….&lt;br /&gt;Pada bab selanjutnya adalah tentang mustahadhoh atau wanita yang mengalami istihadhoh dengan type wanita yang juga tidak sama permasalahannya….&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masaail Annisaa’ karya Asysyekh Mishbah zainal musthofa.&lt;br /&gt;Al fiqhul manhajy ‘alaa madzhabi al imaami asysyafi’ie karya Dr Musthofa Al khin,Dr Musthofa Al bughoo dan Asysyekh ‘Aly asysyuraihy.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/974637234280769434-1942171248029492178?l=majlispadangpasir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/feeds/1942171248029492178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=974637234280769434&amp;postID=1942171248029492178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1942171248029492178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/974637234280769434/posts/default/1942171248029492178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majlispadangpasir.blogspot.com/2007/08/bab-haidh-menstruasi-istihadhoh-dan.html' title='BAB HAIDH'/><author><name>MAJLIS PADANG PASIR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00178728049294032302</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Qrze8hDuKf4/S99RJ7zFcoI/AAAAAAAAAEs/atDNGiS4lHo/S220/04012007208.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
