Kembali kita akan lanjutkan kajian mustholah alhadits yang sempat terhenti.Seperti pada dirosah sebelumnya kita masih berbicara tentang istilah nama-nama hadits.Namun perlu di catat bahwa apa yang saya sampaikan disini hanyalah secara singkat dan global saja.Pada dirosah sebelumnya kita berhenti pada penjelasan tentang hadits Mauquf.Sekarang mari kita ikuti hadits-hadits selanjutnya..
10- HADITS MAUSHUL
AHadits maushul adalah hadits yang terhubung sanadnya kepada Nabi SAW atau sahabat,dan setiap rowi yang meriwayatkannya menggunakan kata "aku mendengar....berkata",Seperti:"Aku mendengar G berkata",lalu G mengatakan:"Aku mendengar F berkata",dan demikian seterusnya sampai kepada Nabi SAW atau sahabat.Hadits yang semacam ini disebut Hadits Maushul.Jadi yang dianggap cirikhas dalam Hadits Maushul ialah persoalan ittishol atau bersambung sampai kepada Nabi SAW atau sahabat dan rowi-rowi dalam sanadnya selalu menggunakan kata-kata:"Aku mendengar si....berkata".Maushul artinya bersambung isnadnya dan oleh sebab itu hadits ini juga bisa disebut hadits Muttashilul Isnad.
Perkataan Maushul dapat pula digunakan untuk sanad atau riwayat ataupun atsar dari sahabat atau tabi'i yang tidak putus,yakni bersambung.
11- HADITS MURSAL
Hadits Mursal ialah hadits yang diriwayatkan seorang Tabi'i,yang tentunya tidak pernah bertemu dengan Nabi SAW,tetapi secara langsung diucapkannya dari beliau SAW,seolah-olah ia bertemu sendiri,padahal sudah tentu oleh Tabi'i itu diterima dari seorang sahabat yang oleh si Tabi'i tidak disebutkan nama atau orangnya.Hadits semacam ini tidak bisa dijadikan dalil dalam menetapkan hukum agama.
Tetapi apabila ada seorang yang belum baligh diwaktu Kanjeng Nabi SAW masih hidup dan mendengar suatu hadits yang berupa perkataan atau melihat sesuatu yang dilakukan atau ditaqrirkan oleh Kanjeng Nabi SAW,lalu meriwayatkannya sewaktu sudah baligh,maka haditsnya dapat diterima.Demikian pula seseorang yang masih menjadi kafir sewaktu hidupnya Kanjeng Nabi SAW,kemudian setelah wafatnya beliau SAW ia masuk islam,lalu meriwayatkan perkataan,perbuatan atau taqqir Kanjeng Nabi SAW,maka haditsnya juga dapat diterima.Inilah yang disebut Hadits Mursal sahabat.
Jadi diantara hadits-hadits mursal itu ada yang dinamakan Mursal sahabat.Yaitu sahabat meriwayatkan hadits dari Nabi SAW,tetapi setelah diteliti,ternyata bahwa hadits yang diriwayatkannya itu tidak langsung dari Nabi SAW,atau belum dianggap karena berbagai sebab,misalnya dengan sebab masih kecil atau ia masih kafir atau karena ia tidak melihat atau mendengar sendiri hadits tersebut.Namun demikian hadits Mursal sahabat boleh juga dijadikan dalil.Dalam hadits Imam Bukhori terdapat pula Hadits Mursal sahabat itu.
12- HADITS MAQTHU'.
Hadits Maqthu' ialah ucapan,perbuatan atau taqrir seorang Tabi'i.Oleh sebab itu hadits ini tidak bisa dijadikan dalil.
Catatan:
Untuk jelasnya perlu di kemukakan bahwa:
a)- Hadits yang sanadnya bersambung terus sampai kepada Kanjeng Nabi SAW disebut hadits Marfu'.
b)-Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada sahabat disebut hadits Mauquf.
c)-Hadits yang ternyata sanadnya hanya sampai kepada Tabi'i disebut hadits Maqthu'.
Bersambung...
Alhamdulillah Washsholaatu Wassalamu 'Alaa Rosulillah al habiibil musthofaa Muhammad Wa'alaa Alihii washohbihii Wasallim.Blog ini sengaja di buat sekedar untuk pembelajaran diri bagi pemiliknya,untuk menulis dan menuangkan apapun materi yang sekiranya bisa bermanfaat khususnya untuk penulis sendiri dan umumnya bagi siapapun yang membaca tulisan-tulisan saya.Salam damai buat semuanya dari "Wong dermayu".
Sunday, January 17, 2010
DIROSAH HADITS IX
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment